Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada nelayan Natuna di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara.
AriraNews.com, Natuna – Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada nelayan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2023 ini, menyerahkan bantuan asuransi BJPS Ketenagakerjaan kepada 2.250 orang nelayan di Kabupaten Natuna.
Asuransi nelayan ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Selasa (10/1/2023).
Dihadapan masyarakat, Gubernur Ansar mengatakan, tanggungan terhadap iuran BPJS nelayan akan dibiayai oleh Pemprov Kepri mulai dari Januari hingga akhir tahun.
“Saya baru saja menyerahkan iuran BPJS Ketenagakerjaan. Ada lebih kurang 28 ribu nelayan yang kita biayai di Kepri,” ucapnya.
Menurutnya, BPJS sangat diperlukan, sebab, nelayan memiliki risiko tinggi ketika mencari nafkah di laut. Apabila terjadi hal-hal tidak diinginkan, asuransi ini yang akan memback-up keluarga.
“Kita tidak mengharapkan terjadi kecelakaan atau meninggal dunia di laut, akan tetapi kalau itu terjadi, dengan BPJS ini keluarga mendapat tanggungan,” ungkap Ansar.
Adapun total keseluruhan anggaran digelontorkan sebesar Rp 453.600.000. Ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memproteksi dan melindungi nelayan di wilayah Provinsi Kepri.
Dikatakan Gubernur Ansar, Pemprov Kepri sudah memulai membiayai tanggungan BPJS Ketenagakerjaan untuk para nelayan, dengan kategori 1 sampai 5 GT.
Untuk di Provinsi Kepri ini, jumlahnya kurang lebih 38 ribu rumah tangga perikanan iurannya itu ditanggung oleh pemerintah provinsi bersama kabupaten.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati dan jajarannya pemerintah Kabupaten Natuna yang telah bersama-sama memberi jaminan asuransi kerja bagi nelayan kita,” tuturnya.
Ansar juga menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan ini bertujuan agar ada pertanggung jawaban dan jaminan untuk keluarga, jika terjadi kecelakaan di laut.
“Maka BPJS ini kita jamin dengan anggaran APBD, jika terjadi kecelakaan dan meningal dilaut maka nelayan yang punya BPJS ini akan mendapat pertanggungan dana jaminan yang biasanya kisaran Rp 60 sampai Rp 70 juta, Di samping itu, ada juga tanggungan lain bagi peserta, di mana anaknya yang dua orang akan ditanggung sekolahnya sampai tamat kuliah,” paparnya.
Ansar juga menyampaikan, bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk para nelayan, ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk memproteksi dan melindungi para nelayan di Provinsi Kepri.
“Untuk nelayan-nelayan yang besar-besar, pertanggungannya itu sudah kita wajibkan kepada pengusaha, di mana mereka diwajibkan membayar BPJS ketenagakerjaan nelayan yang bekerja dengan perusahaan itu sendiri,” terangnya.
Ansar juga berharap, program ini terus dapat terus dijalankan di setiap tahun, agar para nelayan memiliki jaminan.
Pada kesempatan itu, Ansar juga menyerahkan bantuan lainnya untuk nelayan Natuna, di antaranya, 28 unit GPS untuk 28 orang senilai Rp 387.800.000, 90 gulung kawat bubu untuk 90 orang senilai Rp 128.992.500, 60 unit Sollar Cell untuk 60 orang senilai Rp 90.000.000, asuransi nelayan BPJS 2022 untuk 29 nelayan Rp 5.846.000, 1 unit kapal fiber 5 GT senilai Rp 378.530.000, Chest Freezer 30 unit 6 kelompok (60 orang) Rp 202.116.000 dan Cool Box 220 liter 50 unit 6 kelompok (60 orang) Rp 91.600.000. (dod)
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…
AriraNews.com, Batam - Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an…
AriraNews.com, Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik…
AriraNews.com, Batam - Batam terus mempertegas posisinya sebagai destinasi utama investasi digital di Asia Tenggara.…
AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan secara konsisten, terus mencatatkan…
AriraNews.com, Batam - Tim Terpadu (Timdu) Kota Batam melaksanakan penertiban bangunan ilegal di Kelurahan Sei…