Gaya Hidup

Santy Pimpin PHRI Kepri 2026-2031, Jadikan Industri Pariwisata Makin Kompetitif Melalui Lima Program Prioritas

AriraNews.com, BATAM – Tantangan sekaligus peluang besar menanti Santy setelah resmi dipercaya memimpin Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau periode 2026–2031.

Dengan posisi Kepri sebagai salah satu pintu utama masuknya wisatawan mancanegara, Santy menargetkan PHRI tampil lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi sektor pariwisata dan industri hotel serta restoran.

Santy terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Rabu (2/9/2026). Dia menggantikan Ketua PHRI sebelumnya, Jimmi Ho.

Menurut Santy, posisi geografis Kepri yang sangat strategis menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata dan industri perhotelan serta restoran. Kepri dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

“Harapan besar kami adalah menjadikan PHRI Kepulauan Riau sebagai mitra strategis pemerintah yang semakin solid dalam mendongkrak sektor pariwisata daerah,” ujar Santy, usai terpilih.

Ia menilai, potensi pariwisata Kepri harus diikuti dengan penguatan kualitas industri pendukungnya. Karena itu, pertumbuhan hotel dan restoran tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya jumlah usaha, tetapi juga dari kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Ke depannya, kami ingin seluruh hotel dan restoran di Kepri tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya saing global, standar pelayanan yang prima, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan pembukaan lapangan kerja,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, kepengurusan PHRI Kepri periode 2026–2031 menyiapkan sejumlah program prioritas yang diarahkan untuk menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi industri pariwisata dan ekonomi daerah.

Santy menyebut terdapat lima fokus utama yang akan menjadi landasan program kerja kepengurusannya.

Pertama, penguatan sinergi dan kolaborasi lintas batas. PHRI akan mendorong kerja sama yang lebih erat antara pelaku industri, pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, serta berbagai pihak terkait lainnya.

PKP Store Roadshow Hadir di K Square Batam, Tebar Promo Double Bonus di 20 Lebih Proyek Properti

Kedua, percepatan transformasi digital dan pemasaran terpadu. Menurut Santy, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan menuntut pelaku usaha hotel dan restoran untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan platform digital, termasuk dalam kegiatan promosi dan pemasaran.

Ketiga, strategic advocacy dan solusi bisnis bagi anggota. PHRI akan memperkuat perannya dalam menyuarakan kepentingan pelaku usaha sekaligus membantu anggota menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia usaha.

Keempat, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Santy menilai kualitas pelayanan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing industri pariwisata Kepri.

Kelima, akreditasi hotel dan restoran. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan standar serta kualitas usaha hotel dan restoran sehingga semakin dipercaya oleh wisatawan dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Program kerja kami akan difokuskan pada penguatan sinergi dan kolaborasi lintas batas, percepatan transformasi digital dan pemasaran terpadu, strategic advocacy dan solusi bisnis anggota, peningkatan kualitas dan kompetensi SDM, serta akreditasi hotel dan restoran,” jelas Santy.

Amsakar Khawatir Tingginya Perceraian ASN Pemko Batam, Minta Perkuat Pembinaan Keluarga

Tidak hanya fokus pada program internal, kepengurusan baru PHRI Kepri juga menargetkan semakin banyak hotel dan restoran yang bergabung sebagai anggota.

Santy menyadari bahwa masih terdapat pelaku usaha hotel dan restoran yang belum menjadi bagian dari PHRI. Karena itu, pendekatan yang akan dilakukan bukan sekadar mengajak bergabung, tetapi memberikan pemahaman mengenai manfaat konkret yang bisa diperoleh pelaku usaha ketika menjadi anggota.

“Kami akan menggunakan pendekatan persuasif, kolaboratif, dan berbasis manfaat atau value-driven approach,” ungkapnya.

Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah sosialisasi manfaat nyata keanggotaan PHRI. Pelaku usaha akan diberikan pemahaman mengenai berbagai manfaat yang dapat diperoleh, mulai dari akses informasi regulasi, perlindungan dan advokasi usaha, hingga peluang memperluas jaringan pemasaran dan promosi bersama.

Selain itu, PHRI Kepri akan menerapkan pendekatan “jemput bola”. Tim khusus di tingkat Badan Pengurus Cabang (BPC) di kabupaten/kota se-Kepulauan Riau akan didorong untuk turun langsung menemui pengusaha hotel dan restoran, khususnya pelaku usaha independen.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sehingga PHRI tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga menjadi mitra yang mampu memahami kebutuhan dan persoalan pelaku usaha di lapangan.

“Kami ingin mendatangi langsung dan mendengarkan kendala yang dihadapi oleh pengusaha hotel dan restoran independen,” kata Santy.

Strategi berikutnya adalah memberikan kemudahan akses dan layanan. PHRI akan berupaya menyederhanakan proses administrasi pendaftaran anggota sekaligus menghadirkan berbagai program eksklusif yang memberikan dampak langsung terhadap usaha anggota.

Program-program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jaringan bisnis, hingga mendorong peningkatan okupansi hotel dan kunjungan pelanggan ke restoran.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2031, Santy berharap PHRI Kepri dapat semakin dekat dengan pelaku usaha sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Menurutnya, kemajuan sektor hotel dan restoran tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia usaha, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas UMKM, hingga pertumbuhan sektor ekonomi lainnya.

“Pada akhirnya, kami ingin industri hotel dan restoran di Kepulauan Riau tumbuh bersama, semakin profesional, semakin kompetitif, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” pungkas Santy. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi…

54 menit ago

PKP Store Roadshow Hadir di K Square Batam, Tebar Promo Double Bonus di 20 Lebih Proyek Properti

AriraNews.com, BATAM – Kabar menarik bagi masyarakat Batam yang sedang mencari hunian nyaman sekaligus peluang…

1 jam ago

Dilatih 25 Hari, 29 Personel SAR Natuna Kantongi Lisensi MFR dan Siap Tangani Korban

Natuna, Ariranews.com – Kemampuan memberikan pertolongan medis awal menjadi salah satu faktor penting dalam operasi…

4 jam ago

Perwakilan Ombudsman Kepri Nilai Pelayanan Imigrasi Karimun

KARIMUN - Pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Karimun mendapat penilaian dari Perwakilan…

19 jam ago

Hadapi Potensi Kebakaran, Lanud Raden Sadjad Uji Dua Kendaraan Pemadam dan Latih Personel

Natuna, Ariranews.com — Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Kepulauan Riau, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran…

1 hari ago

Ikhtiar Hadapi Musim Kemarau, Warga Jemaja Gelar Sholat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

AriraNews.com, ANAMBAS - Sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Jemaja, Pemerintah…

1 hari ago