Headline

Travel Buble Batam-Bintan Terancam Diundur Sampai Juni

Ariranews.com: Rencana pemerintah membuka travel buble Batam-Bintan, 7 Mei mendatang diperkirakan diundur lagi. Pasalnya, mendekati waktu yang direncanakan Covid-19 belum juga terkendali. Bahkan belakangan angka positif Covid-19 di Batam kembali meningkat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan melihat situasi tersebut pembukaan perjalanan secara terbatas (travel bubble) ditargetkan mulai Juni 2021.

“Ditargetkan memang Juni-Juli, sesuai arahan Presiden Jokowi. Tetapi kami melihat bahwa memang angka covid 19 itu yang nanti akan menentukan. Kalau terkendali dan dalam posisi kondusif, tentunya bisa kami realisasikan,” kata Sandi, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021).

Dilansir CNN Indonesia, dia menjelaskan saat ini pembahasan travel bubble di kawasan 3B (Bali-Batam-Bintan) memasuki tahap finalisasi. Seperti pembahasan mengenai vaksinasi di kawasan tersebut dan Travel Corridor Arrangement (TCA).

TCA sendiri merupakan program pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan negara lain untuk kembali membuka pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Juga melihat kesiapan negara pariwisata itu mulai dari Singapura, sampai beberapa negara yang kami ajak bicara,” kata Sandi.

Selain 3B, Sandi mengaku sudah menerima masukan daerah lain untuk menjadi kandidat travel bubble berikutnya. Di antaranya adalah Belitung, Yogyakarta dan Danau Toba.

“Itu juga ingin dimasukkan dalam tabel TCA. Tapi tentunya perlu, kayak Labuan Bajo itu lebih simple ya karena pisah dengan yang lain, tapi kalau yang daerah lain kami harus pastikan bisa menciptakan zona hijau. Ini yang nanti sama-sama kita bahas dengan pemangku kepentingan lain,” katanya.

Sampai saat ini, terdapat 10 sampai 12 juta pelaku pariwisata di Indonesia. Menurutnya ada tiga destinasi tulang punggung, yaitu Bali, Jabodetabek, dan Kepulauan Riau untuk penerimaan turis mancanegara.

Kemenparekraf tengah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan pihak lain untuk melakukan vaksinasi pelaku pariwisata di berbagai daerah. Bali menjadi salah satu daerah prioritas vaksinasi.

“Targetnya menurut saya hasil diskusi dengan pak Menkes dan atas arahan presiden, untuk Bali kami ingin sebelum Juni-Juli, tapi Jabodetabek dan Jogja juga kami prioritaskan. Kami ingin ini semua bisa dilakukan dalam jangka waktu tidak terlalu lama, enam bulan ke depan,” kata Sandi.(emr)

sumber: CNN Indonesia

Foto: Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kepribadian beberapa waktu lalu.

Redaksi

Recent Posts

PGN Catatkan Kinerja Positif di Q1 2026, Laba Naik dan Fokus Layani Domestik

AriraNews.com, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatatkan kinerja…

9 jam ago

Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

AriraNews.com, Batam - Kota Batam meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang…

10 jam ago

Batam Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi untuk Tingkatkan PAD

AriraNews.com, BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka kegiatan High Level Meeting…

11 jam ago

Terbentur Kuota, Nelayan Natuna Kesulitan Penuhi Kebutuhan Solar

Ariranews.com, Natuna – Terbentur kuota yang terbatas, nelayan di Kabupaten Natuna kini kesulitan memenuhi kebutuhan…

12 jam ago

Ascott Hotels Regional Batam Bersatu dengan Komunitas Lokal dalam “Aksi Bersih” Menyambut Hari Bumi 2026

AriraNews.com, Batam — Dalam semangat merayakan Hari Bumi 2026, lima properti hotel di bawah naungan…

13 jam ago

Amsakar Serahkan Santunan Pada Ahli Waris RT dan RW

AriraNews.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada…

13 jam ago