Karimun, ariranews.com– Memasuki gerbang sekolah dengan seragam baru menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap anak. Namun, bagi sebagian keluarga, memenuhi kebutuhan seragam sekolah bukan perkara mudah. Ada biaya pendidikan lain yang harus dipersiapkan orang tua demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Karimun. Melalui program bantuan seragam sekolah gratis, pemerintah daerah berupaya meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran ribuan pasang seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, turun langsung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para siswa kelas I SD dalam kunjungan kerjanya, Selasa (3/11/2026).

Penyerahan dilakukan di dua sekolah, yakni SD Negeri 002 Meral Barat kepada 93 siswa dan SD Negeri 010 Meral kepada 55 siswa.
Di balik penyerahan bantuan tersebut, terdapat harapan besar agar tidak ada anak yang kehilangan semangat bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Bupati Iskandarsyah mengatakan, program seragam gratis merupakan bentuk kepedulian sekaligus kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kegiatan kita hari ini adalah simbolisasi dan bentuk kecintaan kita kepada dunia pendidikan. Kita mendorong dan mendukung semuanya, terutama di antara anak-anak ini mungkin ada dari keluarga atau orang tua yang kurang mampu. Kita dorong semuanya agar beban orang tua dapat teringankan,” ujar Iskandarsyah.

8.448 Pasang Seragam Disiapkan
Bantuan seragam sekolah tersebut bukan hanya disalurkan kepada siswa di dua sekolah yang dikunjungi Bupati. Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan distribusi dalam jumlah besar untuk menjangkau para pelajar yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Tahun ini, Pemkab Karimun menyiapkan sebanyak 4.224 pasang seragam nasional dan 4.224 pasang seragam Pramuka. Dengan demikian, total bantuan mencapai 8.448 pasang seragam.
Program tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak, terutama pada awal tahun pendidikan ketika berbagai kebutuhan sekolah harus dipersiapkan secara bersamaan.

Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar pakaian untuk dikenakan ke sekolah. Lebih dari itu, ada pengeluaran rumah tangga yang bisa dikurangi sehingga orang tua dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan lainnya.
Bukan Sekadar Seragam, tetapi Motivasi Belajar
Bupati Iskandarsyah menegaskan, bantuan seragam gratis tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan fisik siswa. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun motivasi dan kepercayaan diri anak-anak dalam menempuh pendidikan.
Menurutnya, anak-anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.
“Biar mereka semangat. Ini juga bagian dari upaya kita memotivasi anak-anak, yang mana ini merupakan target dari Bapak Presiden kita untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045 yang akan datang. Semua itu bisa tercapai, dan kita dorong dari sekarang,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pendidikan. Dukungan terhadap kebutuhan dasar siswa, perhatian terhadap kondisi keluarga, serta motivasi belajar juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Melalui program ini, Pemkab Karimun berharap seluruh anak memiliki kesempatan yang setara untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan penuh semangat.
Sebab, Generasi Indonesia Emas 2045 tidak dibangun dalam satu malam. Perjalanannya dimulai dari ruang-ruang kelas hari ini, dari anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar, serta dari kepedulian bersama untuk memastikan tidak ada yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Karimun pun berkomitmen terus mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
*Nichita Bella





