Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di Ruang Raja Ali Haji, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Selasa (15/9/2026), membahas kondisi ekonomi Kepri terkini.
AriraNews.com, Batam – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) masih menunjukkan kinerja kuat pada paruh pertama 2026. Ekonomi Kepri tumbuh 6,99 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan II 2026, sementara secara kumulatif semester I 2026 mencapai 7,02 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,45 persen. Di dalamnya, ekonomi Batam bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 7,28 persen y-on-y pada triwulan II 2026.
Kinerja tersebut menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan menjadi sinyal positif bagi prospek perekonomian daerah hingga akhir 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengatakan perkembangan data ekonomi terbaru menjadi salah satu dasar bagi Bank Indonesia untuk melihat prospek pertumbuhan Kepri secara lebih positif.
Menurut dia, salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan adalah investasi. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan investasi tercatat sekitar 24 persen, meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri melonjak, dari sekitar 3,62 persen pada triwulan I menjadi 10,62 persen pada triwulan II 2026.
“Pertumbuhan investasi ini diharapkan memberikan efek multiplier ketika investasi, terutama di sektor industri, mulai masuk ke tahap operasional,” ujar Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di Ruang Raja Ali Haji, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Selasa (15/9/2026).
Selain investasi, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian Kepri. Aktivitas industri pengolahan tetap tumbuh stabil dengan kontribusi yang dominan terhadap struktur ekonomi daerah. Sektor pertambangan juga relatif bertahan sehingga turut menopang tingginya pertumbuhan ekonomi hingga triwulan II 2026.
Kuatnya aktivitas industri tersebut juga tercermin dari perkembangan pembiayaan perbankan. Kredit perbankan berdasarkan lokasi proyek di Kepri tumbuh sekitar 36 persen pada Juli 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang berada di kisaran 13 persen.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kredit korporasi yang meningkat sekitar 66 persen. Pembiayaan juga mengalir ke sektor-sektor pendukung industri, antara lain pergudangan dan transportasi, pengadaan listrik, gas dan air, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan industri pengolahan.
Menurut Rony, tingginya penyaluran kredit menunjukkan bahwa ekspansi industri di Batam dan Kepri masih berlangsung meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum otomatis berarti manfaatnya telah dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin inklusif. Bank Indonesia melihat masih terdapat ruang untuk memperkuat multiplier effect dari sektor industri agar tidak berhenti pada peningkatan investasi dan produksi, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat Kepri dalam aktivitas ekonomi.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi perlu diikuti peningkatan kesempatan kerja, baik pada sektor formal maupun informal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka produk domestik regional bruto, tetapi juga berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Rony menilai penguatan sektor lain di luar industri besar menjadi penting untuk memperluas dampak pertumbuhan tersebut. Dalam konteks ini, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang strategis.
“Bagaimana upaya-upaya yang bisa kita mulai dari hal yang bisa kita monitor untuk perkembangannya, salah satunya melalui UMKM,” katanya.
Penguatan UMKM dinilai dapat menciptakan multiplier effect yang lebih luas, terutama melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Namun, UMKM masih menghadapi persoalan klasik, yakni kelembagaan dan korporatisasi yang belum kuat, kapasitas usaha yang perlu ditingkatkan, serta akses pembiayaan.
Di Kepri, jumlah pelaku usaha yang telah menggunakan kanal pembayaran digital juga terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah merchant QRIS mencapai sekitar 680,77 ribu, dengan mayoritas berasal dari sektor usaha mikro dan kecil. Usaha mikro menyumbang sekitar 72 persen, sementara usaha kecil sekitar 19,8 persen.
Dari sisi transaksi, penggunaan QRIS di Kepri juga terus mencatat pertumbuhan tinggi. Hingga Juli 2026, nominal transaksi QRIS telah mencapai sekitar Rp9,94 triliun, sementara pertumbuhan transaksinya masih berada pada level tinggi dibandingkan nasional.
Bank Indonesia juga terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, termasuk melalui kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) 0 persen bagi usaha mikro untuk transaksi hingga Rp500 ribu, serta perluasan kemudahan bagi kategori merchant lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Bank Indonesia, digitalisasi pembayaran tidak sekadar menjadi perubahan cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Penguatan UMKM, perluasan digitalisasi pembayaran, peningkatan kesempatan kerja, serta terciptanya multiplier effect dari investasi industri menjadi pekerjaan berikutnya agar pertumbuhan ekonomi Kepri yang telah berada di level tinggi dapat menjadi pertumbuhan yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Pesan tersebut juga menjadi bagian dari agenda Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026, yang mengangkat pengembangan UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Kepri di tengah kuatnya dominasi sektor industri. (emr)
AriraNews.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi…
Natuna, Ariranews.com – Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, masih harus mengejar sejumlah indikator…
AriraNews.com, ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Aneng didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, S.H.,M.M…
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan munculnya kabut…
AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan…
Natuna, Ariranews.com – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai…