Tak Mampu Urus Air, Warga Minta Moya Angkat Tangan

Avatar photo
Warga Batam saat berdemo di kantor Pelayanan Air Batam beberapa waktu lalu.

AriraNews.com, Batam – Keluhan demi keluhan terhadap pelayanan air bersih di Batam terus disampaikan masyarakat. Warga Perumahan Kurnia Djaja Alam (KDA) Batam Center, Selasa (11/10/2022) pagi, mengeluh buruknya pelayanan air minum (SPAM) Batam akhir-akhir ini. Air yang biasa lancar mengalir ke rumahnya, sejak 3 bulan terakhir sering mati dan kotor.

“Makin buruk aja pelayanan air ini, macam hidup di zaman penjajahan awak,” ungkap Simarmata.

Pria berambut ikal itu geram karena setiap pagi air di rumahnya mati, saat ini.

BACA JUGA:  BP Batam Sambut Baik Ekspansi Firmus Technologies Australia, Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Infrastruktur AI Regional

“Setiap pagi, kalau tak mati pasti kecil, mandi pun tak puas kita, kita bayar loh, bukan minta, kasih lah pelayanan yang terbaik,” sambung Simarmata.

Dia juga heran apa sebenarnya yang dialami oleh Moya sehingga pelayanan air bersih menjadi sangat buruk di Batam.

“Dam penuh, musim hujan pula, tapi air tak ngalir ke rumah kami, ada apa ini Moya, kalau tak mampu angkat bendera putih saja, biar dicari perusahaan yang mampu,” tegas warga KDA Jalan Kepondang 1 ini.

BACA JUGA:  37 Kampung Tua di Batam Belum Punya Kepastian Hukum, Pemko Siapkan Perda

Sementara itu, Humas PT Moya, Ginda Alamsyah belum membalas konfirmasi yang dilayangkan wartawan.

Tak hanya di kawasan KDA, kondisi yang sama juga banyak terjadi di tempat lainnya di Batam. Contohnya, di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk. Warga di sana juga mengatakan setiap pagi hari air tak mengalir ke rumah mereka. Hal yang sama juga disampaikan warga Perumahan Kharisma Residence, RW 45, Kelurahan Belian, Batam Kota. Untuk nyuci pakaian harus malam hari.(ara)

BACA JUGA:  Hotel Beverly Batam Gelar Sunat Massal Gratis 2026, Daftarkan Anak Anda di Sini!