AriraNews.com, Batam – Dengan latar belakang politik yang konsisten, pengalaman organisasi yang luas, serta sejumlah jabatan penting yang pernah diemban, dukungan penuh yang kini mengarah kepada Taba Iskandar untuk memimpin DPD Partai Golkar Kepri.
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, arus dukungan kepada Taba Iskandar semakin menguat. KOSGORO 1957 Kepri secara resmi dan bulat menyatakan mengusung Taba Iskandar, sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kepri.
Sekretaris KOSGORO 1957 Kepri, Sudirman, menegaskan keputusan tersebut bukan sekadar dukungan biasa, melainkan mandat organisasi. “KOSGORO 1957 Kepri secara bulat mencalonkan Taba Iskandar sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kepri. Taba memiliki rekam jejak politik yang kuat dan telah teruji sebagai kader Golkar,” tegasnya.
Menurut Sudirman, Partai Golkar Kepri membutuhkan figur berpengalaman untuk menghadapi kontestasi politik 2029. “Taba sudah melewati berbagai dinamika politik di Kepri. Ketangguhan itu yang diperlukan untuk memimpin Golkar menghadapi Pemilu 2029,” katanya menambahkan.
Saat ini, selain sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar menjabat sebagai Ketua PDK KOSGORO 1957 Provinsi Kepri. Ia kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2022–2027 dalam Musda IV yang digelar di Batam pada Juni 2022. Musda tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum PPK KOSGORO 1957, Dave Akbar Fikarno Laksono.
Kemenangan aklamasi itu menandai periode kedua kepemimpinan Taba setelah sebelumnya memimpin PDK KOSGORO 1957 Kepri pada periode 2017–2022. Karier organisasinya pun tidak instan, Taba merupakan kader KOSGORO sejak era 1980-an, tepatnya sejak ia masih duduk di bangku kuliah.
Rekam jejak politik Taba Iskandar tidak perlu diragukan. Puluhan tahun berkecimpung di legislatif dan organisasi kemasyarakatan menjadikan dirinya salah satu tokoh paling berpengalaman di Kepulauan Riau. Pada 9 September 2024, Taba kembali dilantik sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepri untuk masa jabatan 2024–2029, melanjutkan kiprahnya pada periode sebelumnya, 2019–2024.
Karier politik Taba bahkan jauh lebih panjang. Ia pernah menjadi Anggota DPRD Kepri periode 2006–2009 dan sebelumnya mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD Kota Batam pertama pada periode 2000–2004. Pengalaman yang konsisten di jalur legislatif menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya tetap relevan hingga saat ini.
Di luar jabatan formal tersebut, Taba juga aktif dalam berbagai lembaga strategis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Batam (1998–2001), Sekretaris Jenderal Asosiasi DPRD Kota se-Indonesia (2002–2004), Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kepri (2004–2006), hingga Ketua Panitia Legislasi DPRD Kepri (2006–2009). Kiprahnya berlanjut sebagai Tenaga Ahli Dewan Kawasan BBK (2010–2014) serta Ketua Dewan Pengawas Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD) di Jakarta (2002–2014). Selain itu, ia juga dikenal sebagai akademisi yang mengajar di Universitas Batam (UNIBA) dan Universitas Ibnu Sina.
Reputasi panjang dan rekam jejak yang matang itulah yang membuat Taba Iskandar terus dipercaya memegang peran strategis di Partai Golkar. Pada 2023, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberikan amanat kepadanya sebagai bakal calon Wali Kota Batam untuk Pilkada 2024, melalui surat penugasan yang diserahkan setelah pengarahan langsung Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Jakarta.
Dengan latar belakang politik yang konsisten, pengalaman organisasi yang luas, serta sejumlah jabatan penting yang pernah diemban, dukungan penuh yang kini mengarah kepada Taba Iskandar untuk memimpin DPD Partai Golkar Kepri bukanlah hal yang mengejutkan. Ia hadir sebagai figur yang matang, teruji, dan memiliki kapasitas kuat untuk membawa Golkar Kepri menghadapi tantangan politik ke depan. (ara)







