Advertisement
Advertorial Kepri Natuna

Piala Bupati Natuna 2026 Tuntas, Pelestarian Gasing Didorong Lewat Arena dan Turnamen Terbuka

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna saat menyerahkan piala kepada tim Bunguran Timur A sesuai keluar sebagai juara.

Natuna, AriraNews.com – Turnamen Gasing Piala Bupati Natuna 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 10 hari. Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pelestarian olahraga tradisional tersebut melalui rencana pembangunan arena gasing pada 2027 serta peluang penyelenggaraan turnamen terbuka yang melibatkan lebih banyak tim.

Penutupan turnamen berlangsung di Tugu Gasing, Jalan H. Adam Malik, Air Batu, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (22/10/2026). Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Hikmatul Arif, secara resmi menutup kegiatan sekaligus menyampaikan harapan agar gasing terus berkembang sebagai bagian dari warisan budaya Melayu.

Partai final mempertemukan tim Bunguran Timur A melawan Bunguran Selatan B. Pertandingan tersebut dimenangkan Bunguran Timur A, yang memastikan diri sebagai juara pertama Turnamen Gasing Piala Bupati Natuna 2026.

Sementara itu, pertandingan perebutan posisi ketiga mempertemukan Bunguran Timur Laut A dengan Bunguran Utara C. Bunguran Timur Laut A berhasil meraih kemenangan dan menempati peringkat ketiga, sedangkan Bunguran Utara C berada di posisi keempat.

Final Sengit Warnai Lomba Gasing HUT Natuna, Bunguran Timur A Raih Gelar Juara

Dengan hasil tersebut, Bunguran Timur A keluar sebagai juara pertama, disusul Bunguran Selatan B sebagai juara kedua dan Bunguran Timur Laut A sebagai juara ketiga.

Ketua Panitia Pelaksana Lomba Gasing, Herman, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung selama 10 hari berjalan dengan baik, aman, dan lancar hingga penutupan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada dewan juri dan seluruh panitia yang telah bekerja sama menyukseskan pelaksanaan turnamen sejak awal hingga akhir.

Menurut Herman, panitia sebelumnya mengundang 20 tim dari delapan kecamatan di Kabupaten Natuna. Namun, sebanyak 18 tim hadir dan mengikuti pertandingan, sementara dua tim lainnya tidak dapat berpartisipasi.

Ia menjelaskan, turnamen tersebut bukan sekadar ajang untuk menguji kemampuan para pemain, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan di antara komunitas gasing di Natuna.

Di balik pelaksanaan turnamen tahun ini, Herman turut menyampaikan aspirasi para pegiat agar kompetisi pada 2027 dapat melibatkan lebih banyak peserta.

Rayakan HUT ke-24, Paradise Indonesia Hadirkan Future Maker untuk Dukung Pendidikan Dasar

Ia memperkirakan komunitas gasing di Kabupaten Natuna terdiri atas 45 hingga 50 tim, dengan jumlah anggota secara keseluruhan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Dengan potensi tersebut, para pegiat berharap turnamen mendatang dapat dikembangkan menjadi kompetisi terbuka (open tournament), sehingga seluruh tim memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.

“Gasing ini merupakan budaya Melayu yang harus kita jaga bersama-sama,” ujar Herman.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna saat memberi ucapan selamat kepada tim pemenang.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada pimpinan daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk instansi yang membidangi kepemudaan dan olahraga.

Menurutnya, keterlibatan lebih banyak tim akan membuka ruang kompetisi yang lebih luas sekaligus memperkuat upaya pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Natuna.

PGN Perluas Jargas di Batam, 2.813 Pelanggan Dibidik Sepanjang 2026

Selain mengusulkan turnamen terbuka, Herman menyoroti kondisi gedung yang selama ini digunakan untuk kegiatan gasing. Ia menilai bangunan tersebut memerlukan perhatian karena sejumlah bagian, termasuk tiang penyangga, dinilai sudah rapuh.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemeriksaan teknis dan mempertimbangkan perbaikan atau rehabilitasi bangunan demi menjaga keselamatan peserta dan kenyamanan masyarakat.

Menurut Herman, gedung tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang perlu dirawat agar tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Aspirasi itu menjadi salah satu catatan bagi penyelenggaraan turnamen berikutnya, terlebih jika jumlah peserta bertambah dan pertandingan berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.

Menanggapi aspirasi para pegiat gasing, Hikmatul Arif mengatakan perencanaan pembangunan arena gasing telah dilaksanakan pada 2026. Tahap selanjutnya adalah merealisasikan pembangunan fisik melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna.

“Alhamdulillah, pada tahun ini perencanaan pembangunan arena gasing sudah terlaksana. Insyaallah, tahun 2027 akan kita bangun fisiknya,” ujar Hikmatul Arif saat menyampaikan sambutan pada penutupan Turnamen Gasing Piala Bupati Natuna 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan arena perlu didukung fasilitas penunjang, termasuk tempat ibadah, agar kawasan pertandingan dapat dimanfaatkan dengan lebih nyaman oleh peserta maupun masyarakat.

Selain pembangunan fasilitas, Hikmatul Arif berharap turnamen gasing tahun depan dapat dikembangkan menjadi kompetisi terbuka yang memberikan kesempatan kepada lebih banyak tim untuk bertanding.

“Untuk tahun depan, karena tim gasing ini banyak, semoga kita bisa membuka open tournament sehingga semua tim bisa hadir dan bertanding,” katanya.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna saat memberi sambutan dan menutup secara resmi lomba gasing.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta perlu diikuti dengan persiapan format pertandingan dan jadwal pelaksanaan yang matang. Dengan demikian, turnamen diharapkan dapat berlangsung tertib dan lancar meskipun jumlah tim yang berpartisipasi bertambah.

Hikmatul Arif menegaskan, permainan gasing merupakan permainan rakyat yang perlu terus dilestarikan melalui penyelenggaraan turnamen di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat.

“Permainan gasing ini bukan hanya untuk merebut prestasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat. Permainan ini harus kita lestarikan,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya turnamen tersebut serta mengucapkan selamat kepada para pemenang. Peserta yang belum meraih prestasi diharapkan tetap bersemangat untuk kembali berkompetisi pada tahun berikutnya.

Rencana pembangunan arena dan usulan penyelenggaraan turnamen terbuka menjadi dua hal yang mengemuka dalam penutupan Turnamen Gasing Piala Bupati Natuna 2026.

Keduanya diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan sekaligus memperluas keterlibatan komunitas gasing di Kabupaten Natuna.

para peserta lomba saat menunjuk kebolehan.

Bagi para pegiat, gasing bukan sekadar permainan untuk memperebutkan gelar juara, melainkan bagian dari warisan budaya Melayu yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui dukungan fasilitas yang memadai dan kesempatan berkompetisi yang lebih luas, olahraga tradisional ini diharapkan tetap diminati masyarakat, khususnya generasi muda, serta terus menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Natuna.

(Dod)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Piala Bupati Natuna 2026 Tuntas, Pelestarian Gasing Didorong Lewat Arena dan Turnamen Terbuka

02

Final Sengit Warnai Lomba Gasing HUT Natuna, Bunguran Timur A Raih Gelar Juara

03

Rayakan HUT ke-24, Paradise Indonesia Hadirkan Future Maker untuk Dukung Pendidikan Dasar

04

PGN Perluas Jargas di Batam, 2.813 Pelanggan Dibidik Sepanjang 2026