Bumi Mulai Berputar Lebih Cepat, Ada Apa?

Avatar photo

Ariranews.com: Pada tahun 2020 lalu para ilmuwan membuat penemuan yang mengejutkan. Mereka menemukan bahwa bumi mulai berputar lebih cepat. Faktanya, rekor 28 hari terpendek semuanya terjadi selama tahun 2020.

Selama ini, para ilmuwan mendefinisikan waktu satu hari itu 86.400 detik atau setara 24 jam, waktu yang dibutuhkan Planet Bumi untuk berotasi sekali.

Namun dalam sejarahnya, Bumi tidak berotasi secara sempurna dan seragam seperti waktu tersebut.

Rotasi Bumi sebenarnya melambat sehingga rata-rata panjang hari meningkat sekitar 1,8 milidetik per abad. Ini berarti bahwa 600 juta tahun yang lalu, waktu dalam satu hari hanya berlangsung selama 21 jam.

BACA JUGA:  BBM Industri Melonjak, HIPKI Nilai HPM Tak Lagi Sesuai Realitas dan Minta Kembali ke Harga Mulut Tambang

Melansir Kontan.co.id yang mengutip Science Focus, Rabu (2/6/2021), variasi panjang hari disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk efek pasang surut Bulan dan Matahari, kopling inti-mantel di dalam Bumi, dan distribusi massa keseluruhan di planet ini.

Aktivitas seismik, glasiasi, cuaca, lautan, dan medan magnet bumi juga dapat memengaruhi panjang hari.

Sampai saat ini, para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan peningkatan laju rotasi Bumi ini, tetapi beberapa orang berpendapat bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh mencairnya gletser selama abad ke-20, atau akumulasi air dalam jumlah besar di reservoir belahan bumi utara. 

BACA JUGA:  BBM Industri Melonjak, HIPKI Nilai HPM Tak Lagi Sesuai Realitas dan Minta Kembali ke Harga Mulut Tambang

Namun, para ahli memperkirakan bahwa perputaran Bumi yang lebih cepat ini adalah efek sementara dan Bumi akan mulai melambat lagi di masa depan.

Haruskah kita khawatir? Meskipun tidak akan berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari, mungkin ada implikasi serius untuk teknologi seperti satelit GPS, telepon pintar, komputer, dan jaringan komunikasi, yang semuanya bergantung pada sistem waktu yang sangat akurat. 

BACA JUGA:  BBM Industri Melonjak, HIPKI Nilai HPM Tak Lagi Sesuai Realitas dan Minta Kembali ke Harga Mulut Tambang

Tetapi masalah seperti itu pada akhirnya dapat diatasi, mungkin hanya dengan mengurangi satu detik kabisat daripada menambahkan satu.

Jadi tidak, kita tidak perlu khawatir, kecuali pemendekan hari tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia.(*/emr)