Batam  

100 UMKM Kepri Disiapkan Tembus Ekspor di 2025

Avatar photo
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi.

Ariranews.com, Batam – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Koperasi dan UKM menargetkan 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah ini mampu menembus pasar ekspor hingga akhir tahun 2025.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam mengangkat daya saing UMKM lokal ke level global. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus melakukan pendataan, kurasi produk, serta memberikan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building).

BACA JUGA:  Ekspor Batam Awal 2026 Terkoreksi, BP Batam Siapkan Respons Terarah

“UMKM Kepri hebat karena sudah melalui banyak proses. Di tengah tantangan dan hambatan, mereka tetap bisa bertumbuh dan meraih cuan,” ujar Riki, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 114 ribu UMKM tersebar di Kepri. Angka ini akan dikaji ulang dan dikurasi untuk dimasukkan ke dalam sistem data tunggal terintegrasi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM.

BACA JUGA:  Ascott Hotels Regional Batam Bersatu dengan Komunitas Lokal dalam "Aksi Bersih" Menyambut Hari Bumi 2026

Lebih jauh, Riki menyoroti dukungan tambahan yang akan datang dari program Koperasi Merah Putih, sebuah inisiatif pembiayaan yang juga akan menyokong program-program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berbasis koperasi dan UMKM.

“Belum lagi nanti ada kekuatan baru melalui dukungan dana Koperasi Merah Putih, yang di dalamnya juga akan menaungi UMKM, termasuk program MBG,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Warga Laguna Tahap 2 Curhat ke Taba Iskandar saat Reses, Air Sering Mati dan Jalan Becek

Riki juga mengapresiasi daya juang dan kreativitas para pelaku UMKM di Kepri. Ia menilai, para pelaku usaha kecil ini telah membuktikan kemampuan adaptasi yang tinggi, bahkan kerap kali lebih gesit dibandingkan birokrasi itu sendiri.

“Pengalaman membuat mereka punya trik yang bahkan melampaui birokrasi,” kata Riki. (ara)