SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Lingga

Polres Lingga Gelar Reka Ulang Pembunuhan di Desa Cempa

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lingga melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Cempa, Kecamatan Bakung serumpun, Kabupaten Lingga, Selasa (03/9/2024).

AriraNews.com, Lingga – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lingga melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Cempa, Kecamatan Bakung serumpun, Kabupaten Lingga, Selasa (03/9/2024).

Kasus pembunuhan terhadap korban YJ  tersebut terjadi pada pada hari minggu tanggal 4 Agustus 2024 sekira pukul 13.00 Wib. Dalam rekontruksi tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Idris, S.E., Sy.,M.H dengan menghadirkan tersangka yaitu R warga Cempa Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga yang didampingi Penasehat hukum Tersangka Angga Siagian, S.H, M.H dan dihadiri dari Kejaksaan Negeri Lingga Eka Putra Kristian Waruwu, SH., MH., M. Andri Ghafary, SH., Anugrah Putri Pamungkas, SH., Andika Setiawan., sementara korban diperagakan oleh pihak Reskrim Polres Lingga.

Kapolres Lingga AKBP Apri Fajar Harmanto,S.I.K melalui Kasatreskrim Polres Lingga AKP Idris, S.E., Sy.,M.H mengatakan rekonstruksi tersebut memperagakan 13 adegan kasus pembunuhan terhadap korban YJ. Berawal dari saksi S yang berada di salah satu warung, lalu pelaku saat itu berjalan secara tiba-tiba langsung memukul kepala bagian belakang saksi S, kemudian saksi S tidak terima dan membalas dengan menggunakan kabel handphone sehingga mengenai bagian wajah pelaku. Mendapat perlawanan dari saksi S, pelaku tidak terima dan mengejar saksi S ke dalam rumah korban YJ.

“Pada saat sampai d rumah korban YJ, Saksi S berada di belakang korban YJ lalu pelaku langsung memegang rambut korban YJ dan menunjukkan pisau yang telah pelaku simpan di samping pinggang dan berniat menikam korban YJ di bagian leher, namun korban YJ mencoba melakukan perlawan dengan langsung berdiri. Lalu pelaku pun secara tiba-tiba langsung menikam bagian dada kiri korban sebanyak empat kali tusukan. Setelah melakukan penusukan terhadap korban YJ, pelaku langsung memukul saksi S dan dengan santainya berjalan dan keluar dari rumah korban YJ sambil menyimpan kembali pisau yang digunakan untuk menusuk korban YJ,” jelas Idris.

Punya Potensi Besar, ISEI Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kembangkan Pariwisata Lingga

Lebih lanjut, AKP Idris mengatakan, rekonstruksi ini memberikan gambaran utuh tentang peristiwa pidana yang terjadi, sehingga membantu penyidik dan jaksa penuntut umum dalam membuktikan kebenaran, atas perbuatan korban di jerat dengan Pasal 338 dan atau 351 Subsider Pasal 338 K.U.H.Pidana jo pasal 351 ayat 3 K.U.H.Pidana dengan Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Disampaikan Idris, bahwa kegiatan rekonstruksi ini digelar di halaman Mapolres Lingga yang diilustrasikan sebagai TKP aslinya. Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan tersangka maupun perkembangan situasi yang ada.

Adegan demi adegan diperankan secara rinci, dengan saksi-saksi dan peran pengganti yang memerankan peran masing-masing. Adegan yang melibatkan tersangka diperankan langsung oleh tersangka R. Proses ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari personel Polres Lingga, sehingga situasi tetap aman dan terkendali.(ydi)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Natuna Jadi Penerima Bantuan Hilirisasi Kelapa Terbesar di Kepri, Dapat 350 Hektare

02

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

03

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

04

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik