Headline

Bahaya, Neneng Pasien Positif Covid-19 Lolos Terbang

Batam: Neneng Hamidah (35), pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan tak diketahui keberadaannya rupanya sudah berada di kampung halamannya, di Jawa Barat.

“Diketahui sudah berada di Bandung,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmayadi, dikonfirmasi Sabtu (12/12/2020) siang.

Pihaknya kata Didi sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di mana Neneng saat ini terdeteksi. Untuk segera mengamankan Neneng dan melakukan pengecekan kesehatan.

“Kita sudah kontak puskesmas terdekat di mana yang bersangkutan (Neneng) saat ini berada,” kata Didi.

HMI Natuna Dorong Kader Berintegritas, Hendriyana Tekankan Pengabdian Nyata

Diungkapkan Didi, Neneng meninggalkan Batam tepat pada hari yang sama hasil swabnya keluar, yakni pada Senin (7/12/12) siang. Neneng meninggalkan Batam melalui salah satu penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam.

Untuk bisa terbang Neneng harus mengantongi hasil rapid test yang hasilnya harus non reaktif. Hasil rapid test inilah kata Didi yang masih mereka investigasi. “Itu yang masih kita telusuri,” kata Didi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Satgas Covid-19 Batam, mencari keberadaan Neneng Hamidah (35). Pasalnya, wanita asal Cianjur, Jawa Barat ini terindikasi positif Covid-19, namun menghilang.

“Alamatnya tak lengkap, handponenya juga mati,” ungkap dr Didi Kusmayadi, Kepala Dinas Kesehatan Batam, Jumat (11/12/2020) siang.

Dikatakan Didi, Neneng menjalani tes swab di Klinik Madilab pada tanggal 5 Desember lalu. Dua hari kemudian hasilnya keluar yang menyatakan yang bersangkutan positif Covid-19.

Setelah mendapatkan laporan dari Medilab kata Didi, tim akan melakukan penjemputan untuk dibawa ke RSKI Galang.Tapi tim kemudian mendapatkan alamat Neneng tak lengkap dan handponenya juga mati.

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

“KTP nya bukan KTP Batam dan di Medilab alamatnya cuma Botania 2, kan luas. Kita sudah tegur Medilab karena tak menulis lengkap nama pasien,” ungkap Didi.

Didi berharap Neneng bersikap koperatif. Pasalnya, Neneng bisa membahayakan orang lain karena bisa menularkan virus Covid-19 pada orang lain.

“Kita berharap Neneng koperatif, dengan cara datang ke puskesmas terdekat atau menelpon tim satgas untuk dijemput. Jika tidak Neneng bisa terkena sanksi karena melanggar undang-undang kekarantinaan,” tegas Didi.(emr)

Redaksi

Recent Posts

HMI Natuna Dorong Kader Berintegritas, Hendriyana Tekankan Pengabdian Nyata

Natuna, Ariranews.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat KPI-HPI Cabang Natuna mendorong kader memiliki integritas…

10 jam ago

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

AriraNews.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Direktorat Badan Usaha SPAM dan Pengolahan…

13 jam ago

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

AriraNews.com, Batam - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya…

2 hari ago

Hadapi Tiga Persoalan Besar Batam, Amsakar Minta Dukungan Mubaligh

AriraNews.com, Batam - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan penanganan persoalan air baku, sampah, dan…

2 hari ago

Australia Lirik Potensi Natuna, Sektor Perikanan dan Pariwisata Jadi Peluang Kerja Sama

Natuna, Ariranews.com – Potensi perikanan, pariwisata, dan kemaritiman Kabupaten Natuna menjadi perhatian dalam penjajakan peluang…

3 hari ago

Penuhi Kebutuhan Air, Batam Bidik Sumber Air Baku dari Lingga

AriraNews.com, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mendorong solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan…

3 hari ago