Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.
AriraNews.com, Batam – Permudah penyaluran gas subsidi LPG 3 Kg di Kota Batam, pengecer segera dialih status menjadi sub pangkalan.
“Sub pangkalan atau pengecer ini nanti akan mengikuti aturan pusat. Karena pertamina hanya operator,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Selasa (11/2/2025).
Dikatakan Susanto, nanti sub pangkalan akan terdata di pangkalan sehingga jumlah gas yang ada di sub pangkalan tidak melebihi jatah yang diberikan.
“Jadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Jumlah tabungnya juga nanti akan dibatasi oleh pengkalan,” kata dia.
Meski begitu, pihak Pertamina tetap menyarankan masyarakat untuk membeli gas LPG di pangkalan. Sebab jumlah pangkalan gas di sudah mencakup kebutuhan warga Batam.
Terkait harga kata Satria masih menunggu arahan Kementerian ESDM. Sebab Pertamina hanya sebagi oprator pelaksana.
“Saya tidak mau bicara banyak soal harga itu nanti di kementerian. Nanti ada aturan teknisnya bagaimana. Tapi pada dasarnya jumlah pangkalan itu sudah mencakup seluruh penduduk Batam. Silahkan beli saja di pangkalan karena harganya sudah sesuai HET,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda, menyoroti harga LPG 3 Kilogram di Batam yang saat ini berada di angka Rp21 ribu.
Harga tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Batam. Namun, jika ada penyesuaian dari pemerintah pusat, harga harus diturunkan hingga maksimal Rp20 ribu sesuai aturan.
“Kalau ada penyesuaian harga dari pusat, tentu harus diturunkan harganya. Karena tidak boleh lebih dari Rp20 ribu,” kata Yunus.
Ia memastikan, DPRD Batam akan terus memperjuangkan penyesuaian harga ini agar masyarakat tidak dirugikan. Rapat selanjutnya, DPRD akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas masalah ini lebih mendalam.
Bahkan, kemungkinan pembentukan panitia khusus (pansus) bila ditemukan adanya penyimpangan dalam distribusi atau penentuan harga LPG bersubsidi.
“Kami ingin subsidi ini tepat sasaran. Hak masyarakat miskin harus terpenuhi. Sedangkan bagi yang tidak berhak, menggunakan LPG 3 kilogram itu adalah dosa karena itu bukan hak mereka,” kata Yunus.
Ia menilai kemampuan ekonomi masyarakat Batam relatif lebih baik dibandingkan daerah lain. Meski demikian, ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan alokasi subsidi yang benar-benar menyasar kalangan masyarakat yang membutuhkan.(ara)
AriraNews.com, Batam - Persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap sekitar 214 unit rumah di…
Ariranews.com, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…
KARIMUN – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Karimun resmi menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun…
AriraNews.com, Batam - Komitmen menjaga keberadaan kampung tua menjadi salah satu poin utama dalam finalisasi…
AriraNews.com, Batam - Hotel Santika Batam menghadirkan inovasi terbaru di bidang kuliner dengan meluncurkan dua…
KARIMUN, seputarkarimun.com – Dalam rangka memeringati hari jadi Kabupaten Karimun yang ke-198, Pemerintah Kabupaten Karimun…