Advertisement
Batam Headline Hukum

Kepolisian Diminta Usut Penganiaya Pekerja Proyek Renggali Risidence Tembesi Sagulung

Ariranews.com, Batam – Aksi brutal kembali dilakukan oleh sejumlah oknum warga Perumahan Taman Cipta Asri Tahap 3 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Rabu (7/72021) sekitar pukul 08.00 WIB. Selain merusak fasilitas proyek, mereka juga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang pekerja proyek pembangunan Perumahan Renggali Risidence Tembesi Sagulung.

Kuasa Hukum PT Anugerah Griya Utama, developer Perumahan Renggali Risidence, Kaspol Jihad, S,.H.M.H, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut. Pasalnya, oknum warga tersebut melakukan pelanggaran hukum bahkan jatuhnya korban jiwa.

“Pekerja yang dianiaya oleh oknum warga sudah membuat laporan ke pihak kepolisian, semua bukti-bukti sudah diserahkan. Kami berharap polisi mengusut kasus ini agar tak terulang di kemudian hari dan nyawa pekerja tak merasa terancam,” ungkap Kaspol Jihad, Sabtu (10/7/2021).

Sedangkan tindakan perusakan terhadap bangunan-bangunan yang dilakukan telah menyebabkan kerugian puluhan miliar rupiah.

48 Tim dari Indonesia dan Mancanegara Siap Berlaga di Batam Cup III 2026, Digelar 15–19 Desember

Kerugian yang paling besar adalah terhambatnya pekerjaan proyek karena diganggu terus dan rusaknya reputasi terhadap kepercayaan konsumen, sehingga kerugian immaterial sebesar Rp 20 miliar.

Kejadian berawal ketika sejumlah oknum warga Perumahan Taman Cipta Asri Tahap 3 Tembesi Sagulung datang ke lokasi proyek Renggali Residence di Jalan Trans Barelang Tembesi Sagulung, Kota Batam. Mereka memaksa pekerja di sana untuk menghentikan pekerjaan pembangunan kanal, pengantisipasi banjir bila hujan deras turun. Pengerjaan proyek kanal berbarengan dengan pembangunan perumahan.

Mereka tidak hanya memberhentikan secara paksa pekerja yang sedang bekerja, oknum warga juga merusak pondasi-pondasi dan bangunan yang sudah terbangun, bahkan ada yang memukul pekerja hingga babak belur. Beruntung pihak perusahaan cepat berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Kepri untuk mengantisipasi kejadian yang lebih besar.

Kaspol sangat menyayangkan tindakan brutal yang dilakukan sejumlah oknum warga tersebut. Dosen Fakultas Hukum UNIBA itu pun meminta agar warga tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar peraturan karena kliennya sudah komit untuk membuat kanal penampung air tersebut sesuai kesepakatan bersama.

“Kan sekarang lagi dikerjakan tapi memang sambil mengerjakan kanal apakah salah untuk memulai membuat pondasi-pondasi perumahan, kecuali tidak dikerjakan sama sekali itu baru salah,” ujarnya.

Dia juga sangat menyayangkan bahwa dalam perjanjian ada pihak-pihak terkait juga akan menurunkan alat berat untuk mempercepat pekerjaan pembuatan kanal tersebut, namun belum terealisasi.

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

“Kenapa mereka tidak menyalahkan para pihak tersebut dan hanya menyalahkan pengembang Renggali Residence saja yang saat ini sedang melakukan pekerjaannya,” kata Kaspol dan berharap kejadian serupa tak terulang lagi. “Untuk itu mari kita sikapi dengan bijak dan arif terkait permasalahan ini,” imbaunya.(emr)

Foto: Sejumlah oknum warga yang datang ke lokasi proyek Perumahan Renggali Risidence Tembesi. Polisi yang datang mencoba menahan emosi warga (ist).

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

48 Tim dari Indonesia dan Mancanegara Siap Berlaga di Batam Cup III 2026, Digelar 15–19 Desember

02

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

03

Pemkab Anambas dan DPRD Koordinasi dengan PLN, Upayakan Pasokan Listrik Jemaja Kembali Stabil

04

Pastikan Pelabuhan Tetap Aman, Bupati Aneng Turun Langsung Tinjau Roro Kuala Maras