Kepri

Sikap PWI Kepri dan SPS Kepri Terkait Pernyataan Kadiskominfo Hasan

AriraNews.com, Batam – Nama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri Hasan sedang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat pers. Hal ini terkait pernyataannya di sebuah media daring soal pandangannya terhadap pers bakal mati jika tidak dibantu pemerintah.

Sementara itu, dalam klarifikasinya, Hasan merasa tidak pernah diwawancara oleh wartawan dari media yang menulis jika dirinya mengatakan otak media hanya ’meminta-minta’ dan media akan mati atau tidak bisa bertahan tanpa bantuan pemerintah.

Serta tendensi lain yang dituduhkan dalam berita tersebut.

Hasan.

“Kapan saya diwawancara, di mana? Saya merasa tidak pernah ada wartawan dari  media itu yang mewawancarai saya. Saya sudah baca beritanya, ada beberapa media yang menulis isinya sama, judulnya saja yang berbeda. Dan saya rasa ini ditulis oleh wartawan yang sama. Dan saya tegaskan isinya tidak benar, karena dasarnya saya tidak pernah diwawancara,” kata Hasan, dalam keterangan persnya.

Kunjungan Wisman Batam Meroket, hingga Juli 2026 Nyaris Tembus 1 Juta Kunjungan

Menurut dia, wartawan yang baik itu selalu memperhatikan Kode Etik Jurnalistik atau KEJ, tidak asal menaikkan berita, tidak tendensius dan tidak beropini dalam menulis.

Hasan juga mengatakan sudah mengklarifikasi langsung kepada media yang bersangkutan. “Saya sebagai Kepala Dinas Kominfo  merasa perlu untuk mengklarifikasi ini,” ujarnya.

Terlepas benar tidaknya ucapan itu keluar dari mulutnya, sikap Hasan sendiri terhadap media dinilai arogan. Banyak pihak yang memiliki pengalaman berhadapan dengan Hasan dan sama-sama mengakui sikapnya itu.

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) harus menjalin kemitraan publikasi dengan media yang sudah terverifikasi. Menurutnya, verifikasi perusahaan pers penting untuk menjaga standar pelayanan dari sisi konten maupun administrasi.

“Sesuai dengan pesan presiden, pemerintah harus ikut bertangungjawab membesarkan media. Ikut bertanggungjawab keberlangsungan kehidupan media dan bisnis media itu,” kata Candra, Jumat (7/4/2023).

Ia mengatakan, perusahaan pers dikatakan sudah terverifikasi jika sudah didata Dewan pers dan memenuhi persyaratan, sesuai dengan UU Pers No. 40 tahun 1999. Untuk itu, perlu adanya sinergitas antara pemerintah dengan daerah.

DPRD Tangsel Pelajari Strategi Batam Bangun Infrastruktur dan Perizinan untuk Jaga Iklim Investasi

“Pesan presiden semua harus ikut membesarkan media karena media itu pilar ke empat demokrasi. Bahwa stakehholder itu harus bertanggungjwab membesarkan bisnis media,” kata dia.

“Jadi tidak ada yang di beda-bedakan sepanjang media itu bekerja sama secara profesional dan taat kepada kode etik jurnalistik,” tambah dia.

Candra juga berkomentar soal tidak trasparannya anggaran yang dikelola oleh Diskomifo Kepri. Komentar Candra ini keluar usai beberapa media memberitakan soal dana publikasi yang diduga disalahgunakan.

Menurutnya, Diskominfo Kepri terkesan mengatur dan memainkan anggaran seenaknya dan memelihara media yang tidak terverifikasi untu kepentingan tertentu.

“Dana itu dana rakyat jangan sampai ada media yang diutamakan ada media yang dilupakan. Jangan sampai terjadi memelihara media tertentu tapi melupakan media yang lain. Kan harus proporsional dan profesional,” kata dia. 

Bedah Buku Wartawan Senior, KJK Targetkan Lahirnya Penulis Baru di Kepri

Senada, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Kepri, Ramon Damora meminta kepada Kepala Dinaskominfo Kepri, Hasan agar anggaran publikasi dipergunakan dengan bijak. Tujuannya jelas untuk menyemarakkan pembangunan melalui pemberitaan yang positif.

Ia mengatakan banyak laporan yang ia terima terkait arogansi Kadis kominfo kepada sejumlah wartawan ataupun pemilik media.

“Dia (Kadis Kominfo Kepri, Hasan) tampil dengan mengadu domba sesama pers.Dia juga memaping media, kalau seperti ini dia berarti mengkapitalisai pers jadinya,” kata dia.

Pihaknya juga meminta kepada Gubernur Kepri agar mengevaluasi kinerja bawahannya itu.

“Dari pada jadi duri dalam daging mending di copot saja,” kata dia.(emr)

Redaksi

Recent Posts

Kunjungan Wisman Batam Meroket, hingga Juli 2026 Nyaris Tembus 1 Juta Kunjungan

AriraNews.com, BATAM — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam mencapai 143.523 kunjungan pada Juli…

13 jam ago

DPRD Tangsel Pelajari Strategi Batam Bangun Infrastruktur dan Perizinan untuk Jaga Iklim Investasi

AriraNews.com, Batam - Strategi Batam menarik dan menjaga investasi melalui pembangunan infrastruktur menjadi perhatian DPRD…

15 jam ago

Bedah Buku Wartawan Senior, KJK Targetkan Lahirnya Penulis Baru di Kepri

AriraNews.com, TANJUNGPINANG – Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bakal menggelar bedah buku berjudul Menjaga Nurani: Suara…

16 jam ago

Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Air Dikebut hingga Akhir 2026

AriraNews.com, Batam - Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dilakukan…

1 hari ago

Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam Hadirkan Swiss-Kitchen LIVE, Pengalaman All-You-Can-Eat BBQ Beli 5 Gratis 1

AriraNews.com, BATAM - Sabtu malam di Batam kini semakin hidup dengan hadirnya Swiss-Kitchen™ LIVE, pengalaman…

1 hari ago

Santy Pimpin PHRI Kepri 2026-2031, Jadikan Industri Pariwisata Makin Kompetitif Melalui Lima Program Prioritas

AriraNews.com, BATAM – Tantangan sekaligus peluang besar menanti Santy setelah resmi dipercaya memimpin Perhimpunan Hotel dan…

1 hari ago