AriraNews.com, Batam – Patung Ksatria Hang Nadim yang berada dekat gerbang masuk Markas Pangkalan TNI AU Hang Nadim, Nongsa, Batam, Kepri, kini menjadi daya tarik masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang datang dan mengabadikan momen di bawah patung tersebut.
Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, mengatakan masyarakat bebas untuk datang dan berfoto di patung Hang Nadim. “Asal terlebih dulu melapor di penjagaan,” kata Hendro, Jumat (7/11/2025)
Hendro menjelaskan bahwa monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Laksamana Hang Nadim, yang dikenal sebagai tokoh cerdas dan pemberani dalam melawan penjajahan. Dengan hadirnya monumen tersebut dapat mengingatkan masyarakat atas jasa-jasanya.
“Nama Hang Nadim yang digunakan sebagai identitas Lanud bukan sekadar penamaan, melainkan representasi nilai luhur yang wajib dipahami dan dihayati oleh seluruh prajurit,” ujar Letkol Hendro.
Sebelumnya, Panglima Komando Daerah Udara I (Pangkodau I) Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M., meresmikan Patung Ksatria Hang Nadim di Pangkalan TNI AU Hang Nadim, Nongsa, Batam, Kepri, Minggu (14/9/2025). Peresmian ini menjadi simbol penghormatan terhadap pahlawan daerah serta upaya memperkuat nilai-nilai historis bagi generasi muda.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau H. Iman Sutiawan, S.E., dan Dandim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, S.Sos, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Seremoni peresmian diawali dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Marsda TNI Muzafar. Patung yang menggambarkan sosok Laksamana Hang Nadim—pahlawan besar Melayu—diharapkan menjadi pengingat akan semangat perjuangan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa.
Sebagai rangkaian kegiatan, dilakukan pula penanaman pohon di kawasan Taman Raja Melayu sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Aksi ini sekaligus menjadi simbol komitmen TNI AU dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam di tengah laju pembangunan kota. (ara)







