Ekonomi

QRIS Cross Border Bantu Tour Leader Kurangi Risiko dan Tak Repot Tukar Uang

AriraNews.com, Batam – Bolak balik ke luar negeri, khususnya ke Malaysia dan Singapura bukan hal yang baru bagi Surya Wijaya. Bahkan sudah tak terhitung berapa kali. Bahkan Malaysia dan Singapura sudah menjadi ‘rumah’ kedua bagi pria berpenampilan supel ini.

Surya begitu akrab dengan jalan, tempat, kuliner, budaya kedua negeri jiran tersebut, khususnya Malaysia. Saat ini Surya Wijaya merupakan Ketua Himpunan Praktisi Tour Leader Indonesia (HIPTI), yang baru terbentuk 20 Mei 2025, yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. “HIPTI menjadi wadah resmi yang memperjuangkan hak, perlindungan kerja, dan pengembangan kapasitas para Tour Leader,” kata Surya.

Nah, profesi inilah yang membuat Surya bolak balik ke Malaysia dan Singapura. Namun, jauh sebelum menjadi ketua HIPTI, Surya pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Provinsi Kepri masa bakti 2016-2025. “Sebelum jadi Ketua Aspabri, saya sudah bolak balik ke Malaysia,” ujar Surya, sembari tersenyum.

Surya Wijaya.

Menjadi seorang Tour Leader apalagi sebagai Ketua HIPTI, membuat Surya harus Up to Date perkembangan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara ASEAN. Termasuk lanjut Surya, perkembangan teknologi sistem keuangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border. “Karena kita bawa tamu bukan ke Malaysia, Singapura saja, tapi juga ke Thailand,” ungkapnya.

Dikutip dari laman Bank Indonesia (BI), QRIS Cross Border diluncurkan, Presiden Joko Widodo, Senin (29/08/2022), di Gedung Thamrin, Bank Indonesia (BI), Jakarta. Sistem keuangan ini untuk menyambungkan sistem pembayaran Indonesia ke dunia, dimulai dari kawasan regional ASEAN.

Tujuannya untuk memfasilitasi transaksi pembayaran lintas negara yang lebih mudah, praktis, dan efisien, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha. QRIS Cross Border memungkinkan transaksi pembayaran di luar negeri menggunakan kode QRIS yang sudah dikenal, tanpa perlu repot menukar uang atau menggunakan kartu fisik.

Sedangkan di dalam negeri mendukung pariwisata, UMKM, dan juga mendukung ekonomi keuangan digital secara nasional. Seperti diketahui, saat ini QRIS Cross Border sudah berlaku di tiga negara, antara lain Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Sejak QRIS Cross Border diluncurkan kami sudah langsung gunakan,” kata Surya Wijaya, Senin (30/6/2025).

Diakui Surya, QRIS Cross Border sangat membantu dalam melakukan perjalanan wisata ke luar negeri. Pertama tak perlu repot lagi menukarkan uang Rupiah di Money Changer sebelum berangkat. Kedua, sangat memudahkan pembayaran setelah sampai di tempat tujuan. Ketiga, nilai tukar mata uang atau kurs juga menggunakan kurs berjalan. Keempat lebih aman. “Sebagai Tour Leader kita yang Handle (tangani) semua, mulai dari transportasi, makan, hingga hotel atau penginapan. Jadi kita tak perlu repot lagi banyak bawa Ringgit di dompet. Kalau dulu kita harus bawa banyak,” ungkapnya.

Surya Wijaya saat menggunakan QRIS Cross Border di Malaysia.
Surya Wijaya saat menggunakan QRIS Cross Border di Malaysia.

Surya mencontohkan aplikasi QRIS Bank BCA dan OCBC yang biasa dia gunakan ketika melakukan perjalanan ke Malaysia. “Di BCA kalau merchant tak bisa pakai QRIS kita bisa menggunakan fasilitas Valas dengan kurs berjalan. Setelah kita pulang dari Malaysia atau Singapura, sisa uang yang ada di dalam bisa kita jual kembali,” ungkap Surya, sambil menunjukkan video saat menggunakan QRIS Cross Border di salah satu tempat di Johor, Malaysia.

Namun, ungkap Surya, karena masih tergolong baru, belum semua merchant di Malaysia dan Singapura yang menggunakan sistem ini. Meski demikian, dia bersama rekannya sesama Tour Leader sangat terbantu dengan adanya sistem keuangan ini. “Dua border emas ini, Malaysia dan Singapura harus menjadi prioritas utama dengan memperbanyak Merchant yang bekerja sama,” harapnya.

Selaku Ketua HIPTI, Surya mengatakan ikut mensosialisasikan QRIS Cross Border pada anggota dan wisatawan yang akan ke luar negeri mau pun sebaliknya. “Perkembangan sistem keuangan ini terus kita sosialisasikan pada anggota. Sebelum membawa tamu ke luar negeri juga kita jelaskan, supaya mereka tak repot menukarkan uang sebelum berangkat,” kata Surya, yang juga hadir dalam sosialisasi edukasi QRIS Cross Border kepada Asosiasi Pariwisata Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) dan DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, pada Selasa (23/01/2024) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri.

Kepada Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Surya berharap QRIS Cross Border ini terus disosialisasikan, khususnya pada HIPTI. “Karena kami, Tour Leader memang Usernya,” kata Surya.

Hal senada juga disampaikan Sumantri Endang, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Internasional ASITA Kepri. Secara umum sistem ini sangat membantu dalam melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura. Ke depan dia berharap agar ada situs yang bisa menginformasikan outlets atau bidang usaha yang sudah menggunakan QRIS Cross Border ini, baik yang ada di luar dan dalam negeri. Sehingga mudah diakses dan menjelaskannya pada pelaku dan wisatawan.

Sumantri Endang, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Internasional ASITA Kepri (bertopi) saat mengikuti promosi wisata di Bandar Penawar, Johor, Malaysia, beberapa waktu lalu.

“Kami berharap ada situs atau Website yang Update memuat Outlets yang sudah bekerja sama atau dapat menggunakan sistem ini, sehingga kita lebih mudah menjelaskannya pada calon wisatawan. Karena informasi dari kawan-kawan walaupun ada nama banknya tapi gagal bertransaksi. Pengalaman di Malaysia dan Thailand pakai QRIS dan gagal jadi repot banget urusannya ke bank. Itu dua hari lalu,” ungkapnya, Senin (30/6/2025).

Hal berbeda diutarakan Andra S Kelana, Perwakilan KPJ Healthcare Berhad, Malaysia di Batam. Dia mengaku belum mendapatkan sosialisasi secara langsung. Diketahui, KPJ Healthcare menjadi tujuan utama wisata medis dari Indonesia, khususnya dari Kepri. Tahun 2023, tercatat 15 ribu pasien asal Indonesia berobat ke KPJ Healthcare. Andra pun berharap BI Kepri, atau pun lembaga keuangan dapat melihat potensi ini dengan melakukan sosialisasi di Batam pada pelaku wisata medis serta mendorong kerja sama penggunaan QRIS di rumah sakit yang dituju. Andra mengaku belum mengetahui berapa limit transaksi bisa digunakan dengan QRIS di luar negeri. “Ajak orang BI ke KPJ, silaturahmi dan sosialisasi,” saran Andra.

Dikutip dari BCA.co.id, BCA melakukan penyesuaian limit harian untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi melalui fitur QRIS Cross Border di BCA Mobile per 27 Maret 2024, sebesar Rp25 juta.

Sementara, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Ardiwinata mengaku terus mensosialisasikan program tersebut kepada pelaku pariwisata. Karena banyak manfaat yang didapatkan. “Kita ikut mensosialisasikan kepada pelaku pariwisata manfaat dan kemudahan dalam menggunakan QRIS Cross Border tersebut,” katanya, awal bulan Juli 2025.

Terpisah, Kepala Cabang Utama Bank BTN Batam, Wahyudi Gusti Antony, memaparkan keunggulan aplikasi balé by BTN yang bisa melakukan transaksi di luar negeri pada Merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS dalam sosialisasi Program Rumah Subsidi pada Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam, Kamis (22/5/2025). Bahkan ungkapnya, BTN memiliki promo Cashback untuk transaksi menggunakan QRIS balé by BTN di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dari data Bank Indonesia Perwakilan (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), perkembangan penggunaan QRIS Cross Border di wilayah Kepri menunjukkan perkembangan positif. Volume transaksi mata uang Ringgit ke Rupiah, pada periode Januari-April 2025 sebanyak 21.715 transaksi, Growth: 384% (yoy), dengan jumlah nominal Rp6,96 Miliar. Sementara, volume transaksi Dolar Singapura ke Rupiah periode yang sama sebanyak 4.883 transaksi, Growth: 445% (yoy), dengan jumlah nominal Rp1,69 Miliar. Sedangkan volume transaksi Baht Thailand di periode yang sama sebanyak 198 transaksi, Growth: 761% (yoy), dengan jumlah nominal Rp14,76 Juta.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Adidoyo Prakoso mencatat adanya 26.796 transaksi QRIS lintas negara hingga April 2025. Malaysia menjadi mitra terbesar, disusul Singapura, dan Thailand.

“Ini bagian dari integrasi sistem pembayaran ASEAN. Masyarakat dan pelaku usaha kini lebih mudah bertransaksi lintas negara. QRIS Cross Border memungkinkan Rupiah hadir di setiap transaksi luar negeri,” ujar Adidoyo di Batam.

Pertumbuhan penggunaan QRIS di Kepri pun tercatat signifikan. Hingga April 2025, terdapat 628.056 Merchant yang telah mengimplementasikan QRIS, naik 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Batam menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 81,98 persen dari total Merchant.

Akselerasi pertumbuhan transaksi QRIS lintas negara ini terus menunjukkan tren positif, baik itu sisi Inbound maupun Outbound. Pengguna Indonesia dan negara mitra semakin meningkat.

Dari sisi Inbound, volume transaksi QRIS Cross Border oleh pengguna asing di Indonesia meningkat 241% secara tahunan (YoY) per April 2025. Sebaliknya, dari sisi volume transaksi pengguna untuk orang Indonesia di negara mitra meningkat 176% YoY.

QRIS antar Indonesia dan Malaysia mengalami pertumbuhan total volume transaksi terbesar mencapai 238% YoY. Di mana, transaksi Nett Inbound dari Malaysia menjadi paling besar dibandingkan ketiga negara lainnya. Aliran Nett Inbound positif didominasi transaksi pada sektor Makanan dan Minuman, Hotel dan Restoran, serta Transportasi.

Sukses di Malaysia, Singapura, dan Thailand, BI akan melakukan uji coba QRIS Cross Border untuk dua negara, yaitu Arab Saudi dan China. Bahkan, pada 17 Agustus 2025 mendatang, QRIS cross border disebut-sebut akan mulai bisa digunakan di Jepang.

Diketahui aplikasi pembayaran Indonesia yang bisa Scan QR Malaysia di antaranya: CIMB Niaga, Bank Sinarmas, BCA, Bank Mega, Permata Bank, BSI, Bank BPD Bali, DANA, OTTOCASH, balé by BTN, LinkAja. Sementara, di Singapura di antaranya: CIMB Niaga, Bank Sinarmas, BCA, Bank Mega, Permata Bank, BSI, Bank BPD Bali, DANA, balé by BTN, Bank BRI, dan netsme.

Sedangkan merchant di Malaysia yang menerima pembayaran QRIS Cross Border yang memiliki logo DuitNow atau logo bank partner yang terintegrasi dengan jaringan QRIS. Beberapa bank partner di Malaysia yang mendukung QRIS Cross Border antara lain Public Bank Berhad, Razer Merchant Services Sdn Bhd, United Overseas Bank Berhad, TNG Digital Sdn Bhd, Axiata Digital eCode Sdn Bhd (Boost), AmBank Malaysia Berhad, Maybank Berhad, dan Hong Leong Bank Berhad.

Di Singapura, bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di merchant yang terintegrasi dengan sistem pembayaran SGQR melalui jaringan NETS, berlogo NETS atau SGQR + NETS.

Di Thailand yang mendukung QRIS Cross Border antara lain Bangkok Bank, Krungsri (Bank of Ayudhya), dan CIMB Thai. (qrf)

Redaksi

Recent Posts

Rayakan HUT ke-80 TNI AU, Lanud RSA Perkuat Soliditas Lewat Lomba Mancing

Ariranews.com, Natuna – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Pangkalan…

52 menit ago

Aspirasi Nelayan Menguat, Marzuki Usulkan Penambahan BBM Subsidi

Ariranews.com, Natuna – Aspirasi nelayan di wilayah perbatasan kian menguat terkait keterbatasan bahan bakar minyak…

3 jam ago

Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

AriraNews.com, Batam - Ratusan warga RW 13 Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Kota…

11 jam ago

Pengesahan Ranperda LAM Batam Tunggu Fasilitasi Gubernur Kepri

AriraNews.com, Batam - Upaya pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) di…

19 jam ago

Li Claudia Minta Sinkronisasi Data Kependudukan Dioptimalkan

AriraNews.com, BATAM - Pemerintah Kota Batam terus mengakselerasi pembenahan data kependudukan sebagai fondasi utama dalam…

19 jam ago

Boy Kharisma Nahkodai Perwara Indonesia, Ajak Anggota Kompak dan Solid

AriraNews.com, Batam - Boy Karisma terpilih dan resmi menyandang status sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pemandu…

21 jam ago