Headline

Rokok Tanpa Cukai Merk H&D, Luffman, dan OFO Bold Kuasai Batam

AriraNews.com, Batam – Rokok ilegal di Batam semakin bebas beredar dan kuasai pasar. Rokok tanpa cukai itu mudah ditemukan mulai dari toko- toko sampai warung.

Beberapa merek rokok ilegal itu, seperti H&D, Luffman, dan OFO Bold. Rokok-rokok tersebut banyak peminatnya karena harganya yang murah.

“Saya suka rokok H&D, harganya murah sih, bang,” kata AL, pria asal Sumatera kepada wartawan, Sabtu (10/9/2022).

Ia mengaku sudah kecanduan rokok H&D sejak hampir tiga tahun. Katanya, rokok H&D di pasaran dijual berkisar Rp9 ribu sampai Rp11 ribu per bungkus.

Ekonomi Batam Triwulan II 2026 Tumbuh 7,28 Persen, Jadi Salah Satu Penggerak Utama Ekonomi Kepri

“Saya sering beli per slop. Isinya 10 bungkus harga Rp70 ribu, jadi lebih murah,” terang AL.

Rokok tanpa cukai merk Ofo Bold beredar luas di Batam.

Di kawasan Nagoya dan Jodoh, rokok-rokok merek H&D, Luffman dan OFO Bold banyak penggemarnya. Fakta tersebut terlihat setidaknya di tiga kedai kopi di kawasan tersebut.

“Saya dulu suka Luffman, sekarang pindah ke merek H&D,” ujar pengemudi ojek online, sebut saja namanya Rinto.

Ia mengaku beralih membeli rokok-rokok tanpa cukai karena harganya yang murah. Juga mudah dijual di warung-warung.

Maraknya peredaran rokok-rokok ilegal tersebut, kini mulai disoroti lagi. Aparat Bea dan Cukai Batam khususnya diminta tidak melakukan pembiaran.

Serangkaian operasi cukai dalam rangka menekan peredaran rokok dan minuman keras (miras) ilegal, mesti kembali dilakukan aparat Bea dan Cukai.

HUT ke-11, Marga Yang Batam Kumpulkan 238 Kantong Darah untuk Masyarakat Batam

Operasi ini dinilai jitu untuk menyelamatkan kerugian negara.

Dari catatan Bea Cukai Batam, total Barang Hasil Penindakan (BHP) Cukai periode 1 Agustus s.d. 9 September 2022 mencapai 159.512 batang Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) dari berbagai merk baik dari jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) maupun Sigaret Putih Mesin (SPM). Di periode sama, telah dilakukan penindakan sebanyak 30 penindakan, dengan rincian 18 penindakan umum yang dilakukan di pelabuhan maupun tempat penimbunan sementara (TPS) dan 12 penindakan dalam operasi cukai.

Jumlah penangkapan BKC ilegal tersebut menambah jumlah tangkapan sepanjang tahun 2022. Selama semester 1 tahun 2022, data penindakan menunjukkan hingga Juli 2022, Bea Cukai Batam telah berhasil melakukan 77 penindakan BKC HT Ilegal dengan total 3.862.948 batang, dengan nilai barang ditaksir mencapai Rp 10,22 miliar, dan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 6,81 miliar.(emr)

Redaksi

Recent Posts

Pelajar di Siantan Tengah Terima Masker dari Pemkab Anambas

AriraNews.com, ANAMBAS – Pembagian 24.498 masker yang dilakukan secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas…

6 jam ago

Terimbas Kabut Asap, Pemkab Anambas Bagikan 24 Ribu Masker

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah…

6 jam ago

Presiden Prabowo Direncanakan Resmikan RSUD Tarempa

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana peresmian Rumah…

6 jam ago

Ekonomi Batam Triwulan II 2026 Tumbuh 7,28 Persen, Jadi Salah Satu Penggerak Utama Ekonomi Kepri

AriraNews.com, Batam - Ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II 2026,…

7 jam ago

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

AriraNews.com, Surabaya – BPJS Kesehatan memperkuat standar kualitas pelayanan peserta JKN melalui Customer eXcellence 126…

7 jam ago

HUT ke-11, Marga Yang Batam Kumpulkan 238 Kantong Darah untuk Masyarakat Batam

AriraNews.com, BATAM — Sebanyak 238 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah yang digelar…

8 jam ago