Batam  

Harap Sabar! Pelebaran Jalan Cikitsu Dimulai Maret 2025

Avatar photo
Jalan raya depan Perumahan Cikitsu, Batam Kota, yang rusak parah dan jadi salah satu titik macet.

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) akan mulai memperbaiki jalan depan Cikitsu, Batam Kota, bulan Maret 2025.

“Lelang pada awal Februari 2025 mendatang. Biasa lelang prosesnya satu bulanan,” kata Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, Kamis (30/1/2025).

Saat ini ruas jalan tersebut kondisinya cukup parah. Jalan banyak berlubang. Selain itu di ruas jalan tersebut juga jadi salah satu titik macet di jam sibuk.

BACA JUGA:  Permata Seni Budaya Singapura Bawa Semangat Pelestarian Budaya Melayu ke Kenduri Seni Melayu 2026

Jalan tersebut nantinya juga akan dilebarkan dan jadi dia arah. Mulai dari Simpang Perumahan Papa Mama hingga ke arah Jalan  Hang Tuah atau jalan besar ke arah Bandara Internasional Hang Nadim.

Jalan tersebut rencananya menjadi empat lajur. Dua lajur di kiri dan dua lajur di kanan. Untuk lebar jalannya kurang lebih 12 meter.

“Tahap awal kita sudah lakukan penertiban seluruh pedagang yang ada di lokasi dan sudah tebang pohon,” kata Kepala Bidang Bina Marga Kota Batam Dohar Hasibuan.

BACA JUGA:  BRI Peduli Salurkan Bantuan Sound System untuk Masjid Jami’ Nurul Amanatul Haq di Batam

Dohar menyebut, jika lajur di jalan Cikitsu ditambah dua, sudah sangat cukup untuk memperlancar arus kendaraan yang melintas di lokasi.

“Sekarang ini jalan tersebut selalu macet karena kondisi jalan kurang bagus, ditambah lagi kondisi jalan sempit, hanya ada dua lajur,” katanya.

Ia berharap jika nanti jalan tersebut sudah empat lajur, tidak ada macet lagi di sana.

BACA JUGA:  Masyarakat Batam Bisa Daftar Bansos Lewat Online

“Daerah Cikitsu ini lebih banyak dilalui kendaraan pribadi, bukan angkutan perusahaan atau lainnya. Jadi kalau jalan bagus otomatis arus lalu lintas akan lancar,” kata Dohar.

Selama pekerjaan nantinya, tidak ada pengalihan jalan. Kendaraan tetap bisa melintas seperti biasanya, karena pengerjaannya secara bertahap.

“Misalnya kita kerjakan sisi kiri dulu, kendaraan bisa lewat sisi kanan. Begitu sebaliknya,” katanya. (ara)