Batam

BI Kepri Rilis Data Ekonomi Triwulan IV 2025, Tahun 2026 Diyakini Tumbuh Positif

AriraNews.com, Batam – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan IV 2025 melanjutkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar 7,89% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya tercatat sebesar 7,48% (yoy).

Dalam siaran pers Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Jumat (6/2/2026) merinci, secara kumulatif, perekonomian Kepri tahun 2025 tercatat tumbuh 6,94% (ctc). Pertumbuhan ekonomi di Kepri mempertahankan posisi tertinggi di Sumatera. Capaian ini juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan Sumatera yang tercatat tumbuh sebesar 4,54% (yoy) pada triwulan IV 2025 dan sebesar 4,81% (ctc) pada tahun 2025.

Kinerja positif Kepri pada tahun 2025 terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, konstruksi, dan perdagangan yang tumbuh secara berturut-turut tumbuh sebesar 7,52% (ctc), 16,01% (ctc), 5,30% (ctc), dan 7,55% (ctc) serta memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 3,14%, 1,57%, 1,03%, dan 0,62%.

LU Industri Pengolahan sepanjang tahun 2025 tetap tumbuh tinggi meskipun melambat dari tahun sebelumnya di tengah dinamika pemberlakuan tarif resiprokal AS. LU Pertambangan tumbuh tinggi dan terakselerasi sejalan dengan lapangan migas yang mulai on-stream sejak Mei 2025.

Boga Bali, Tempat Favorit Warga Johor Bahru Nikmati Ragam Cita Rasa Nusantara

Lebih lanjut, pertumbuhan LU Konstruksi didukung oleh berlanjutnya pembangunan sejumlah proyek strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) di Kepri. Adapun LU Perdagangan tumbuh positif sejalan dengan momen HBKN di tahun 2025.

Pertumbuhan ekonomi Kepri turut tercermin dari intermediasi perbankan terpantau tetap kuat pada Desember 2025. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,22% (yoy) serta penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 25,92% (yoy) mengindikasikan meningkatnya aktivitas masyarakat.  Adapun pembiayaan korporasi dan UMKM turut tumbuh sebesar 37,00% (yoy) dan 13,21% (yoy) pada Desember 2025.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri pada tahun 2025 didorong oleh pertumbuhan positif pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,81% (ctc), dengan andil 2,81%. PMTB masih kuat didorong oleh dukungan iklim investasi baik PMA maupun PMDN serta kemudahan perizinan yang dituangkan dalam PP Nomor 25 tahun 2025 dan PP Nomor 28 tahun 2025.

Sementara itu, konsumsi RT pada tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 3,84% (ctc), dengan andil 1,51% sejalan dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat tetap optimis (indeks > 100) dengan indeks sebesar 122,29. Selanjutnya, net ekspor masih tumbuh kuat sebesar 20,52% (ctc) dengan andil 2,93%, sejalan dengan permintaan terhadap komoditas unggulan Kepri yang tetap kuat.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia turut mendukung peran digitalisasi sebagai katalisator dalam perputaran roda ekonomi diantaranya dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hingga Desember 2025, volume QRIS di Kepri telah mencapai 99,44 juta transaksi atau tumbuh sebesar 192, 69% (yoy) dan nominal transaksi sebesar Rp11,54 triliun atau tumbuh sebesar 129,60% (yoy). Selain itu transaksi QRIS Cross Border Thailand, Malaysia, dan Singapura turut menunjukan tren pertumbuhan yang signifikan sejak implementasi.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut, inflasi di Kepri tetap stabil. IHK (Indeks Harga Konsumen) Kepri pada tahun 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 3,47% (yoy), terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1%. Sepanjang tahun 2025, inflasi yang terjadi di Kepri utamanya disebabkan oleh peningkatan harga pada komoditas emas perhiasan, cabai merah, angkutan udara, cabai rawit, dan daging ayam dengan andil masing-masing sebesar 1,01%, 0,48%, 0,23%, 0,21%, dan 0,20%.

Inflasi Kepri September Turun Jadi 3,49 Persen, Harga Emas, BBM dan Pangan Masih Jadi Perhatian

Ke depan, perekonomian Kepri diyakini masih dapat tumbuh positif. Keberlanjutan ini didukung oleh keberlanjutan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta didukung oleh Kepastian iklim investasi dengan diterbitkannya PP No. 25 dan 28 Tahun 2025. Sementara itu, inflasi turut diprakirakan akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi melalui penguatan koordinasi dan sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang mencakup upaya 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. (***/emr)

Redaksi

Recent Posts

Boga Bali, Tempat Favorit Warga Johor Bahru Nikmati Ragam Cita Rasa Nusantara

AriraNews.com, Johor Bahru - Aroma rempah yang kaya menjadi pembuka pengalaman bersantap di Boga Bali,…

22 menit ago

Inflasi Kepri September Turun Jadi 3,49 Persen, Harga Emas, BBM dan Pangan Masih Jadi Perhatian

AriraNews.com, BATAM — Inflasi Kepulauan Riau (Kepri) pada September 2026 tercatat 3,49 persen secara tahunan…

6 jam ago

Jom Jelajah Johor 2026: Dari Danga Bay, Menikmati Tembikar hingga Festival Kopi Kluang

AriraNews.com, JOHOR BAHRU — Deru kendaraan mulai terdengar dari kawasan Danga Park, Danga Bay, Jumat…

17 jam ago

‎12 Tahun Rawat Mangrove Senggalong, Arpandi Apresiasi Kunjungan Bupati Anambas

Ar‎iraNews.com, ANAMBAS — Penggerak pelestarian hutan mangrove di Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur,…

23 jam ago

Ditanami 150 Mangrove, Pantai Senggalong Diproyeksikan Jadi Wisata Konservasi‎

AriraNews.com, ‎ANAMBAS — Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers…

23 jam ago

PLN Batam Komitmen Dukung Pertumbuhan Data Center dan Ekonomi Digital

AriraNews.com, Singapura – Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjadi salah satu pembicara dalam…

1 hari ago