Batam  

Atasi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Disperindag Batam Gelar Operasi Pasar

Avatar photo
Warga Batam Kota menunggu kehadiran mobil pengangkut gas LPG 3 Kg di lokasi operasi pasar yang digelar Disperindag Batam di kawasan MB2, Batamcentre.

AriraNews.com, Batam – Atasi kelangkaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama PT Pertamina Patra Niaga Kepri melakukan operasi pasar gas LPG 3 Kilogram, Senin (16/9/2024).

Operasi pasar dilakukan ditiga titik, depan Kantor Kecamatan Bengkong, Golden Beach Bengkong dan di samping Edukits Mall Botania 2 (MB2) Batamcentre.

Ketiga lokasi ini digelar di waktu yang bersamaan. Yakni sekitar pukul 09.00 WIB. Masyarakat cukup menunjukkan KTP, pembelian per orang maksimal 2 tabung. Harga HETnya Rp 21 ribu.

BACA JUGA:  Jumlah Permintaan Hewan Kurban di Batam Tahun 2026 Diperkirakan Menurun

Sebelum dibuka, masyarakat terlihat sudah mulai mengantre.

“Udah 2 hari cari gas susah. Makanya rela antre kesini,” ujar Dila, salah seorang warga yang ikut mengantre.

Sementara itu, Yanuar, Kepala Bidang di Disperindag Kota Batam melalui Yanuar, mengatakan operasi pasar upaya pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan gas LPG 3 Kg bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Wagub Nyanyang Buka International Jazz Day 2026, Angkat Batam ke Kancah Dunia

“Sampai siang ini sudah 6 truk dengan kapasitas 500 tabung per truknya yang tersalurkan,” kata Yanuar.

Disperindag Kota Batam mengimbau masyarakat untuk tertib dalam mengikuti operasi pasar ini dan hanya membeli sesuai kebutuhan. Dan kegiatan serupa direncanakan akan dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kg di Kota Batam.

BACA JUGA:  Batam Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi untuk Tingkatkan PAD

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg untuk usaha restoran, hotel, binatu, usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian hingga usaha jasa las. Ini tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Migas. Mengingat, LPG 3 Kg ini untuk masyarakat dan bukan untuk usaha,” kata Yanuar. (ara)