Bintan

KJK Kepri Tanam Mangrove di Bintan, Menteri Kehutanan RI dan Ketua Komisi IV DPR RI Dijadwalkan Hadir

AriraNews.com, Bintan — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) Provinsi Kepulauan Riau terus mematangkan persiapan kegiatan penanaman mangrove bersempena Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, pada Minggu (8/2/2026) mendatang.

Ketua Umum KJK Kepri, Ady Indra Pawennari bersama jajaran pengurus melakukan survei lokasi penanaman mangrove pada Jumat (16/1/2026) sore.

Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, kondisi lingkungan, serta menentukan titik-titik strategis yang akan menjadi lokasi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Penaga.

Gubernur Ansar Pimpin Rapat Persiapan Tour de Bintan 2026, Digelar 21-23 Agustus 2026

Ady menegaskan bahwa survei tersebut merupakan bentuk keseriusan KJK Kepri dalam menyukseskan agenda lingkungan yang memiliki nilai strategis nasional.

“Survei ini kami lakukan secara internal bersama pengurus Komunitas Jurnalis Kepri. Ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk memastikan lokasi benar-benar siap, sehingga kegiatan penanaman mangrove nantinya berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Ady di sela-sela peninjauan.

Ia menjelaskan, kehadiran Menteri Kehutanan RI dan Ketua Komisi IV DPR RI nantinya diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan wilayah pesisir.

“Kehadiran beliau-beliau tentu menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami dan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ady menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari dukungan nyata KJK Kepri terhadap program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang digagas oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program M4CR, yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove melalui rehabilitasi dan revegetasi berbasis komunitas, kolaboratif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

ASPPI Bersama Mahasiswa Singapura Tanam Mangrove di Pantai Pengudang Bintan, Wujud Nyata Pariwisata Berkelanjutan

Menurut Ady, pemilihan lokasi penanaman di perkampungan Sungai Tiram, Desa Penaga, bukan tanpa alasan. Kawasan seluas kurang lebih 100 hektare tersebut merupakan bekas tambak udang dan ikan bandeng yang sejak tahun 2010 tidak lagi dikelola, sehingga membutuhkan upaya pemulihan lingkungan secara serius.

“Wilayah ini dulunya adalah kawasan tambak udang dan ikan bandeng. Setelah tidak dikelola, kondisi lingkungannya cukup memprihatinkan. Karena itu, kawasan ini sangat membutuhkan rehabilitasi dan revegetasi mangrove agar kembali berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat alami,” paparnya.

Ady menambahkan, upaya pemulihan mangrove di kawasan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2012 melalui keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat setempat hingga komunitas pecinta mangrove dari dalam dan luar negeri, khususnya dari Jepang.

“Kolaborasi antara masyarakat lokal, pegiat lingkungan, pecinta mangrove, termasuk dari Jepang, telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, tutupan vegetasi mangrove di kawasan Sungai Tiram semakin pulih dan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan penanaman mangrove yang akan datang, KJK Kepri berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, pemerintah daerah, masyarakat, serta insan pers dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Halal Bihalal KKSS Kepri: Menjaga Adat, Menguatkan Rantau

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir dari abrasi, perubahan iklim, dan bencana lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir demi generasi mendatang,” pungkas Ady Indra Pawennari. (***/emr)

Redaksi

Recent Posts

Aksi Nasionalisme di Perairan Natuna, Basarnas Raih Penghargaan Panglima Kogabwilhan I

Natuna, Ariranews.com — Semangat nasionalisme di wilayah perbatasan kembali mendapat apresiasi. Kantor Pencarian dan Pertolongan…

2 jam ago

Merah Putih Berkibar di Tebing Terjal Anambas, SAR dan BPBD Maknai Kemerdekaan Lewat Pengabdian

Kepulauan Anambas, Ariranews.com — Bendera Merah Putih berkibar gagah di tengah tebing terjal pesisir Kabupaten…

3 jam ago

Beverly Hotel Batam Tawarkan Promo HUT RI Ke-81, Dua Malam Hanya Rp 900 Ribu Plus Sarapan

AriraNews.com, BATAM — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Kemerdekaan Republik Indonesia, Beverly Hotel Batam…

4 jam ago

Investasi Batam Semester I 2026 Capai Rp38,97 Triliun, Amsakar: Kepercayaan Investor Terus Menguat

AriraNews.com, Batam - Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi atas perjalanan Batam…

4 jam ago

Cabang Keempat CassMira Salon & Spa Resmi Beroperasi, Ardiwinata Optimistis Wisata Wellness Batam Makin Berkembang

AriraNews.com, BATAM — Batam dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor utama pengembangan…

5 jam ago

Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih: BP Batam Kedepankan Dialog dan Kepastian Hukum

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan bahwa penyiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi…

7 jam ago