Batam  

Dinkes Batam Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Ini Syarat dan Cara Mendaftar

Avatar photo
Program Cek Kesehatan Gratis saat ulang tahun mulai berlaku bulan Februari 2025 di Kota Batam. Program tersebut dilaunching Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam di 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota Batam, Senin (3/2/2025).

AriraNews.com, Batam – Program Cek Kesehatan Gratis saat ulang tahun mulai berlaku bulan Februari 2025 di Kota Batam. Program tersebut dilaunching
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam di 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota Batam, Senin (3/2/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan dengan adanya cek kesehatan gratis, penyakit bisa dideteksi lebih dini dan kemungkinan bisa sembuh lebih besar. Sehingga, masalah serius seperti kecacatan dan kematian lebih bisa dicegah.

Adapun cara mengikuti program ini masyarakat harus mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile di Playstore atau Appstore. Kemudian, isi data diri untuk mendaftar akun. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan pesan konfirmasi pendaftaran akun Satu Sehat. Jawab beberapa pertanyaan yang berisi paket skrining untuk mendapatkan kode tiket.

BACA JUGA:  Ini Jawaban BP Batam Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar

Selanjutnya, datang ke puskemas atau FKTP terdekat sambil membawa kartu identitas (KTP/KK/KIA), kode tiket, dan hasil skrining mandiri. Anda berhasil memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Paket skrining yang didapatkan berupa: gula darah, tekanan darah, kesehatan ginjal, kesehatan jiwa.

Hasil pemeriksaan akan tertera di aplikasi Satu Sehat Mobil bagian Hasil Pemeriksaan Kesehatan.

BACA JUGA:  Amsakar Motivasi Finalis Duta Wisata Batam 2026, Garda Depan Promosi Daerah

Program cek kesehatan gratis saat ulang tahun diperuntukkan bagi usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lansia.

Berikut rincian pemeriksaan kesehatan gratis saat ulang tahun.

Bayi Baru Lahir: Deteksi dini terhadap kondisi seperti kekurangan hormon tiroid, G6PD, adrenal, penyakit jantung bawaan kritis, serta masalah pertumbuhan. Pemeriksaan dilakukan saat bayi berusia dua hari (H+2).

Balita dan Anak Pra Sekolah: Pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, serta deteksi dini penyakit tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus.

BACA JUGA:  Bukan Pendaratan Darurat, Ini Penyebab Tertundanya Keberangkatan JCH Kloter 5 Batam

Dewasa: Pemeriksaan akan mencakup evaluasi terhadap faktor risiko kardiovaskular, tuberkulosis dan PPOK, deteksi dini terhadap kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, don kanker usus, fungsi indera, serta kesehatan jiwa, hati, serta calon pengantin

Lansia: Pada lanjut usia (Lansia), akan difokuskan pada deteksi masalah kesehatan umum, seperti geriatri (kesehatan usia lanjut), gangguan kardiovaskular, paru, kanker, fungel indera, serta kesehatan jiwa dan hati. (ara)