Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (bertopi biru) tiba di kantor BP Batam dan akan mengunjungi Rempang, Selasa (12/8/2025) siang. Kedatangan Iftitah disambut Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia.
Ariranews.com, Batam – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara akan berkunjung ke Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (12/8/2025) siang.
Dalam kunjungan tersebut Iftitah akan membagikan sertifikat pada masyarakat yang telah menempati hunian tetap di Tanjung Banon, Rempang.
Diketahui hingga saat ini 123 kepala keluarga (KK) terdampak pengembangan Rempang Eco-City telah menempati hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.
Sebelum menuju Rempang, Menteri Iftitah menggelar rapat di kantor BP Batam. Kedatangan Iftitah disambut Kepala BP Batam Amsakar Achmad Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dan jajaran Forkopimda Batam.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah menyerahkan sertifikat hak milik kepada masyarakat Rempang yang telah direlokasi ke Tanjung Banon, Selasa (18/3/2025).
Penyerahan berlangsung di Kantor BP Batam, usai Rapat Koordinasi Rencana Penetapan Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang, Galang (Barelang). Dalam kesempatan tersebut, melalui Kementerian ATR/BPN, AHY menyerahkan 68 sertifikat hak milik kepada warga, bagian dari total 161 sertifikat yang telah diterbitkan.
AHY menekankan penting untuk memastikan bahwa masyarakat yang telah menempati hunian sementara mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati. Tak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mendukung program pemerintah untuk membuka ekonomi baru di Kepulauan Riau.
AHY menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun kawasan transmigrasi yang terintegrasi di Kepulauan Riau, khususnya di Barelang.
Sementara, Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam lawatan khusus ke Proyek Strategis Nasional PSN Rempang ECO City pada Sabtu hingga Senin (29-31 Maret 2025) lalu, melakukan dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat setempat.
Ia mengatakan transmigrasi pembangunan kawasan ekonomi baru, bukan sekedar perpindahan penduduk semata, melainkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Transmigrasi bukan sekedar persoalan perpindahan penduduk. Tapi lebih dari pada itu adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu yang paling pokok dari fungsi transmigrasi,” kata Menteri Iftitah.
Menteri Iftitah juga menjelaskan bahwa Rempang dan Galang merupakan masa depan Indonesia, sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus pada wilayah ini.
Melalui Kementerian Transmigrasi, Presiden ingin memastikan bahwa Pembangunan yang akan berjalan, dapat dinikmati seutuhnya bagi penduduk asli.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung upaya Pemerintah membangun wilayah Transmigrasi Batam Rempang Galang untuk kesejahteraan yang lebih baik.
Dari hasil diskusi, beberapa poin yang menjadi fokus utama Menteri ke depan adalah pembangunan sarana sekolah yang lebih baik dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA, beasiswa bagi anak-anak Rempang untuk mengenyam Pendidikan Tinggi, kehidupan sosial masyarakat yang sejahtera, hingga bantuan Kapal Laut bagi nelayan. (ara)
Ariranews.com, Natuna – Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) menggelar Pasar Minggu Ria di…
Ariranews.com, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, memimpin langsung apel peringatan Hari Pendidikan Nasional…
Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Natuna menargetkan peningkatan status akreditasi menjadi…
KARIMUN, ariranews.com– Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Serikat Pekerja Pimpinan Unit Kerja (PUK)…
AriraNews.com, Batam - Masalah legalitas lahan hingga keterbatasan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama dalam kegiatan…
Ariranews.com, Natuna – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah…