Advertisement
Batam Pendidikan

Kadisdik Batam Minta Uang Pangkal Sekolah Swasta Bisa Dicicil Lama

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Tri Wahyu.

AriraNews.com, BATAM – Anggota DPRD Batam, Taufik Ace Muntasir, menyoroti mahalnya uang pembangunan atau uang pangkal sekolah. Dia berharap Pemko Batam, melalui Dinas Pendidikan juga menyikapi masalah ini, meski sudah ada bantuan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa tak mampu dan bersekolah di sekolah swasta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Tri Wahyu mengaku sudah membahas perihal uang pangkal/pembangunan kepada pihak sekolah swasta. Pihaknya meminta agar sekolah swasta memberikan keringanan kepada siswa yang kurang mampu untuk mencicil uang pangkal atau uang pembangunan hingga siswa tersebut lulus.

“Iya, memang uang pembangunan itu cukup mahal. Biayanya dari Rp 1 jutaan bahkan sampai 5 jutaan. Kami minta keringanan kepada sekolah swasta untuk diberikan keringanan kepada siswa dicicil hingga siswa lulus. Misalnya kalau SD bisa dicicil hingga 5 tahun,” katanya.

Tri menambahkan, ada sekolah swasta yang sudah memberikan keringanan tersebut. Namun ada juga yang belum memberikan.

Bengkong Swadebi dan 167 Titik Jadi Perhatian Penanganan Banjir, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret

“Kita berharaplah sekolah swasta bisa memberikan keringanan kepada siswa yang kurang mampu agar uang pangkal bisa dicicil hingga siswa lulus,” katanya.

Taufik Ace Muntasir, mengatakan pentingnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak hanya fokus pada SPP. Tetapi juga mempertimbangkan biaya lainnya seperti uang pembangunan agar keadilan pendidikan bisa dirasakan semua siswa.

“Jangan sampai siswa dari keluarga kurang mampu malah kesulitan bersekolah karena masih harus membayar uang pembangunan,” ujar Taufik.

Ia menegaskan bahwa kebijakan wajib belajar sembilan tahun yang diamanatkan pemerintah seharusnya juga menjamin pendidikan yang sepenuhnya gratis.

“Ini kan kewajiban pemerintah untuk menggratiskan mereka yang wajib belajar,” katanya.

Taufik mengingatkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi juga menegaskan bahwa SD hingga SMP seharusnya gratis.

BPJS Kesehatan Gandeng PT Sumitomo Wiring System, 50 Warga Dibantu Iuran JKN

“Persoalannya bukan cuma SPP, ada kebutuhan lain yang masih dibebankan di sekolah swasta,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti subsidi pendidikan untuk siswa SD dan SMP yang dinilai belum sepenuhnya adil bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pemerintah kota Batam memang telah mengalokasikan subsidi sebesar Rp300 ribu untuk SD dan Rp400 ribu untuk SMP bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun bantuan ini belum meringankan orangtua.

Sebagai rekomendasi, ia meminta pemerintah memikirkan kebijakan yang lebih menyeluruh agar pendidikan benar-benar gratis sesuai amanat wajib belajar.

“Ini yang harus dipikirkan pemerintah,” katanya. (ara)

Jalan Gajah Mada Batam Kembali Bergerak, BP Batam Pantau 50 Titik dan Siapkan Penguatan Struktur

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Bengkong Swadebi dan 167 Titik Jadi Perhatian Penanganan Banjir, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret

02

DBH Natuna Dipangkas 50 Persen, Daerah Alami Tekanan Fiskal dan Gandeng OJK Jaga Ekonomi

03

BPJS Kesehatan Gandeng PT Sumitomo Wiring System, 50 Warga Dibantu Iuran JKN

04

Jalan Gajah Mada Batam Kembali Bergerak, BP Batam Pantau 50 Titik dan Siapkan Penguatan Struktur