Headline

Direktur BUMD di Lingga Korupsi Pengadaan Alat Pengolahan Tepung Ikan, Divonis 5 Tahun Penjara di Kasus Lain

AriraNews.com, BATAM – Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan dua orang yakni berisial RL alias R dan ENS sebagai tersangka korupsi pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga. Kerugian negara mencapai Rp3 miliar lebih.

RL alias R adalah Direktur PT PSM, BUMD Kabupaten Lingga. Sedangkan ENS, Direktur PT PIM yang mendapatkan proyek pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan tersebut. R ternyata bukan kali itu aja tersandung kasus. Saat ini dia rupanya sedang menjalani hukuman penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang atas kasus korupsi investasi dana jangka pendek di salah satu BUMD di wilayah Bintan.

“Tersangka inisial RL alias R tak bisa dihadirkan karena yang bersangkutan saat ini sedang menjalani hukuman pidana penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang atas kasus korupsi investasi dana jangka pendek di salah satu BUMD di wilayah Bintan dengan kerugian yang dialami negara sebesar Rp565.000.000,″ ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si didampingi Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Abdul Rahman, SH, S.Ik, MH, di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (7/10/2021).

Dikatakan Harry, dalam kasus korupsi pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga ini dilakukan dengan cara yang salah. Karena dilakukan penunjukan langsung, tanpa adanya proses lelang sebagaimana aturan yang berlaku. Sehingga timbulah kerugian negara.

Alamak!  Motor Digembok Cakram Tetap Raib

“Merugikan keuangan Negara sebesar Rp3.090.726.183, sebagaimana yang tertuang di dalam laporan Hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan perwakilan Provinsi Kepri,” ungkap Harry.

Penyidik menggiring ENS, Direktur PT PIM yang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga.

Dijelaskannya, kasus korupsi ini berawal dari penyelidikan Tim Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Kepri terhadap pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga. Dalam pengadaanya R langsung menunjuk PT PIM dan bahkan R meminta uang fee sebesar Rp150.000.000, untuk keuntungan pribadinya. Bahkan dari hasil penyelidikan mesin pengolahan tepung ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi. Karena pada saat dilakukan pengujian oleh ahli alat ini tidak bisa meghasilkan tepung ikan.

″Barang bukti yang disita antara lain adalah 1 unit mobil merek Honda type CR-V beserta BPKB dan STNK, 1 unit sepeda motor merk Honda beserta BPKB dan STNK, 11 unit mesin pabrik dan surat-surat, dokumen serta rekening Koran,″ ungkap Harry.

Pasal yang disangkakan pada tersangka adalah Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat 1 yang berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidna dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan Pasal 3 yang berbunyi setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan denda paling sedikit Rp50.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(***/emr)

Redaksi

Recent Posts

Bandara Hang Nadim Buka Rute Baru Batam–Penang Mulai 18 Oktober 2026

AriraNews.com, Batam – Konektivitas udara Batam dengan Malaysia akan semakin terbuka menyusul rencana pembukaan rute…

4 jam ago

Pasar JICA Disiapkan Jadi Pintu Masuk Buyer, Hasil Nelayan Natuna Dibidik Tembus Pasar Luar Daerah dan Luar Negeri

Natuna, Ariranews.com — Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong pembangunan Pasar JICA tidak hanya menjadi fasilitas perdagangan,…

5 jam ago

Empat Warga Diduga Tersesat di Hutan Natuna, Tim SAR Bergerak Lakukan Pencarian

Natuna, Ariranews.com — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bergerak melakukan pencarian terhadap empat…

8 jam ago

Masuki Tahun ke-11, BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

AriraNews.com, Nusa Dua- Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin,…

8 jam ago

Tekan Inflasi Pangan, BI Bersama Tiga KWT Anambas Kembangkan Budidaya Cabai

AriraNews.com, ANAMBAS – Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak bersama dalam…

10 jam ago

Pelabuhan Selat Lampa Diusulkan Berkode Internasional, Natuna Berpeluang Jadi Pintu Ekspor-Impor

Natuna, Ariranews.com — Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, didorong untuk memiliki kode…

10 jam ago