PGN Bangun Konektivitas Gas Nasional, Sambungkan Aceh hingga Jawa Timur

Avatar photo
Ilustrasi. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam dokumen strategis seperti Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam dokumen strategis seperti Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional.

AriraNews.com, Batam – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam dokumen strategis seperti Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN), serta Rancangan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN).

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam paparan di acara Joint Convention Semarang 2025, menjelaskan bahwa PGN mengusung strategi “GAS” (Grow-Adapt-Step Out) dalam membangun infrastruktur gas yang terintegrasi. Tujuannya adalah memperkuat konektivitas antara pemasok dan pengguna akhir, termasuk penyediaan alternatif pasokan seperti LNG dan CNG.

BACA JUGA:  TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026

Di wilayah Indonesia bagian barat, PGN telah memiliki sejumlah infrastruktur vital seperti Pipa Transmisi Sumatera–Jawa, FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, dan fasilitas LNG Arun, yang kini menjadi tulang punggung distribusi gas nasional. Dalam waktu dekat, PGN juga siap mengoptimalkan pemanfaatan Pipa Dumai–Sei Mangkei yang sedang disiapkan.

Jika pembangunan Pipa Dumai–Sei Mangkei dan tahap kedua Pipa Cirebon–Semarang (Cisem) selesai, jaringan pipa gas akan menghubungkan Aceh hingga Jawa Timur. Hal ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik industri maupun rumah tangga melalui jaringan gas (jargas).

BACA JUGA:  Momentum Hari Kartini, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Selain itu, proyek Pipa Gas Tegal–Cilacap tengah dikembangkan untuk menjangkau pelanggan di selatan Pulau Jawa. PGN juga menargetkan peningkatan penyerapan gas bumi dari potensi pelanggan sepanjang jalur tersebut.

Program jargas untuk rumah tangga dan usaha kecil juga terus dikembangkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan ketergantungan masyarakat pada LPG dan mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan efisien.

Dalam rangka meningkatkan keberlanjutan pasokan, PGN juga sedang mengembangkan LNG Hub di Arun, dengan merevitalisasi tangki eksisting serta membangun fasilitas baru. Selain itu, rencana pembangunan terminal penerimaan LNG di Jawa juga tengah dikaji.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Natuna Ikuti Retreat Nasional di Akmil Magelang

Untuk kawasan Indonesia Timur yang mayoritas merupakan wilayah kepulauan, pembangunan terminal LNG dinilai sebagai solusi yang tepat. PGN sudah mulai memperluas jangkauan ke wilayah ini, termasuk menggarap proyek gasifikasi LNG untuk pembangkit listrik di Papua Utara bekerja sama dengan PLN EPI. Permintaan gas di wilayah timur diprediksi akan meningkat, terutama dari sektor industri, kelistrikan, dan smelter.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah, infrastruktur gas nasional akan membuka akses terhadap energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, serta memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Arief. (ara)