DPRD Batam

DPRD Batam Dorong Solusi Permanen Sengketa Pelabuhan Pandan Bahari untuk Akses Warga Suku Laut

Ariranews.com, Batam – Komisi I DPRD Kota Batam kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menindaklanjuti persoalan penolakan warga Suku Laut atas penutupan Pelabuhan Tradisional Pandan Bahari di Kecamatan Batuaji, Rabu (3/9/2025).

RDPU tersebut menghadirkan berbagai pihak yang berkepentingan, di antaranya warga Suku Laut yang tergabung dalam Lembaga Suku Laut Nusantara Indonesia (LSLNI) dipimpin Ketua Suku Laut Sam Palele, Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang SIK, pejabat dari Direktorat Lahan BP Batam, pejabat Kecamatan Batuaji dan Kecamatan Belakangpadang, perwakilan Satpol PP Kota Batam, serta perangkat kelurahan, RT, dan RW setempat.

RDPU tersebut menghadirkan berbagai pihak yang berkepentingan, di antaranya warga Suku Laut yang tergabung dalam Lembaga Suku Laut Nusantara Indonesia (LSLNI) dan pihak terkait lainnya.

Namun, pihak perusahaan PT Batam Internasional Navale kembali tidak hadir meski sudah diundang secara resmi. Ketidakhadiran ini mengulang kejadian pada RDPU sebelumnya, Kamis (1/8/2025), di mana manajemen perusahaan juga tidak memenuhi undangan. Padahal, dari informasi yang berkembang, perusahaan disebut memiliki rencana solusi terkait kebutuhan akses pelabuhan bagi masyarakat Suku Laut.

Dalam rapat, sejumlah perwakilan warga menyampaikan keberatan atas penutupan Pelabuhan Pandan Bahari. Pelabuhan ini merupakan akses utama warga Suku Laut yang banyak bermukim di pulau-pulau sekitar. Mereka memanfaatkan dermaga dan jalan sederhana di kawasan tersebut untuk menambatkan perahu, menurunkan dan menaikkan penumpang, sekaligus sebagai pintu masuk menuju pusat kota untuk berbagai kebutuhan.

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

Sebelumnya, pelabuhan tersebut diduga sempat ditutup oleh pihak PT Batam Internasional Navale dengan alasan lahan pelabuhan masuk dalam Penetapan Lokasi (PL) perusahaan. Namun, setelah mediasi yang difasilitasi Polsek Batu Aji, akses pelabuhan sementara kembali dibuka agar warga tetap bisa beraktivitas.

Dalam rapat, sejumlah perwakilan warga menyampaikan keberatan atas penutupan Pelabuhan Pandan Bahari. Pelabuhan ini merupakan akses utama warga Suku Laut yang banyak bermukim di pulau-pulau sekitar.

Anggota Komisi I, Muhammad Fadhli, menegaskan bahwa pihaknya berharap RDPU kedua ini dapat menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan. “Kami menyesalkan pihak perusahaan kembali tidak hadir. Padahal, dialog seperti ini seharusnya menjadi wadah bersama untuk mencari solusi. Karena itu, Komisi I akan kembali menjadwalkan RDPU berikutnya dengan tetap melibatkan semua pihak,” tegasnya.

Fadhli menambahkan, Komisi I sebelumnya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pelabuhan Pandan Bahari. Dari hasil kunjungan tersebut, pihaknya menilai keberadaan pelabuhan sangat vital sebagai titik terdekat bagi warga Suku Laut yang tinggal di perkampungan pulau-pulau sekitar. Untuk itu, pihaknya juga mendorong BP Batam agar segera mencarikan solusi terbaik, sehingga akses masyarakat tidak kembali terhambat.

“Pandan Bahari adalah akses yang paling dekat dan paling realistis digunakan warga suku laut. Oleh karena itu, masalah ini harus dicarikan solusi permanen agar tidak berulang di kemudian hari,” ujar Fadhli menutup rapat. (rls/ara)

Redaksi

Recent Posts

94 Karhutla Terjadi di Natuna hingga Agustus, Bupati Soroti Kebiasaan Bakar Lahan

Natuna, Ariranews.com — Sebanyak 94 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat di Kabupaten Natuna,…

2 menit ago

Natuna Jadi Penerima Bantuan Hilirisasi Kelapa Terbesar di Kepri, Dapat 350 Hektare

Natuna, Ariranews.com — Kabupaten Natuna menjadi daerah dengan alokasi terbesar dalam program Hilirisasi Kelapa Dalam…

2 jam ago

Juara 1 Pria Merdeka Trail Run Jalur Ekstrim Panbil Nature Capai Garis Finish Hanya dengan Waktu 42 Menit!

AriraNews.com, Batam - Setelah sukses menggebrak Batam dengan event trail run pertama pada tahun 2024…

2 jam ago

FJP Kepri dan Suksesnya Rally Wisata 2026, Perkuat Hubungan Batam-Johor dan Gerakkan Ekonomi Pariwisata

AriraNews.com, Batam - Rally Wisata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2026, di…

15 jam ago

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

AriraNews.com, Batam - Peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan…

22 jam ago

Pemko Batam Galang Rp 2,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di…

2 hari ago