Natuna, Ariranews.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat KPI-HPI Cabang Natuna mendorong kader memiliki integritas kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bendahara Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Natuna, Hendriyana, saat memberikan materi Kepemimpinan, Manajemen, dan Organisasi (KMO) dalam Basic Training Latihan Kader I (LK I), Minggu (11/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Villa Air Terjun Hiu, Ceruk, Natuna, pukul 08.00–10.00 WIB itu, Hendriyana menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari aktivitas internal organisasi. Kader HMI juga dituntut mampu menerjemahkan nilai perjuangan menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Hendriyana, kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, tetapi tercermin dari integritas, tanggung jawab, keteladanan, serta keberanian mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga harus mampu menyelaraskan perkataan dengan tindakan dan mengutamakan kepentingan bersama.
Ia turut menekankan pentingnya manajemen organisasi yang terencana, mulai dari penentuan prioritas, pembagian tugas, pengelolaan anggaran, hingga evaluasi program. Kemampuan tersebut dinilai penting agar aktivitas organisasi berjalan efektif tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik mahasiswa.
Hendriyana juga mendorong kader bersikap kritis terhadap kebijakan atau praktik organisasi yang dinilai menyimpang dari nilai perjuangan. Kritik, menurutnya, perlu disampaikan berdasarkan fakta dan argumentasi yang kuat, disertai solusi serta melalui mekanisme organisasi yang bertanggung jawab.
Di tengah tantangan pembangunan Natuna sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, mahasiswa dinilai memiliki ruang strategis untuk berkontribusi. Sejumlah persoalan, seperti akses pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, dan pengembangan sektor kelautan, dapat menjadi perhatian kader dalam kegiatan kajian maupun pengabdian masyarakat.
Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui riset, advokasi berbasis data, pendampingan literasi, edukasi lingkungan pesisir, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha mikro. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui Basic Training LK I, HMI Komisariat KPI-HPI Cabang Natuna diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya kuat secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga berintegritas serta peka terhadap persoalan sosial.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan HMI, “Yakin Usaha Sampai,” yang menekankan kesungguhan dan konsistensi dalam memperjuangkan tujuan. Tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat Natuna.
(Dod)




