SCROLL TO CONTINUE WITH NEWS
Headline

Panen Perdana Jagung Pakan BumDes Beruntung, Karimun Mulai Kurangi Ketergantungan Pasokan Luar

Karimun, ariranews.com – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Beruntung di Desa Pangke Barat mencatat capaian penting dengan melaksanakan panen perdana jagung pakan dari lahan seluas satu hektare. Hasil panen yang mencapai sekitar 15 ton dalam waktu empat bulan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan di tingkat desa.

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole. Keduanya memberikan apresiasi atas keberhasilan BumDes dalam mengelola potensi sumber daya lokal secara optimal.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa. BumDes mampu memanfaatkan lahan satu hektare untuk menghasilkan sekitar 15 ton jagung pakan hanya dalam waktu empat bulan,” ujar Iskandarsyah.

Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan jagung pakan di Kabupaten Karimun masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Pekanbaru, Pulau Jawa, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat. Kehadiran produksi lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap.

Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jefridin Ajak Anggota Amalkan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma

Menurutnya, ketersediaan bahan baku pakan di daerah akan berdampak langsung pada stabilitas harga pakan ternak. Hal ini pada akhirnya juga akan menekan harga daging ayam di pasaran, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Jika bahan baku tersedia di Karimun, harga pakan bisa ditekan dan otomatis harga ayam juga lebih terjangkau. Ini tentu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk program MBG,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur BumDes Beruntung, Eva Erlina, mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas jagung pakan didasarkan pada kebutuhan lokal, khususnya bagi peternak ayam di desa tersebut yang selama ini menghadapi tingginya harga pakan.

“Di desa kami ada peternak ayam, sementara harga pakan cukup mahal. Dari situ kami berinisiatif membudidayakan jagung pakan di lahan sewa seluas satu hektare,” ujarnya.

Eva juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan sarana produksi seperti traktor yang saat ini masih disewa.

“Ke depan kami berharap Pemda dapat membantu penyediaan alat seperti traktor,” tambahnya.

Malam Minggu Makin Seru di Beverly Hotel Batam, BBQ All You Can Eat Cuma Rp 99 Ribu Sambil Nikmati City Light Batam

Pemerintah Kabupaten Karimun, lanjut Iskandarsyah, berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan berbasis desa. Salah satu upaya yang tengah direncanakan adalah pembangunan pabrik pakan ternak ayam, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi. Selain itu, pembangunan gudang Bulog untuk menampung hasil produksi jagung juga sedang dipersiapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw, menambahkan bahwa program ketahanan pangan berbasis desa terus digalakkan di seluruh wilayah Karimun yang terdiri dari 42 desa.

“Setiap desa wajib memiliki satu produk unggulan. Melalui BumDes Beruntung, jagung pakan dan ikan lele akan terus kita kembangkan,” ujarnya.

Selain jagung pakan, sejumlah komoditas lain seperti ikan lele, ikan kerapu, serta peternakan ayam pedaging dan petelur juga telah dikembangkan di berbagai desa. Langkah ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan di Kabupaten Karimun.

*Ayat

KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

02

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

03

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

04

Batam Prime International Football Series 2026 Perkuat Jejaring Sepak Bola Regional