Batam

PT Indotirta Suaka Pulau Bulan Yang PHK Karyawan Tak Penuhi Undangan RDP DPRD Batam

AriraNews.com, Batam – 350 orang karyawan PT Indotirta Suaka Pulau Bulan Batam milik Salim Grup yang di PHK sepihak masih terus memperjuangkan hak-hak mereka di antaranya mengadukan kasus tersebut ke DPRD Batam.

Menerima aduan, Komisi IV DPRD Kota Batam mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tersebut.

Rapat yang dipimpin oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa ini digelar di Ruang Rapat Lantai II Komisi IV DPRD Batam, Jumat (31/5/2024). 

Sayangnya dalam RDP kali ini perwakilan perusahaan tak hadir dengan alasan pimpinannya ke luar kota. Sehingga pihaknya akan mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan apabila masih tidak hadir di rapat selanjutnya pekan depan.

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

RDP ini dihadiri Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Koordinator korban PHK Virgilius Rutu, kuasa hukum korban PHK, Saiful Badri dan perwakilan  pengawasan tenaga kerja Provinsi Kepri serta puluhan karyawan korban PHK PT Indotirta Suaka. 

“Pihak perusahaan kirim surat dan menyatakan tidak dapat menghadiri di RDP karena suatu hal. Pimpinan keluar kota dan surat mendadak diterima,” ujar Mustofa membacakan surat dari HRD Manejer P Indotirta Suaka, Toni Budi Harjo.

PT. Indotirta Suaka milik Salim Grup merupakan perusahaan agrobisnis bidang peternakan terpadu. Berorientasi ekspor dan berskala internasional yang berada di Pulau Bulan Batam.

Dalam RDP ini, Koordinator korban PHK, Virgilius Rutu mengaku pihak menejemen memberikan surat skorsing dan surat PHK sekaligus pada 20 Maret 2024. Surat tersebut untuk skorsing  21 -24 Maret dan surat untuk PHK tanggal 25 Maret 2024.

Setelah kedua surat ini diberikan, maka para pekerja lainnya mengetahui dan simpati. Selanjutnya, dari keterangan Toni Budi Harjo selaku Menejer HRD PT Indotirta Suaka saat itu menyampaikan bahwa, ada 350 orang yang akan di PHK dengan perkalian 0,5.

Ia melanjutkan atas kebijakan yang dilakukan menejemen, para pekerja lainnya bersimpati, aksi spontan pun terjadi saat itu untuk menanyakan langsung pada Toni Budi Harjo. Sudah puluhan tahun bekerja di PT Indotirta Suaka namun pihak menejemen tidak mampu melakukan pendekatan yang terbaik bagi karyawan. 

Progres Capai 40 Persen, BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani

Virgilius mengatakan ada 15 orang perwakilan saat itu langsung ikut rapat dalam ruangan di kantor PT Indotirta Suaka, tapi tidak ada kesepakatan. Pihak menejemen hanya menjawab dan beralasan efisiensi perusahaan, karena beberapa tahun belakangan ini tidak ada keuntungan.

“Kami tanyakan proses PHK nya, setidaknya karena ini sudah ada kesepakatan dengan serikat yang ada di dalam perusahaan. Tapi serikat sendiri pun tidak pernah memberitahukan dalam bentuk lisan maupun tertulis kepada anggotanya bahwa akan ada terjadi PHK. Inikan ada indikasi mufakat atau kongkalikong dengan pihak menejemen.” ungkap Virgilius Rutu.

Ia juga tampak menyesalkan serikat pekerja di perusahaan tersebut. Sebagai anggota serikat berjumlah 400 orang yang selama ini membayar minimal Rp 45 ribu setiap bulan di potong dari gaji. Namun hak-hak karyawan tidak pernah dapat dan salah satunya soal PHK.

“Paling tidak pengurus serikat memberitahukan akan PHK,” kata Virgilius.

Pihak manajemen dan pengurus serikat menilai aksi yang dilakukan pekerja tersebut itu ilegal. Maka keluarlah nama -nama 280 pekerja yang akan di PHK pada tanggal 22 Maret 2024 yang notabene para pekerja yang melakukan aksi mogok kerja.

HUT ke-81 RI di Bulang Semarak dengan Perlombaan Khas Pesisir

Selain itu ada juga sebanyak 6 orang karyawan di PHK oleh menjemen PT Indotirta Suaka tanpa ada pesangon. Padahal sudah bekerja 25 sampai 28 tahun. Karena pihak menejemen beranggapan mereka inilah dalangnya atas aksi mogok 22 Maret 2024 tersebut.

Para karyawan yang terkena PHK menuntut hak-hak mereka. Di antaranya pesangon dan uang penghargaan masa kerja sesuai aturan ketenagakerjaan. Mereka juga kecewa dengan sikap serikat pekerja di perusahaan yang tidak menunjukkan keberpihakan dan tidak membantu mereka.

“Dengan tidak hadirnya hari ini di RDP, ada indikasi bahwa pihak perusahaan tidak peduli dan ingin melanjutkan kasus ini hingga ke pengadilan,” tuturnya

Sebelumnya, Ketua serikat Nikuba dan sekaligus karyawan PT Indotirta Suaka dengan jabatan Supertenden Ekspor Impor, Duma Sitanggang saat dikonfirmasi terkait keberadaan dan kebijakan serikat di perusahan ternak babi tersebut, tidak mengangkat telepon selulernya.(oma)

Redaksi

Recent Posts

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

AriraNews.com, Batam – Konektivitas udara Batam dengan Malaysia akan semakin terbuka menyusul rencana pembukaan rute…

5 jam ago

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

Natuna, Ariranews.com — Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pembangunan Pasar JICA tidak hanya menjadi fasilitas perdagangan,…

6 jam ago

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

Natuna, Ariranews.com — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bergerak melakukan pencarian terhadap empat…

8 jam ago

Masuki Tahun ke-11, BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

AriraNews.com, Nusa Dua- Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin,…

9 jam ago

Tekan Inflasi Pangan, BI Bersama Tiga KWT Anambas Kembangkan Budidaya Cabai

AriraNews.com, ANAMBAS – Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak bersama dalam…

11 jam ago

Pelabuhan Selat Lampa Diusulkan Berkode Internasional, Natuna Berpeluang Jadi Pintu Ekspor-Impor

Natuna, Ariranews.com — Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, didorong untuk memiliki kode…

11 jam ago