Advertisement
Kepri Nasional Natuna

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna-Alumni Yogyakarta (IPMKN AYO).

Natuna, AriraNews.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna-Alumni Yogyakarta (IPMKN AYO) menyoroti kembali dibukanya pengembangan Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha.

Organisasi perkumpulan alumni pelajar dan mahasiswa asal Natuna yang menempuh kuliah di Yogyakarta itu mendorong agar aktivitas proyek migas tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi perekonomian dan sumber daya manusia lokal.

Ketua IPMKN AYO, Ryannaldo Noorhidayat, secara khusus menyoroti peluang keberadaan shorebase atau pangkalan logistik di Natuna serta penyerapan tenaga kerja putra daerah. Menurutnya, dua aspek tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperluas dampak ekonomi dari pengembangan Blok D-Alpha bagi masyarakat Natuna.

“Seperti yang kami ketahui dari beberapa literatur, Blok D-Alpha merupakan salah satu blok raksasa migas yang dimiliki Indonesia. Jika ini kelak beroperasi, tentu kami berharap dampak ekonominya lebih besar dan lebih terasa ke daerah kita selaku ‘pemilik’,” ujar Ryannaldo, Rabu (23/9/2026), melalui pesan WhatsApp.

Riahi Villas Gelar Aksi Bersih Pantai di Nirup Island Peringati World Cleanup Day 2026

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Nations Petroleum ditetapkan sebagai pemenang lelang penawaran langsung WK Natuna D-Alpha. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang ditetapkan pada 17 September 2026.

PT Nations Petroleum merupakan perusahaan yang berada di bawah Arsari Group. WK Natuna D-Alpha sendiri diketahui memiliki potensi sumber daya gas yang besar. Data yang dikutip dari Kementerian ESDM menyebutkan potensi gas di kawasan tersebut mencapai sekitar 222 TCF, dengan perkiraan cadangan gas yang dapat dieksploitasi sekitar 46 TCF.

IPMKN AYO Soroti Shorebase di Natuna

Ryannaldo mengatakan keberadaan shorebase di Natuna menjadi salah satu peluang yang perlu diperhatikan sejak awal pengembangan Blok D-Alpha.

Menurutnya, apabila pangkalan logistik dan aktivitas pendukung operasional migas ditempatkan di Natuna, pergerakan ekonomi lokal berpotensi ikut berkembang.

“Jika Blok D-Alpha beroperasi dan shorebase atau pangkalan logistik berada di Natuna, maka akan berdampak banyak bagi daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal. Akan ada efek domino yang bergerak dalam pertumbuhan ekonomi di daerah kita,” katanya.

Dialog Nasional KAHMI Hasilkan Rekomendasi untuk Batam Maju, Alumni HMI Ditantang Ambil Peran Lebih

Ia menyebut sejumlah sektor yang berpotensi ikut bergerak, mulai dari jasa, perdagangan, transportasi, akomodasi hingga UMKM.

Karena itu, menurut Ryannaldo, masyarakat dan dunia usaha lokal perlu mempersiapkan diri agar dapat mengambil peluang yang muncul dari aktivitas industri migas tersebut.

Tenaga Kerja Lokal Jadi Perhatian

Selain shorebase, IPMKN AYO juga menyoroti peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Ryannaldo yang merupakan alumni Teknik Perminyakan menilai putra-putri Natuna memiliki latar belakang pendidikan yang cukup beragam dan sebagian di antaranya relevan dengan kebutuhan industri migas.

Tabligh Akbar “Islam Berkemajuan” Digelar di Tanjungpinang Kamis ini, Hadirkan Ketua MUI Riau

“Menurut saya, kita sudah siap untuk mengambil peluang dan lapangan pekerjaan jika blok tersebut mulai running. SDM Natuna cukup mumpuni untuk terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Menurutnya, peluang bagi putra daerah tidak hanya berada pada pekerjaan teknis di sektor hulu migas. Masyarakat dengan keahlian berbeda juga dapat terlibat melalui sektor pendukung.

“Banyak disiplin ilmu yang diambil oleh putra-putri Natuna yang relate untuk bisa berkontribusi di sana. Dan secara tidak langsung nanti mereka yang akan support hal-hal lainnya,” katanya.

D-Alpha Sudah Lama Dibahas Mahasiswa Natuna

Ryannaldo mengungkapkan, isu Blok D-Alpha sebenarnya telah lama menjadi perhatian mahasiswa asal Natuna.

Saat menempuh pendidikan di Yogyakarta, mahasiswa Natuna kerap menggelar diskusi mengenai berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk potensi Blok D-Alpha.

“Saat kami kuliah di Jogja dulu, mahasiswa Natuna di Jogja kerap mengadakan berbagai diskusi tentang daerah, salah satunya adalah mengenai Blok D-Alpha ini. Itu belasan tahun lalu,” ungkapnya.

Karena itu, IPMKN AYO menyambut positif kembali bergeraknya rencana pengembangan blok tersebut.

“Kami menyambut gembira ketika blok ini akan kembali dikerjakan. Rekan-rekan kami yang kuliah di Jogja dan di tempat lain juga banyak yang mengambil jurusan yang relevan untuk bekerja di sektor tersebut,” katanya.

UMKM Diminta Menangkap Peluang

IPMKN AYO juga mendorong pelaku UMKM dan dunia usaha Natuna mempersiapkan diri menghadapi berkembangnya aktivitas industri migas.

Ryannaldo meminta pelaku usaha aktif mencari peluang dan memperluas jejaring agar dapat masuk dalam rantai ekonomi pendukung kegiatan Blok D-Alpha.

“Cari peluang dan perbanyak jejaring. Kita ada Kadin, ada HIPMI dan beberapa pemangku kepentingan terkait yang insya Allah bisa memfasilitasi itu,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal penting untuk memperluas dampak ekonomi sehingga manfaat aktivitas industri migas tidak hanya berada pada sektor hulu.

Pemda Didorong Kawal Kepentingan Daerah

Di sisi lain, IPMKN AYO mendorong pemerintah daerah mengambil peran strategis dalam mengawal peluang ekonomi dari pengembangan Blok D-Alpha.

Ryannaldo mengatakan pemerintah daerah perlu mengoptimalkan regulasi, memperkuat peran dalam participating interest (PI) 10 persen, serta mendorong peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

“Pemda perlu mengoptimalkan regulasi dan juga peran dalam PI 10 persen, serta ikut mendorong memperkuat serapan tenaga lokal,” tegasnya.

Ia berharap pengembangan Blok Natuna D-Alpha dapat menjadi momentum memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Natuna.

“Semoga putra-putri daerah benar-benar dilibatkan dalam pengembangan proyek ladang migas raksasa ini. Mari berkolaborasi untuk membangun negeri, untuk menyejahterakan anak cucu kita nanti,” pungkas Ryannaldo Noorhidayat.

IPMKN AYO menilai pengembangan Blok Natuna D-Alpha perlu diikuti kesiapan daerah dalam menangkap peluang yang muncul. Keberadaan shorebase, tenaga kerja lokal, UMKM, serta dunia usaha menjadi sejumlah aspek yang disoroti agar aktivitas migas turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat Natuna.

(Dod)

Berita Terbaru



Batam




Kepri




Berita Populer

01

Blok D-Alpha Kembali Dibuka, IPMKN AYO Bidik Shorebase dan Tenaga Kerja Lokal

02

Riahi Villas Gelar Aksi Bersih Pantai di Nirup Island Peringati World Cleanup Day 2026

03

Dialog Nasional KAHMI Hasilkan Rekomendasi untuk Batam Maju, Alumni HMI Ditantang Ambil Peran Lebih

04

Tabligh Akbar “Islam Berkemajuan” Digelar di Tanjungpinang Kamis ini, Hadirkan Ketua MUI Riau