Pemerintah Pusat Kucurkan Rp1,1 Miliar, Asrama Haji Natuna Disulap Jadi Sekolah Rakyat Sementara

Tampak bangunan Asrama Haji Natuna, tengah di rehabilitasi untuk dijadikan sekolah Rakyat sementara

Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi bangunan dan menyediakan berbagai sarana pendukung pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di wilayah perbatasan.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berbasis asrama secara gratis yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan hidup.

BACA JUGA:  Tekan Inflasi dan Dorong Digitalisasi, Pemkab Natuna Gandeng BI dalam HLM 2026

Natuna menjadi salah satu wilayah prioritas program ini karena masih menghadapi tantangan kesejahteraan sosial yang cukup besar.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Natuna tengah mempercepat proses rehabilitasi Asrama Haji Natuna yang akan difungsikan sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat, sambil menunggu pembangunan gedung permanen yang direncanakan pemerintah pusat tahun depan.

Pelaksana kegiatan, Wan Ricco Saputra, mengatakan bahwa proses rehabilitasi dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, guna mempercepat pemanfaatan fasilitas tersebut.

“Memang saat ini kami siang malam terus menggesa rehab ini agar asrama bisa segera digunakan untuk Sekolah Rakyat sementara,” ujar Ricco saat ditemui di lokasi pengerjaan, Selasa (8/7/2025) sore.

BACA JUGA:  Kolaborasi Lintas Sektor, Kejari Natuna Gencarkan Edukasi Hukum Program KMP

Rehabilitasi meliputi perbaikan plafon, atap bocor, instalasi lampu, hingga pengecatan gedung. Total anggaran rehabilitasi mencapai sekitar Rp400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan dikerjakan secara swakelola.

Bangunan asrama nantinya akan difungsikan menjadi empat ruang utama, yaitu ruang kelas, ruang guru, laboratorium, dan asrama siswa.

Pemerintah juga mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp700 juta untuk pengadaan sarana penunjang pendidikan, seperti meja dan kursi belajar, tempat tidur dan kasur, lemari pakaian, lemari arsip, kipas angin, hingga perlengkapan guru.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Natuna Ikuti Retreat Nasional di Akmil Magelang

“Kami optimis semua kebutuhan segera terpenuhi agar Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target dan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin di Natuna,” tambah Ricco.

Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya memberi akses pendidikan formal, tetapi juga membekali para siswa dengan keterampilan hidup, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengangkat taraf hidup keluarga serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (dod)