Perkuat Respon Darurat di Wilayah Kepulauan, Kantor SAR Natuna Gelar Diklat Medical First Responder

Kepala Kantor SAR Natuna saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Medical First Responder (MFR).

Natuna,Ariranews.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Medical First Responder (MFR) sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan kondisi darurat di wilayah kepulauan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 25 hari, mulai 3 hingga 27 Agustus 2026, di Kabupaten Natuna.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas personel SAR, relawan, dan unsur masyarakat mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dibekali kemampuan dasar pertolongan medis agar mampu memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat sebelum tim medis lanjutan tiba di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi personel SAR, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Revitalisasi TK Angkasa Lanud Raden Sadjad Dikebut, Danlanud Tinjau Langsung Progres Pembangunan

“Pelatihan ini bukan sekadar meningkatkan kompetensi personel SAR, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Harapan kami, setiap peserta mampu menjadi first responder yang dapat memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat, sehingga peluang keselamatan korban semakin besar sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan,” kata Abdul Rahman.

Menurutnya, kondisi geografis Natuna yang didominasi wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan keadaan darurat. Jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan kerap menjadi kendala saat terjadi kecelakaan, baik di laut maupun di darat.

“Karena itu, kemampuan Medical First Responder menjadi sangat penting. Sepuluh menit pertama setelah kejadian merupakan golden time yang sangat menentukan keselamatan korban. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan semakin banyak orang yang memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama secara tepat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jumat Berkah Satlantas Polres Natuna, Bansos Disalurkan hingga Pelosok Desa untuk Warga Kurang Mampu

Abdul Rahman menambahkan, tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas personel SAR, relawan, dan masyarakat agar mampu memberikan pertolongan medis awal secara cepat, tepat, dan aman. Dengan semakin banyak Medical First Responder yang terlatih, diharapkan respons terhadap kondisi darurat di wilayah kepulauan menjadi lebih efektif sehingga dapat meminimalkan risiko fatalitas sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selama pelatihan, peserta menerima berbagai materi, mulai dari penilaian awal kondisi korban, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian perdarahan, penanganan patah tulang, hingga teknik evakuasi korban. Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti praktik lapangan dan simulasi berbagai skenario penanganan kecelakaan untuk mengasah keterampilan secara langsung.

BACA JUGA:  Basarnas Natuna Bekali Pelajar dan Mahasiswa Keterampilan SAR, Perkuat Budaya Keselamatan di Wilayah Kepulauan

Ia menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kantor SAR Natuna dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan sekaligus memperkuat budaya keselamatan di tengah masyarakat.

“Harapan kami, para peserta tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang diperoleh saat bertugas, tetapi juga dapat menjadi penggerak budaya keselamatan di lingkungan masing-masing. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan pertolongan pertama, peluang menyelamatkan korban dalam kondisi darurat akan semakin besar,” tutup Abdul Rahman.

(Dod)