Suasana seusai penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Natuna dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna.
Ariranews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna terus memperkuat tata kelola data sektoral sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kebijakan pembangunan daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Natuna dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna terkait penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan/atau informasi statistik.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama Kepala BPS Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, di Ruang Kerja Bupati, Bukit Arai, Senin (6/4/2026).
Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah krusial dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah berbasis pada data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, penguatan tata kelola data tidak hanya penting dalam proses perencanaan, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah menyambut baik kerja sama ini. Tentunya ini adalah langkah yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami berharap implementasi MoU ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, menjelaskan bahwa nota kesepakatan tersebut berfungsi sebagai payung hukum dalam memperkuat integrasi pengelolaan data statistik sektoral di daerah.
Ia menyebut, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin selama lebih dari tiga tahun antara Pemkab Natuna dan BPS.
“Ini untuk mengikat sekaligus memperkuat pengelolaan data sektoral, sehingga memiliki dasar yang lebih kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan bahwa pengelolaan statistik tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga menjangkau hingga tingkat desa melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Program ini difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara mandiri, sehingga mampu mendukung pembangunan berbasis data dari tingkat paling bawah.
Untuk tahun anggaran 2026, BPS Natuna menetapkan tiga desa di Kecamatan Bunguran Timur sebagai lokasi sasaran program, yakni Desa Sepempang, Desa Sungai Ulu, dan Desa Batu Gajah.
“Setiap tahun kami belum bisa menjangkau seluruh desa karena keterbatasan SDM. Namun program ini tetap berjalan dan akan bergilir ke desa lainnya pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Ia juga berharap adanya dukungan aktif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Natuna agar penguatan statistik sektoral dapat berjalan optimal dan selaras dengan arah pembangunan nasional maupun daerah.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan tata kelola data di Kabupaten Natuna semakin terintegrasi dan berkualitas, sehingga mampu melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. (Dod)
AriraNews.com, Batam - Kota Batam kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Dalam…
Ariranews.com, Natuna – Respons cepat Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menyelamatkan dua nelayan…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya mengantisipasi risiko penerbangan, Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA)…
Ariranews.com, Natuna – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng…
Ariranews.com, Natuna – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melakukan uji fungsi repeater di Gunung…
AriraNews.com, Batam - Harga bahan pokok di Batam terancam melonjak tajam menyusul kenaikan signifikan harga…