Tak Maju Lagi di Pemilu 2025, PM Singapura Umumkan Pengganti Dirinya

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Foto/Int.

AriraNews.com, SINGAPURA – Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengungkapkan dirinya tak akan maju lagi dalam Pemilu 2025 mendatang. Dia pun sudah mempersiapkan Menteri Keuangan Lawrence Wong menggantikannya sebagai pemimpin negara itu.

Dilansir CNBC Indonesia, dalam sebuah pernyataan, hal ini ditegaskannya karena ia menyebut faktor usianya dan kemampuan Wong mendorongnya untuk yakin bahwa Menteri Keuangan itu akan menggantikannya.

“Rencananya Lawrence menggantikan saya sebagai PM, baik sebelum atau sesudah (jika PAP menang) Pemilihan Umum berikutnya. Itu jatuh tempo pada 2025 dan pasti akan menjadi pertarungan yang sulit,” kata Lee dalam posting media sosial dilansir Reuters, Sabtu (16/4/2022).

BACA JUGA:   bright PLN Batam Tekan MoU Pengamanan Instalasi dan Aset Ketenagalistrikan dengan Polda Kepri

Lee sendiri merupakan anak mantan PM Singapura, Lee Kwan Yew. Lee memegang kendali pemerintahan negara itu sejak 2004 lalu.

Sementara itu, Wong sendiri saat ini sudah terpilih sebagai pemimpin Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa. Ini memuluskan langkah untuknya menjadi pemimpin pemerintahan nomor satu di pusat keuangan Asia itu.

Dalam posisi pemerintahannya, Wong dikenal juga sebagai ketua bersama satuan tugas pemerintah untuk Covid-19. Ia dipercaya mampu menangani pandemi yang masuk ke wilayah negara kota itu. Saat ini, Singapura sedang berusaha mempertahankan dan membangun status sebagai pusat perdagangan internasional.

BACA JUGA:   Badan Restorasi Gambut dan Mangrove RI Kunjungi Batam

Ketika ditanya soal isu-isu besar yang dihadapi negara, Wong mengatakan negara itu juga perlu melihat ke cakrawala untuk memposisikan dirinya di “dunia yang lebih kompleks, bergejolak, dan tidak dapat diprediksi”.

“Pandemi belum berakhir, kita harus melewatinya,” ujar pria 49 tahun itu. “Ada tantangan ekonomi yang cukup besar untuk diatasi yang timbul dari perang di Ukraina, paling tidak ancaman inflasi yang lebih tinggi dan lebih persisten serta pertumbuhan yang lebih lemah.”(emr)

BACA JUGA:   Kominfo Gelar Diskusi Inklusi Digital 2021, Penyandang Disabilitas Memiliki Hak yang Sama