Kabid Humas Polda Kepri, Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad: Butuh Komitmen Bersama Dalam Mencegah TPPO

Avatar photo
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan TPPO dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural di Aula Kantor Kecamatan Nongsa Batam, Kamis (31/8/2023).

AriraNews.com, Batam – Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan masalah serius yang sering terjadi di wilayah Kepulauan Riau. Banyak kasus TPPO yang telah diungkap.

“Sehingga perlu kesadaran kolektif untuk menghadapinya,” kata Pandra, dalam
kegiatan Sosialisasi Pencegahan TPPO dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural di Aula Kantor Kecamatan Nongsa Batam, Kamis (31/8/2023).

BACA JUGA:  Catatan Perayaan 17 Tahun Batam Folding Bike dan 19 Tahun Indonesia Folding Bike

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Nongsa Arfandi, Perwakilan BP2MI, Perwakilan Imigrasi Batam, Babinsa Kecamatan Nongsa, Bhabinkamtibmas Kecamatan Nongsa, Prabinmas Satpol PP, Perwakilan Disnaker Batam, RT/RW Kecamatan Nongsa, LPM Kelurahan Kabil dan sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Nongsa.

Dalam sosialisasi tersebut Pandra menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan Polda Kepri dalam upaya mencegah TPPO, mulai dari sosialisasi, bekerja sama dengan instansi terkait hingga melakukan penegakan hukum.

BACA JUGA:  Tarif Baru Layanan Peti Kemas di Pelabuhan Batu Ampar Ditunda hingga 31 Agustus 2026

Kemudian Pandra juga memaparkan alasan masyarakat Indonesia menjadi PMI ilegal di luar negeri, di antaranya terbatasnya lapangan kerja, terbatasnya akses penempatan tenaga kerja di luar negeri, dan manisnya bujuk rayu yang diperoleh calon PMI.

“Sehingga para PMI ilegal ini memiliki potensi menjadi korban penipuan dan eksploitasi,” ungkapnya.

Pandra Arsyad berharap sosialisasi tentang pencegahan TPPO ini menjadikan komitmen bersama dalam upaya mencegah TPPO di wilayah Kepri khususnya.(ara)

BACA JUGA:  Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam