DPRD Kepri

DPRD Kepri Minta Pemprov Kepri Lengkapi Fasilitas Pendidikan di SMU dan SMK

AriraNews.com, Kepri – Anggota Fraksi PKS DPRD Kepulauan Riau, M. Yusuf meminta Pemprov Kepri melengkapi fasilitas SMK Negeri 9 Batam pada tahun 2023. Yusuf menyampaikan, fasilitas sekolah itu masih memprihatinkan lantaran masih kekurangan ruang kelas dan laboratorium.

“Penyiapan sarana prasarana di SMKN 9, pantauan kami masih sangat kurang infrastruktur seperti ruang kelas, akses jalan, dan workshop,” katanya saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi PKS atas Ranperda APBD 2023, Selasa (22/11/2022).

Yusuf menerangkan, pemenuhan fasilitas sekolah penting segera dilakukan, apalagi SMKN 9 Batam merupakan sekolah advokasi untuk menciptakan calon tenaga kerja yang terampil.

Selain itu, Yusuf juga meminta Pemprov Kepri masif menggelar pelatihan kerja untuk pencari kerja khususnya putra-putri daerah.

Bawa Aspirasi Natuna ke Kemendagri, Mustamin Bakri Kawal Usulan Pemekaran Dua Kecamatan

“Putra-putri daerah agar tetap eksis di daerahnya masing-masing mendapatkan pekerjaan yang layak, dukungan pemerintah perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Anggota Komisi III itu menambahkan, sebagai daerah kepulauan, sebagian besar penduduk Kepri berprofesi sebagai nelayan. Ia mengusulkan agar pemerintah melakukan pembinaan, khususnya pengolahan hasil tangkap nelayan.

“Wilayah Kepri 96 persen berupa perairan, salah satu mata pencaharian masyarakat adalah nelayan, pemerintah perlu melakukan pembinaan,” tuturnya.

Yusuf menerangkan, Pemprov Kepri juga perlu memastikan seluruh warga Kepri khususnya Tanjungpinang, Bintan, dan Batam mendapatkan akses air bersih.

Belakangan ini, warga tiga Kabupaten/Kota ini kerap mengeluhkan ketersediaan air bersih dan buruknya pelayanan perusahaan penyedia air minum.

“Pemprov Kepri harus memberikan solusi terhadap ketersediaan air bersih terhadap masyarakat di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam,” terangnya.

Ngopi Bersama Media, Tiga Legislator Kepri Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Natuna

Ketua DPD PKS Batam itu juga meminta agar Pemprov Kepri mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis kearifan lokal.

“Provinsi Kepri untuk melakukan inovasi dan optimalisasi pendapatan berbasis kearifan lokal, pemerintah perlu berkolaborasi dengan investor menggarap kearifan lokal,” pintanya.

Yusuf menambahkan, Pemprov Kepri perlu memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Kabupaten/Kota.

Ia mengaku masif mendapati banyak masyarakat yang tinggal di gubuk tak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.

“Kita juga menginginkan Pemprov Kepri fokus memperbanyak rumah layak huni, kita masih mendapati masyarakat yang tinggal di gubuk yang memprihatinkan,” tambahnya.(*)

Reses di Batu Gajah, Legislator Kepri Tampung Usulan Jalan hingga Pemberdayaan Ekonomi
Redaksi

Recent Posts

Piala Bupati Natuna 2026 Tuntas, Pelestarian Gasing Didorong Lewat Arena dan Turnamen Terbuka

Natuna, AriraNews.com – Turnamen Gasing Piala Bupati Natuna 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 10…

4 jam ago

Final Sengit Warnai Lomba Gasing HUT Natuna, Bunguran Timur A Raih Gelar Juara

Natuna, Ariranews.com – Persaingan sengit mewarnai partai final lomba olahraga tradisional gasing antar kecamatan dalam…

6 jam ago

Rayakan HUT ke-24, Paradise Indonesia Hadirkan Future Maker untuk Dukung Pendidikan Dasar

AriraNews.com, Jakarta — PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia; IDX: INPP) menandai ulang tahun…

7 jam ago

PGN Perluas Jargas di Batam, 2.813 Pelanggan Dibidik Sepanjang 2026

AriraNews.com, BATAM - Perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam terus dikebut. Sepanjang…

8 jam ago

BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55, Serentak di Jakarta dan Batam

AriraNews.com, Batam - BP Batam menggelar donor darah dan pemeriksaan gula darah secara serempak di…

8 jam ago

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media, Dorong Jurnalisme Profesional dan Taat KEJ

AriraNews.com, Batam - JAKARTA — Badan Pengusahaan (BP) Batam mengunjungi Kantor Dewan Pers di Jakarta…

9 jam ago