Advertisement
Ekonomi Natuna

Realisasi APBD Natuna Capai 51,29 Persen per Mei 2025, Belanja Bagi Hasil hingga Bansos Masih Nihil

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna tercatat sebesar Rp605,27 miliar atau 51,29 persen dari total pagu anggaran Rp1,18 triliun.

Ariranews.com, Natuna – Hingga 31 Mei 2025, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna tercatat sebesar Rp605,27 miliar atau 51,29 persen dari total pagu anggaran Rp1,18 triliun. Capaian ini merujuk pada data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per akhir Mei.

Pendapatan daerah terdiri dari tiga komponen utama: Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer dari pemerintah pusat (TKDD), dan pendapatan lainnya.

PAD Rendah, Tapi Pendapatan Lainnya Melonjak

Realisasi PAD tercatat baru menyentuh angka Rp46,43 miliar atau 36,03 persen dari target Rp128,86 miliar. Komponen terendah berasal dari sektor pajak daerah, yang baru mengumpulkan Rp16,21 miliar atau 17,86 persen dari target Rp90,76 miliar.

DBH Natuna Dipangkas 50 Persen, Daerah Alami Tekanan Fiskal dan Gandeng OJK Jaga Ekonomi

Namun demikian, pos “Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan” justru menunjukkan performa mengesankan. Dari target Rp8 miliar, realisasinya sudah mencapai Rp13,2 miliar atau 165,03 persen.

Sementara itu, pendapatan lainnya menunjukkan capaian tertinggi, yakni 71,79 persen. Bahkan, pendapatan transfer antar daerah sudah mencapai 82,20 persen.

Belanja Modal Minim, Pembangunan Fisik Terhambat

Dari sisi belanja, Pemkab Natuna telah menggelontorkan Rp566,50 miliar dari total anggaran belanja Rp1,25 triliun atau sekitar 45,32 persen.

Belanja pegawai masih mendominasi dengan realisasi Rp285,06 miliar atau 52,81 persen dari pagu Rp539,77 miliar. Namun, serapan belanja modal justru sangat rendah.

Hingga akhir Mei, baru terealisasi Rp48,11 miliar dari alokasi Rp208,86 miliar (23,04 persen). Angka ini menjadi indikator lambatnya pelaksanaan proyek fisik dan pembangunan infrastruktur di daerah.

Pemkab Natuna Siapkan Dua Skema Pembangunan Jembatan Subi dan Akses Sekolah Antarpulau

Bantuan Keuangan Daerah Tertinggi dalam Belanja Lainnya

Dalam komponen “Belanja Lainnya”, serapan anggaran mencapai 57,16 persen. Yang paling dominan adalah belanja bantuan keuangan kepada pihak ketiga seperti desa atau lembaga non-pemerintah, dengan realisasi Rp92,18 miliar dari pagu Rp115,19 miliar atau sebesar 80,03 persen.

Data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per akhir Mei.

Bansos dan Dana Bagi Hasil Masih Nol

Komponen “Belanja Lainnya” telah mencapai realisasi sebesar 57,16 persen, didominasi oleh belanja bantuan keuangan kepada pihak ketiga seperti desa atau lembaga non-pemerintah. Dari alokasi Rp115,19 miliar, sudah terealisasi Rp92,18 miliar atau 80,03 persen.

Tinjau KNMP Natuna, Ahmad Muzani Soroti Fasilitas Nelayan dan Nilai Ekonomi Hasil Laut

Namun, beberapa pos belanja penting seperti belanja bagi hasil, subsidi, dan bantuan sosial masih belum tersentuh sama sekali. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas perencanaan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menyalurkan anggaran yang menyentuh langsung masyarakat.

Pembiayaan Daerah Belum Jalan, Silpa Masih Menggantung

Sampai akhir Mei 2025, penerimaan pembiayaan daerah belum menunjukkan progres. Termasuk di antaranya adalah sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang dianggarkan sebesar Rp70 miliar.

Mandeknya pembiayaan ini mengindikasikan potensi tertundanya proses administrasi, atau belum rampungnya audit atas laporan keuangan tahun anggaran 2024. (dod)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Bengkong Swadebi dan 167 Titik Jadi Perhatian Penanganan Banjir, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret

02

DBH Natuna Dipangkas 50 Persen, Daerah Alami Tekanan Fiskal dan Gandeng OJK Jaga Ekonomi

03

BPJS Kesehatan Gandeng PT Sumitomo Wiring System, 50 Warga Dibantu Iuran JKN

04

Jalan Gajah Mada Batam Kembali Bergerak, BP Batam Pantau 50 Titik dan Siapkan Penguatan Struktur