Ariranews.com, Natuna – Posisi geografis Natuna yang berada di kawasan perbatasan menjadikan wilayah ini memiliki peran penting dalam koordinasi pencarian dan pertolongan (SAR) lintas negara. Peran strategis tersebut kembali terlihat melalui keterlibatan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna dalam Table Top Exercise Malaysia–Indonesia–Singapura (TTX MALINDOPURA) 2026.
Latihan yang dilaksanakan secara daring oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Rabu (23/9/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi operasi SAR antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kegiatan tersebut melibatkan organisasi SAR dari ketiga negara dengan skenario keadaan darurat penerbangan.
Kantor SAR Natuna mendapat peran dalam simulasi koordinasi, komunikasi, serta pengambilan keputusan taktis sesuai skenario yang disiapkan. Keterlibatan tersebut tidak terlepas dari posisi Natuna yang berada di kawasan pertemuan tiga Search and Rescue Region (SRR).
Melalui metode table top exercise, peserta tidak melakukan operasi lapangan secara langsung, melainkan menguji kesiapan mekanisme koordinasi dan komunikasi apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan lintas wilayah.
Latihan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat, terutama dalam memastikan informasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi ketika terjadi kondisi darurat.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan keterlibatan Kantor SAR Natuna dalam latihan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Basarnas dalam memperkuat kerja sama SAR di kawasan regional.
«“Kami di Kantor SAR Natuna siap mendukung penuh kebijakan Basarnas dalam memperkuat kerja sama regional. Latihan ini menjadi pembelajaran penting bagi kami di wilayah perbatasan untuk memastikan setiap mekanisme koordinasi berjalan mulus apabila keadaan darurat itu terjadi,” ujarnya.»
Selain Kantor SAR Natuna, Basarnas juga melibatkan Kantor SAR Pontianak dalam pelaksanaan TTX MALINDOPURA 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi antarorganisasi SAR, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat serta melibatkan lebih dari satu wilayah atau negara.
Bagi Natuna, keterlibatan dalam latihan ini juga mempertegas pentingnya kesiapan personel dan mekanisme komunikasi di wilayah perbatasan. Sebab, dalam kondisi darurat, kecepatan pertukaran informasi dan ketepatan koordinasi menjadi bagian penting dalam menentukan respons operasi pencarian dan pertolongan.
Melalui TTX MALINDOPURA 2026, Basarnas terus mendorong penguatan kerja sama regional di bidang SAR sekaligus memastikan jajaran Kantor SAR di daerah memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di kawasan.
(Dod)




