DPRD Kepri

Warga RW 13 Pancur Baru Harap Perbaikan Jalan dan Drainase Saat Reses, Taba Iskandar Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

AriraNews.com, Batam – Ratusan warga RW 13 Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri), H. Taba Iskandar, SH, MH, MSi, Sabtu (25/4/2026) malam.

Reses tersebut merupakan bagian dari Masa Sidang II tahun 2025–2026, di mana Taba turun langsung ke daerah pemilihan (Dapil) Kepri 6 yang meliputi Kecamatan Nongsa, Sei Beduk, Bulang, dan Galang.

Kegiatan reses yang dipusatkan di RT 03 RW 13 ini diawali dengan sambutan Ketua RW 13, Salim Hidayat. Dalam sambutannya, Salim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Taba Iskandar yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar (baju kuning) didampingi Ketua RW 13 Pancur Baru, Salim Hidayat (dia dari kiri) dan tokoh masyarakat setempat saat reses.

Selain sebagai anggota DPRD Kepri, Taba saat ini juga dipercaya sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri. Taba kata Salim, dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat sejak menjabat sebagai anggota DPRD Batam hingga pernah dipercaya menjadi Ketua DPRD Batam.

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

Salim juga memaparkan kondisi lingkungan RW 13 yang terdiri dari enam RT dengan masyarakat multi etnis yang hidup rukun dan damai. Meski demikian, masih terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas. Ia turut menjelaskan perkembangan lingkungan, mulai dari sarana prasarana hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ia berharap kehadiran Taba membawa manfaat nyata bagi masyarakat. “Kehadiran beliau membawa manfaat bagi kampung kita. Apa yang dibutuhkan mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Salim berharap Taba Iskandar dapat terus melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPRD Kepri agar aspirasi masyarakat tetap tersuarakan.

Suasana reses Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar di RW 13 Pancur Baru, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Taba Iskandar menyampaikan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Ia menjelaskan, selama 14 hari masa reses, dirinya melakukan kunjungan dan tatap muka di daerah pemilihan guna mendengarkan kebutuhan masyarakat atau yang dia sebut sebagai “belanja masalah”.

“Hasil reses akan dicatat dan dilaporkan dalam sidang DPRD Kepri, kemudian disampaikan ke pemerintah provinsi, Pemko Batam, hingga instansi vertikal terkait untuk ditindaklanjuti,” jelas Taba, yang merupakan anggota Fraksi Golkar di DPRD Kepri, tersebut.

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Taba menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat, meskipun tidak semuanya dapat langsung direalisasikan karena adanya pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan usulan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) serta mengawal prosesnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taba turut mengapresiasi kekompakan warga RW 13 yang dinilainya sebagai modal penting dalam pembangunan lingkungan. Ia berharap solidaritas tersebut terus terjaga.

Meski dihadapkan pada kondisi defisit anggaran di tingkat provinsi, Taba memastikan dirinya akan tetap berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah aspirasi disampaikan warga dalam dialog tersebut. Salah satunya disampaikan Asian Sinaga terkait kondisi jalan menuju SMA 28 yang dinilai curam dan membahayakan pengguna jalan. Meski pernah diperbaiki, kondisi jalan tersebut dinilai belum optimal.

Selain itu, persoalan drainase utama di jalan raya menuju Pancur Baru juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kondisi drainase yang tidak diperbaiki selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan banjir, bahkan saat tidak turun hujan. Genangan air yang disertai jalan berlubang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Warga RW 13 yang berjumlah sekitar 475 kepala keluarga juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas taman bermain anak. Permintaan tersebut telah lama diajukan kepada pemerintah, namun hingga kini belum terealisasi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Taba kembali menegaskan komitmennya untuk mencatat dan memperjuangkan seluruh usulan masyarakat melalui jalur yang sesuai. (emr)

Redaksi

Recent Posts

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

AriraNews.com, Batam - Rally Wisata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2026, di…

5 jam ago

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

AriraNews.com, Batam - Peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan…

13 jam ago

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di…

1 hari ago

Batam Prime International Football Series 2026 Perkuat Jejaring Sepak Bola Regional

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Welcome Dinner Batam Prime International Football Series…

1 hari ago

Suzuki XL7 Terbaru Mulai Diserahkan, 10 Konsumen Indomobil Batam Jadi yang Pertama

AriraNews.com, Batam – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memulai penyerahan perdana Suzuki XL7 kepada…

1 hari ago

Disbudpar Batam Hadirkan Klinik Kekayaan Intelektual di Mega Mall, Pendaftaran Karya Musik Gratis

AriraNews.com, Batam — Bagi masyarakat Kota Batam yang memiliki karya lagu dan musik ciptaan sendiri,…

2 hari ago