Didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Kapolres Barelang, Kombes Zaenal Arifin, Menteri Perdagangan, Budi Santoso membuka Pekan Pengembangan Ekspor di Batam, Kamis (14/8/2025) siang di BP Batam.
Ariranews.com, Batam – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, membuka Pekan Pengembangan Ekspor di Balairung Sari, BP Batam, Batamcenter, Kamis (14/8/2025) pagi.
Acara pembukaan dihadiri, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan, para Deputi dan pejabat di lingkungan BP Batam, serta dari berbagai pelaku usaha dan UMKM.
Pekan Pengembangan Ekspor ini menjadi wadah untuk ‘business matching’, sosialisasi, hingga klinik desain. Program ini digelar Kementerian Perdagangan RI di lima kota, yakni Jakarta, Surabaya, Bitung, Batam, dan Pontianak dari tanggal 11-15 Agustus 2025. Tujuannya meningkatkan ekspor nasional.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Road to HUT RI ke-80,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini adalah Fajarini Puntodewi.
Menurut Fajarini dalam Pekan Pengembangan Ekspor ada 12 kegiatan yang digelar yang berfokus pada pengembangan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pasar.
“Kegiatan ini juga merupakan dukungan terhadap UMKM bisa ekspor. Selain peningkatan ekspor kita juga ingin kontribusi para UMKM terhadap ekspor lebih meningkat,” kata Fajarini.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar ekspor. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Kemendag telah memfasilitasi lebih dari 8.000 UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp1,4 triliun.
Saat ini kata Budi Santoso, sebagian besar UMKM masih berfokus pada pasar lokal, bahkan 70 persen belum pernah melakukan ekspor. Padahal, permintaan luar negeri terus meningkat.
“Banyak UMKM yang kaget ketika produknya diminati pembeli luar negeri, tetapi tidak siap memenuhi permintaan. Karena itu, kami rutin mengadakan pelatihan untuk memperbaiki desain, kualitas, dan daya saing produk,” ujar Budi.
Kemendag juga menugaskan perwakilan di berbagai negara untuk mendampingi UMKM, termasuk membantu komunikasi lintas bahasa.
“Kalau ada pembeli dari Taiwan, China, atau negara Arab, jangan khawatir. Perwakilan kami siap membantu menerjemahkan,” kata Budi.
Selain fokus pada pasar ekspor, pemerintah juga menggandeng ritel modern untuk memberi ruang lebih luas bagi produk lokal di dalam negeri.
“Kalau produk sudah bisa masuk ritel modern, jalannya ke pasar ekspor akan lebih terbuka,” kata Budi.
Budi menegaskan pemerintah telah menyelesaikan berbagai perjanjian dagang internasional untuk membuka pasar baru bagi eksportir Indonesia.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Jangan sampai pemerintah sudah membuka jalan, tapi pelaku usaha tidak memaksimalkan peluang,” tegas Budi.
Kemendag bahkan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan putra-putri daerah untuk belajar mencari pembeli (buyer) di pasar internasional.
“Untuk kampus dan juga pemerintah daerah bisa mengirimkan putra putri daerah kekantor kita mengikuti magang, kita siapkan ruangan dan pendampingan, tetapi untuk fasilitas kami tidak tanggung,” katanya.
Dia juga mengatakan Kemendag turun langsung ke desa-desa dan kecamatan, mendata produk UMKM, memperbaiki kemasannya, lalu memasarkan,” ujarnya.
Menurut Budi, langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen, salah satunya melalui peningkatan ekspor.
“Kalau kita bisa memanfaatkan semua perjanjian dagang, tarif bea masuk ke banyak negara akan mendekati nol. Ini peluang emas yang tidak boleh terlewat,” kata Budi.
Sementara, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis memperkuat daya saing Batam di kancah perdagangan dan investasi nasional.
“Pekan Pengembangan Ekspor ini adalah wujud nyata komitmen kita menjadikan Batam sebagai pusat investasi yang ramah, cepat, dan pasti,” ujar Amsakar.
Amsakar berterima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung investasi di Batam, salah satunya melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 yang menjadi insentif penting bagi investor. BP Batam sendiri terus melakukan terobosan, termasuk percepatan layanan perizinan.
“Hari ini saja ada 16 perizinan yang diproses. Delapan selesai, empat masih berjalan, dan empat tidak bisa dilanjutkan. Semua saya pantau langsung setiap hari,” tegasnya.
Ia mencontohkan percepatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dulunya memakan waktu enam bulan hingga setahun, kini bisa rampung dalam enam hingga delapan bulan.
Data BKPM menunjukkan Batam menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Kepri. Pada triwulan pertama, investasi tumbuh 6,8 persen, lalu hampir menyentuh 8 persen pada triwulan kedua.
Amsakar optimistis, pada 2029 pertumbuhan ekonomi Batam bisa menembus 9,5 persen.
“Dari pusat hingga daerah, kita semua bertanggung jawab memastikan setiap kebijakan diarahkan untuk memperkuat ekonomi dan investasi,” katanya.
Amsakar menegaskan, dengan sinergi regulasi dan percepatan perizinan, Batam siap bukan hanya sebagai pusat ekspor, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional di barat Indonesia. (ara)
Ariranews.com, Natuna – Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) menggelar Pasar Minggu Ria di…
Ariranews.com, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, memimpin langsung apel peringatan Hari Pendidikan Nasional…
Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Natuna menargetkan peningkatan status akreditasi menjadi…
KARIMUN, ariranews.com– Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Serikat Pekerja Pimpinan Unit Kerja (PUK)…
AriraNews.com, Batam - Masalah legalitas lahan hingga keterbatasan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama dalam kegiatan…
Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah…