Konsep Dapur SPPG Pulau Kecil untuk Pemerataan Distribusi MBG di Kepri

Avatar photo
Distribusi MBG di SMAN 1 Ranai, Natuna pertengahan September 2025 lalu. Pemprov Kepri tengah mempersiapkan konsep Dapur SPPG Pulau Kecil untuk pemerataan distribusi MBG di Kepri yang terdiri dari banyak pulau. (Diskominfo Kepri)

AriraNews.com, Tanjungpinang – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi menyebut tengah menyusun konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus untuk pemerataan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau.

Hal ini disampaikan Rika dalam rapat tindak lanjut pelaksanaan Program MBG dan percepatan penuntasan TBC dipimpin Gubernur Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (2/10/2025).

BACA JUGA:  Kejaksaan Hadir untuk Nelayan Natuna, Wakajati Kepri Serahkan Bantuan di Teluk Sahi

“Distribusi pangan di pulau-pulau kecil tidak mudah. Karena itu, kita sedang menyusun konsep dapur SPPG khusus pulau kecil agar layanan lebih merata,” jelas Rika.

Selain itu, evaluasi serius juga dilakukan menyusul dugaan keracunan di Karimun dan Batam. Dua SPPG untuk sementara dihentikan sembari menunggu hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan dan BPOM.

BACA JUGA:  Jaga Konektivitas Natuna, Pemkab Surati Kemenhub Soal Jadwal Docking KM Bukit Raya

“Prinsipnya, makanan yang diberikan harus sehat, aman dan bergizi,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas, Pemprov Kepri menyalurkan rapid test kit, memperkuat pengawasan pangan, menggandeng kelompok tani, hingga mewajibkan sekolah penerima manfaat menunjuk guru penanggung jawab distribusi dengan insentif harian Rp100 ribu.

Rika menjelaskan, realisasi pelaksanaan program MBG di Kepri hingga 29 September 2025 telah mencapai 52,23 persen atau 333.282 orang dari total sasaran 638.047 penerima manfaat.

BACA JUGA:  BI Kepri Optimistis 2026 Ekonomi Tumbuh Meski Sektor Tambang Melambat, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Motor Baru

Dari segi target, Batam menjadi daerah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 376.294 orang, disusul Karimun 74.590 orang dan Tanjungpinang 65.063 orang. Tantangan terbesar, ada di wilayah pulau kecil dengan 51.540 penerima manfaat. (adv/ara)