Batam

PGN Uji Kesiapsiagaan Hadapi Kebocoran Gas dan Kebakaran di Stasiun Panaran Batam

AriraNews.com, Batam – Kepulan asap dan kobaran api membuat suasana di Stasiun Panaran, Batam, seketika berubah mencekam. Di tengah upaya petugas mengendalikan kebocoran gas dan mengevakuasi korban, seorang pelaku justru memanfaatkan situasi untuk mencuri material di dalam kawasan stasiun. Namun, aksinya berakhir setelah pelaku berhasil diamankan petugas keamanan.

Situasi tersebut bukanlah kejadian sebenarnya, melainkan bagian dari simulasi penanganan keadaan darurat yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Stasiun Panaran, Selasa, 8 September 2026.

Dalam skenario latihan, keadaan darurat bermula ketika operator Stasiun Panaran yang sedang melakukan monitoring penyaluran gas mendapati adanya peningkatan tekanan.

Gangguan tersebut membuat Pressure Control Valve (PCV) tidak mampu mengendalikan tekanan. Akibatnya, tekanan gas pada sisi downstream meningkat melebihi batas operasi yang diizinkan.

Aktivitas Cut and Fill di Panaran, Jalur Gas Utama Batam-Singapura Terancam
General Manager Sales and Operation Region I PGN, Andi Sangga.

Tekanan yang terus meningkat kemudian memberikan beban berlebih pada salah satu sambungan perpipaan downstream hingga terjadi kegagalan pada titik sambungan. Gas pun mulai bocor.

Situasi berkembang semakin serius. Over pressure memicu peningkatan temperatur pada instalasi. Pada saat bersamaan, terjadi konsleting pada instrumen electrical yang kemudian memicu flash fire di area metering.

Api lalu diskenariokan merambat ke sejumlah titik dan berkembang menjadi kebakaran karena gas masih terus keluar dari titik kebocoran.

Di tengah kepanikan tersebut, seorang personel yang berupaya melakukan pemadaman mengalami cedera. Petugas kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi keluar dari area berbahaya menuju lokasi aman.

Namun, keadaan darurat dalam skenario itu belum berhenti.

Personel PGN memeriksa area Stasiun Gas Panaran.

Saat sebagian besar personel terfokus pada penanganan kebocoran dan kebakaran, evakuasi, serta penyelamatan korban, celah keamanan justru dimanfaatkan dua orang tak dikenal untuk masuk dan mengambil material yang berada di kawasan Stasiun Panaran.

APBD Batam 2027 Dirancang Rp4,8 T, Fokus Pengentasan Kemiskinan hingga Infrastruktur

Petugas keamanan yang menyadari adanya aktivitas mencurigakan segera melakukan pengejaran dan pengamanan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan.

Skenario pencurian tersebut sengaja dimasukkan dalam latihan untuk menguji kesiapsiagaan keamanan ketika seluruh perhatian personel sedang tersita oleh keadaan darurat.

Rangkaian simulasi itu sekaligus menunjukkan bahwa menghadapi insiden di fasilitas penyaluran gas bukan hanya perkara memadamkan api dan menyelamatkan korban. Dalam kondisi darurat, pengamanan kawasan dan aset juga harus tetap berjalan agar situasi tidak berkembang menjadi persoalan lain.

General Manager Sales and Operation Region I PGN, Andi Sangga, mengatakan simulasi penanganan keadaan darurat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PGN di seluruh wilayah operasinya.

“Ini adalah kegiatan simulasi penanganan keadaan darurat. Ini adalah kegiatan rutin yang memang selalu kita lakukan di seluruh wilayah operasi PGN,” kata Andi, usai simulasi.

Dishub Batam Sebut Lima Tahun Lagi Kemacetan Batam Mirip Jakarta, Pengembangan BRT Trans Batam Dipercepat

Menurut dia, simulasi bertujuan memastikan kesiapan seluruh pihak apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan.

Dalam simulasi di Stasiun Panaran, PGN melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), hingga elemen masyarakat.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan jika terjadi keadaan darurat dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh komponen pemerintah. Dalam hal ini ada TNI, Polri, terus dari BPBD, Damkar. Dan elemen masyarakat yang kita ajak turut bersama jika memang ada keadaan darurat bagaimana kita bisa melakukan simulasi koordinasi yang dilakukan,” ujarnya.

Andi mengatakan keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk menguji pola koordinasi sekaligus kecepatan respons ketika terjadi insiden.

“Bagaimana yang teman-teman wartawan juga saksikan, bagaimana kecepatan respons dari tim Damkar, juga support dari TNI, Polri dan sebagainya,” katanya.

Stasiun Panaran Objek Vital Nasional

Andi menegaskan fasilitas gas PGN di Batam memiliki posisi strategis karena merupakan bagian dari objek vital nasional.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa stasiun gas PGN ini adalah objek vital nasional yang memang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Batam sendiri,” ujarnya.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto.

Menurutnya, gas merupakan salah satu sumber energi primer yang penting bagi Batam. Bahkan, lebih dari 50 persen energi primer Kota Batam disebut berasal dari gas, terutama untuk mendukung sektor kelistrikan.

“Energi primer dari Kota Batam ini mungkin 50 persen lebih itu salah satunya adalah gas, terutama sektor kelistrikan,” kata Andi.

Karena itu, gangguan terhadap fasilitas gas berpotensi memberikan dampak luas, bukan hanya bagi lingkungan sekitar stasiun, tetapi juga terhadap aktivitas dan perkembangan Kota Batam.

“Jadi jika ada apa-apa terkait fasilitas gas kita, ini tentunya akan sangat berdampak. Nah, latihan ini sangat baik sekali buat kita semuanya,” katanya.

Selain penanganan kebocoran dan kebakaran, simulasi juga menguji kemampuan respons layanan kesehatan.

Dalam skenario, seorang personel mengalami cedera ketika berupaya menangani kebakaran. Korban segera dievakuasi dari area berbahaya menuju lokasi aman untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum menjalani penanganan medis lebih lanjut.

Andi mengatakan kecepatan respons layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rantai penanganan keadaan darurat berjalan sesuai prosedur.

“Termasuk juga respons dari rumah sakit tadi. Tadi kan juga ada teman kita yang terluka dan sebagainya. Respons rumah sakit juga mereka datang cepat melakukan evaluasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inti skenario yang dimainkan adalah kemungkinan terjadinya kebocoran pada sistem yang kemudian berkembang menjadi kebakaran akibat adanya sumber pemicu.

“Yang disimulasikan tadi kalau misalnya ada dari sistem kita, ada kebocoran yang terus berakibat karena terpicu oleh sesuatu, terus berakibat kebakaran,” jelasnya.

Kobaran api yang terlihat dalam latihan tersebut sepenuhnya merupakan bagian dari skenario simulasi.

“Pura-puranya ada api, tapi memang tidak ada api,” katanya.

Di sisi lain, Andi menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama PGN dalam menjalankan operasional penyaluran gas.

Ia menyebut sejak Stasiun Panaran mulai beroperasi pada 2005 hingga 2026, belum pernah terjadi major accident atau kecelakaan besar di fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini, sejak PGN beroperasi dari 2005, Stasiun Panaran ini sampai dengan sekarang 2026 tidak ada major accident, tidak ada major accident yang berat,” ujarnya.

Menurut Andi, simulasi bukan berarti PGN mengharapkan terjadinya kecelakaan. Sebaliknya, latihan dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan pihak terkait mengetahui apa yang harus dilakukan apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.

“Terus kita jaga keselamatan, keamanan dalam penyaluran gas di kota-kota,” katanya.

Simulasi keadaan darurat dilaksanakan PGN secara rutin setiap tahun. Namun, karena Region I memiliki enam area operasi, pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran.

“Oh, kita simulasi ini dilakukan setiap tahun secara berkala. Tapi karena kita di Region 1 ini ada enam area, jadi memang kita bergiliran. Tapi Batam untuk tahun ini dapat giliran untuk mendapatkan simulasi,” jelasnya.

Bagi PGN, simulasi juga menjadi momentum untuk menemukan berbagai celah yang mungkin tidak terlihat dalam operasional sehari-hari.

Sejumlah masukan ditemukan dalam latihan tersebut, antara lain terkait tanggul, keterbatasan sinyal, serta sejumlah aspek teknis lainnya.

Andi memastikan seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi.

“Iya tentu saja. Makanya ini kita kan melakukan simulasi. Meskipun ini simulasi, tetap masukan-masukan yang ada kan kita memang tidak berharap ada kejadian. Tapi kalau ada kejadian, nah ini masukan-masukan ini tentunya jadi bahan perbaikan buat kita,” ujarnya.

Ia menegaskan hasil evaluasi akan digunakan untuk memperkuat kesiapsiagaan, keamanan fasilitas, serta keandalan penyaluran gas PGN di Batam.

Ditempat yang sama, Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto turut serta dalam mengkoordinasikan dalam simulasi ini. Ia juga menjelaskan prosedur jika terjadi kejadian di area Panaran.

“Kita harus siap siaga. Mengambil langkah yang diperlukan dan koordinasi dengan pihak terkait. Terutama di objek vital,” kata Wendi

Dengan demikian, simulasi di Stasiun Panaran tidak sekadar menguji kemampuan petugas menghadapi kebocoran dan kebakaran. Latihan tersebut juga menguji seberapa cepat berbagai unsur bergerak ketika keadaan berubah menjadi darurat, termasuk ketika ancaman terhadap keselamatan harus dihadapi bersamaan dengan ancaman terhadap keamanan aset. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Aktivitas Cut and Fill di Panaran, Jalur Gas Utama Batam-Singapura Terancam

AriraNews.com, BATAM — Aktivitas cut and fill atau pematangan lahan di belakang Stasiun Gas Panaran,…

2 jam ago

APBD Batam 2027 Dirancang Rp4,8 T, Fokus Pengentasan Kemiskinan hingga Infrastruktur

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah…

7 jam ago

Dishub Batam Sebut Lima Tahun Lagi Kemacetan Batam Mirip Jakarta, Pengembangan BRT Trans Batam Dipercepat

AriraNews.com, Batam - Pemerintah Kota Batam mempercepat pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam sebagai…

9 jam ago

Pelajar di Siantan Tengah Terima Masker dari Pemkab Anambas

AriraNews.com, ANAMBAS – Pembagian 24.498 masker yang dilakukan secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas…

18 jam ago

Terimbas Kabut Asap, Pemkab Anambas Bagikan 24 Ribu Masker

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah…

18 jam ago

Presiden Prabowo Direncanakan Resmikan RSUD Tarempa

AriraNews.com, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana peresmian Rumah…

19 jam ago