Gaya Hidup

Mersing Siap Ukir Sejarah, Jadi Destinasi INSTO Pertama di Malaysia pada 2026

AriraNews.com, MERSING – Mersing tidak hanya dikenal sebagai gerbang wisata bahari menuju gugusan pulau eksotis di Johor, tetapi kini juga bersiap menorehkan sejarah baru dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Mulai 2026, daerah pesisir di selatan Malaysia ini dijadwalkan menjadi destinasi pertama di negara tersebut yang bergabung dalam International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO).

Langkah tersebut menandai komitmen Mersing untuk mengembangkan sektor pariwisata yang tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Pulau Besar di Mersing, jadi destinasi unggulan karena terdapat beberapa resorts di dalamnya. Pulau ini berjarak 45 menit dari Pelabuhan Mersing dengan menggunakan kapal cepat.

Sekretaris Mersing Tourism Association, Ahmad Firdaus Shaik Omar, mengatakan saat ini terdapat sekitar 45 destinasi INSTO di berbagai negara. Sementara itu, Indonesia telah memiliki tiga hingga empat destinasi yang tergabung dalam jaringan observatorium pariwisata berkelanjutan tersebut.

Menurutnya, kehadiran INSTO di Mersing akan menjadi instrumen penting dalam pengumpulan data dan pemantauan dampak pariwisata sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih terukur.

Oakwood Grand Batam Hadirkan Buffet Premium dengan Lobster dan Ragam Hidangan Laut Nusantara

“INSTO menekankan bagaimana memastikan pariwisata di Mersing tetap lestari dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ahmad Firdaus, Jum’at (19/6/2026) saat ditemui di Galeri Taman Laut Mersing.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Berbagai inisiatif akan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok berpenghasilan rendah, membuka akses pendidikan dan peluang karier di sektor pariwisata bagi generasi muda, serta memastikan penyandang disabilitas atau orang kurang upaya (OKU) turut memperoleh manfaat dari pertumbuhan industri wisata.

Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri, berkesempatan menjelajah destinasi wisata yang ada di Mersing, Johor.

Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dinilai semakin memperkuat posisi Mersing dan Taman Laut Mersing sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Asia Tenggara. Didukung kekayaan alam yang masih terjaga serta pengelolaan kawasan konservasi yang ketat, wilayah ini terus menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ahmad Firdaus mengungkapkan, Mersing memiliki sekitar 97 pulau yang tersebar di perairannya. Dari jumlah tersebut, 13 pulau telah berkembang sebagai pulau komersial yang dapat dikunjungi wisatawan untuk berlibur maupun menginap. Sementara itu, sebanyak 20 pulau berada dalam kawasan Taman Laut Mersing, termasuk 13 pulau komersial tersebut.

“Kawasan pulau-pulau ini berada di bawah pengelolaan dan pengawasan Jabatan Perikanan Taman Laut Negeri Johor. Seluruh kawasan dijaga dan dilindungi untuk tujuan konservasi serta pemeliharaan alam,” jelasnya.

Beberapa pulau yang menjadi daya tarik utama wisatawan antara lain Pulau Harimau, Pulau Mensirip, Pulau Hujung, Pulau Tengah, Pulau Goal, Pulau Rawa, dan Pulau Besar. Seluruh gugusan pulau tersebut dapat dijangkau dari Pelabuhan Mersing menggunakan kapal cepat dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit hingga satu jam.

Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam Gelar The Wellness Edit 2026, Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Seiring meningkatnya perhatian terhadap kawasan wisata bahari ini, wisatawan juga diingatkan untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Pengunjung diimbau menerapkan prinsip wisata bertanggung jawab dengan tidak merusak ekosistem, tidak meninggalkan sampah, serta menjaga kebersihan kawasan pulau.

Dengan target menjadi destinasi INSTO pertama di Malaysia, Mersing tidak hanya membangun citra sebagai tujuan wisata bahari unggulan, tetapi juga sebagai model pengelolaan pariwisata yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Oakwood Grand Batam Hadirkan Buffet Premium dengan Lobster dan Ragam Hidangan Laut Nusantara

Ariranews.com, Batam – Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang membentang dari Sabang hingga Merauke,…

3 jam ago

Temui BP Batam, ASITA Kepri Minta Tata Kelola Pariwisata Batam Diperkuat

AriraNews.com, Batam - DPD ASITA Kepulauan Riau mendorong pemerintah memperjelas regulasi pariwisata Batam, khususnya terkait…

4 jam ago

Aspirasi Bupati Natuna Dibawa ke Pusat, Ahmad Muzani Soroti Kesehatan hingga Infrastruktur

Natuna, AriraNews.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mencatat sejumlah aspirasi pembangunan yang disampaikan Bupati…

8 jam ago

Harga Pangan Natuna Terpaut 20–30 Persen, Masalah Logistik Jadi Sorotan Ketua MPR

Natuna, Ariranews.com – Tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mendapat perhatian…

9 jam ago

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kunjungi Natuna, Cen Sui Lan Dorong Perhatian Pusat untuk Daerah Perbatasan

Natuna, Ariranews.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Ahmad Muzani, tiba…

11 jam ago

Ribuan Peserta Meriahkan FUN RUN SMARTFREN 5G Palembang

Ariranews.com, Palembang – Lebih dari 1.000 peserta mengikuti SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang yang digelar…

22 jam ago