Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad: Angka Pengangguran Kepri Menurun

AriraNews.com, Batam – Angka pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) termasuk dalam dua terbesar secara nasional. Yakni dengan angka 6,94 persen.

Namun, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menilai justru angka pengangguran di Kepri saat ini sudah jauh menurun dari tahun 2023. Sebelumnya 9 persen saat ini sudah di angka 6 persen.

Bahkan, lanjut Ansar, trend penurunannya tertinggi. Hal ini dikarenakan investasi di Kepri mulai menggeliat pasca Covid-19, peluang kerja juga semakin terbuka.

“Sekarang yang penting memperkuat dengan mempersiapkan anak-anak kita dengan pendidikan advokasi,” kata Ansar, Rabu (22/5/2024).

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

Ansar juga mengapresiasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun Kementerian Tenaga di Kota Batam segera diresmikan. Dilengkapi dengan workshop, alat-alat dibantu Kementerian dan anggaran pelatihan juga sudah disiapkan.

“Karimun dan Tanjungpinang kita fokus yang Welder. Yang Batam bulan depan akan diresmikan,” kata Ansar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) periode Februari 2024 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 6,94 persen, turun sebesar 0,67 persen poin dibanding Februari 2023 sebesar 7,61 persen.

“Angka pengangguran di Kepri masih di atas rata-rata Nasional yang sebesar 4,28 persen,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus.

Darwis menyebut jumlah angkatan kerja berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada Februari 2024 di Kepri sebanyak 1.078,17 ribu orang.

Adapun tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Februari 2024 sebesar 67,14 persen, turun sebesar 0,15 persen poin dibanding Februari 2023.

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

“Jumlah penduduk Kepri yang bekerja sebanyak 1.003,39 ribu orang,” katanya.

Ia melanjutkan lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah industri pengolahan, yaitu sebanyak 218 ribu orang atau sebesar 21,73 persen.

Kemudian, sebanyak 333,12 ribu orang (33,20 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik sebesar 4,84 persen poin dibanding Februari 2023.

“Persentase setengah pengangguran naik sebesar 1,34 persen poin, sementara pekerja paruh waktu naik sebesar 1,92 persen poin dibanding Februari 2023,” ujar Darwis.(oma)

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian
Redaksi

Recent Posts

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

AriraNews.com, Batam – Konektivitas udara Batam dengan Malaysia akan semakin terbuka menyusul rencana pembukaan rute…

12 jam ago

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

Natuna, Ariranews.com — Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pembangunan Pasar JICA tidak hanya menjadi fasilitas perdagangan,…

13 jam ago

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

Natuna, Ariranews.com — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bergerak melakukan pencarian terhadap empat…

15 jam ago

Masuki Tahun ke-11, BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

AriraNews.com, Nusa Dua- Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin,…

16 jam ago

Tekan Inflasi Pangan, BI Bersama Tiga KWT Anambas Kembangkan Budidaya Cabai

AriraNews.com, ANAMBAS – Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak bersama dalam…

18 jam ago

Pelabuhan Selat Lampa Diusulkan Berkode Internasional, Natuna Berpeluang Jadi Pintu Ekspor-Impor

Natuna, Ariranews.com — Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, didorong untuk memiliki kode…

18 jam ago