DPRD Kepri

Komisi II DPRD Kepri Wilayah Kerja Pelabuhan Ikan Terukur Diperluas

AriraNews.com, Batam – Komisi II DPRD Kepri menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pengusaha ikan dan nelayan, di Gedung Graha Kepri, Batam, Selasa (10//1/2023). Hasilnya, mereka meminta pemerintah pusat agar menetapkan dan memperluas wilayah kerja setiap pelabuhan ikan terukur yang ada.

Saat ini, terdapat enam pelabuhan ikan terukur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat di Kepri. Keenam pelabuhan itu di Jembatan 2 Barelang Batam, Moco Dompak Tanjungpinang, Kijang Bintan, Moro Karimun, Tarempa Anambas, dan Selat Lampa Anambas. Tujuannya, memudahkan para pengusaha ikan dan nelayan untuk membongkar hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasi.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin mengungkapkan, pihaknya dan para pengusaha maupun nelayan memberikan satu suara terkait program pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan perihal Penangkapan Ikan Terukur (PIT) serta pelabuhan ikan yang akan diterapkan di sejumlah daerah di Kepri.

“Saat ini belum ada pelabuhan yang memenuhi standar. Untuk memudahkan para pengusaha ikan dan nelayan, kami minta agar ada wilayah kerjanya,” ujar Wahyu Wahyudin, usai RDP tersebut.

Selain itu, para pengusaha dan nelayan meminta agar Pemprov Kepri memberikan diskresi atau kebebasan bagi pada nelayan untuk melakukan bongkar muat di wilayah yang tidak jauh dari tempat mereka atau kawasan tangkap para nelayan.

“Hal itu akan mengurangi cost dari nelayan, di samping itu, kualitas ikan juga tetap terjaga,” jelas Wahyu.

Sementara itu, salah seorang pengusaha asal Karimun, Achuan mengatakan, pihaknya meminta agar penujukan wilayah kerja itu segera dilakukan. Contohnya, jika harus dipaksakan ke Moro, maka para pengusaha dan nelayan di sana akan kesulitan karena jarak tempuh yang mencapai satu jam lebih.

“Kami minta Tanjungbalai Karimun juga dijadikan pelabuhan. Dari dulu sampai sekarang, aktivitasnya sangat sarat. Kami juga sudah lihat fasilitas di Moro belum memadai,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt. Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Tenny Permana. Menurutnya, HNSI Kepri akan terus memantau perkembangan di setiap kabupaten/kota. Sejauh ini, yang menjadi kekhawatiran utama para nelayan adalah perihal keselamatan dan keamanan saat pelabuhan itu beroperasi.

“Kapal dan alat lainnya akan meminta agar fasilitas yang ada cukup merata. Meski tetap ada plus minusnya,” pintanya.(***)

Redaksi

Recent Posts

Pemko Batam Siap Perkuat Peran LAM Lewat Ranperda dan Dukungan Anggaran

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang…

4 jam ago

324 Guru SMP di Batam Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Sekolah

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat kapasitas guru Sekolah Menengah Pertama (SMP)…

4 jam ago

Momentum Hari Kartini, Amsakar Angkat Peran Strategis Satpol PP,  Satlinmas dan Damkar

AriraNews.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya peran aparat dalam menjaga ketertiban…

7 jam ago

PAD Terus Meningkat, Batam Dipercaya jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal Nasional

AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…

20 jam ago

Respons Cepat SAR Natuna, Dua Nelayan Selamat dari Insiden Pompong Mati Mesin di Anambas

Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…

1 hari ago

Antisipasi Risiko Penerbangan, Lanud Raden Sadjad Lakukan Penataan Drainase

Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…

1 hari ago