Batam

Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Hinterland Batam Diatur Khusus

AriraNews.com, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah hinterland di Kota Batam, Kepri.

Pasalnya, sekolah berada di pulau-pulau. Hal tersebut tentu menyulitkan pendistribusian apabila dilayani dapur umum yang minimal dapat menyediakan 3.000 porsi per harinya. Sehingga khusus di wilayah hinterland, mekanisme pelaksanaannya dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi setempat.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengarahkan bahwa pola dapur umum yang digunakan di wilayah mainland kurang efektif diterapkan di hinterland. Di mainland, satu dapur dapat melayani hingga 3.000 siswa, sedangkan di hinterland, jumlah siswa per pulau hanya berkisar antara 100 hingga 250 orang.

“Operasionalnya jadi lebih besar kalau harus menerapkan sistem dapur umum di hinterland. Karena itu, kami mengusulkan memberdayakan makanan setempat. Pola ini akan dibahas lebih lanjut bersama Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Tri Selasa (14/1/2025).

Saat ini, program MBG baru melibatkan lima dapur umum sehat di Batam. Dari jumlah tersebut, satu dapur dikelola oleh mitra BGN, satu oleh MBG di Makodim, dan tiga dapur lainnya adalah kemitraan BGN yang belum sepenuhnya beroperasi.

Menurut Tri, masih diperlukan 15 dapur tambahan lagi untuk mencapai target pelayanan bagi 58.000 siswa di tahun 2025.

Untuk di hinterland Batam, Disdik mengusulkan pendekatan berbeda agar program tetap berjalan efektif tanpa memberatkan operasional. Salah satu solusinya adalah bermitra dengan pelaku UMKM di wilayah tersebut.

“Di Batam, sulit mendapatkan lahan yang dekat dengan sekolah untuk membangun dapur umum. Karena itu, kemitraan dengan UMKM menjadi opsi yang lebih realistis, terutama di hinterland,” katanya.

Di tingkat Provinsi Kepri pun, BGN telah merencanakan pembangunan 21 dapur umum sehat yang biayanya mencakup pengadaan lahan, pembangunan, hingga operasional. Namun, implementasi di Batam tetap memerlukan pendekatan khusus mengingat karakteristik geografisnya. (ara)

Redaksi

Recent Posts

Warga Laguna Tahap 2 Curhat ke Taba Iskandar saat Reses, Air Sering Mati dan Jalan Becek

AriraNews.com, Batam - Anggota DPRD Kepulauan Riau, H. Taba Iskandar, menggelar kegiatan reses pada Minggu…

1 jam ago

Peringati Hari Kartini, Srikandi SAR Natuna Edukasi Pelajar soal Keselamatan

Ariranews.com, Natuna – Memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Srikandi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna…

10 jam ago

Rayakan HUT ke-80 TNI AU, Lanud RSA Perkuat Soliditas Lewat Lomba Mancing

Ariranews.com, Natuna – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Pangkalan…

14 jam ago

Aspirasi Nelayan Menguat, Marzuki Usulkan Penambahan BBM Subsidi

Ariranews.com, Natuna – Aspirasi nelayan di wilayah perbatasan kian menguat terkait keterbatasan bahan bakar minyak…

16 jam ago

Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

AriraNews.com, Batam - Ratusan warga RW 13 Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Kota…

1 hari ago

Pengesahan Ranperda LAM Batam Tunggu Fasilitasi Gubernur Kepri

AriraNews.com, Batam - Upaya pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) di…

1 hari ago