Tim SAR gabungan berhasil temukan warga yang tersesat di kawasan Hutan Dusun Dapit, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Anambas, Ariranews.com – Seorang warga berusia 64 tahun, Panji KS, sempat tersesat selama sekitar enam jam di kawasan Hutan Dusun Dapit, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Panji akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (30/8/2026) menjelang malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 18.20 WIB di kawasan hutan pada koordinat 2°55’52.19″ LU, 105°44’21.66″ BT. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat.
Peristiwa tersebut bermula ketika Panji bersama menantunya berangkat menuju hutan sekitar pukul 12.00 WIB. Keduanya masuk ke kawasan hutan untuk mencari bunga kembang semangkok.
Saat berada di dalam hutan, Panji dan menantunya berjalan terpisah. Meski demikian, keduanya masih dapat saling berkomunikasi dengan cara bersahutan.
Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, sang menantu tidak lagi mendengar sahutan dari Panji. Setelah berusaha mencari dan tidak menemukan keberadaan korban, menantu tersebut kemudian turun ke permukiman untuk meminta bantuan warga Dusun Dapit.
Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, hingga beberapa waktu pencarian belum membuahkan hasil.
Sekitar pukul 17.00 WIB, warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga (US) SAR Jemaja.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Natuna melalui Unit Siaga SAR Jemaja bersama unsur gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban.
Mengingat waktu sudah menjelang malam, tim membagi personel ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Panji dalam kondisi selamat.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan keberhasilan pencarian tidak lepas dari kecepatan laporan serta keterlibatan seluruh unsur yang melakukan pencarian di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat informasi dan pelaporan yang cepat, serta keterlibatan seluruh unsur gabungan, upaya pencarian berhasil dilakukan dengan tepat dan cepat. Korban akhirnya kita kembalikan kepada keluarga dengan selamat,” ujar Abdul Rahman.
Abdul Rahman mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh risiko ketika melakukan aktivitas di kawasan hutan, terutama ketika memasuki wilayah yang belum dikenal dengan baik.
Menurut dia, masyarakat perlu mempersiapkan perlengkapan pendukung, termasuk alat komunikasi, penerangan, dan navigasi sebelum melakukan perjalanan ke kawasan hutan.
“Persiapan dan kelengkapan alat pendukung harus menjadi perhatian. Alat komunikasi, penerangan, hingga navigasi merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk selalu memberi tahu keluarga maupun perangkat desa mengenai rencana perjalanan, termasuk lokasi yang akan dituju.
“Jangan lupa juga untuk selalu memberi tahu keluarga atau perangkat desa terkait rencana perjalanan,” tegasnya.
Dengan ditemukannya korban dan diserahkannya kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai.
Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat di antaranya Unit Siaga SAR Jemaja, Polsek Jemaja, BPBD Jemaja Timur, serta masyarakat Dusun Dapit.
(Dod)
AriraNews.com, TANJUNGPINANG – Sebanyak 18 dari 21 wartawan peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I…
Natuna, Ariranews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun…
AriraNews.com, Anambas – Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, SE, menyerahkan hadiah kepada para pemenang turnamen…
AriraNews.com, Batam — Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam…
AriraNews.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir memastikan pekerjaan perbaikan…
AriraNews.com, TANJUNGPINANG — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Jurusan Ilmu Komunikasi…