Batam

Atase Pertahanan Tour 2026 Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, Perkenalkan Sejarah Batam kepada Dunia Internasional

AriraNews.com, Batam – Museum Batam Raja Ali Haji menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan Defence Attaché Tour (DAT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) ini diikuti oleh 22 atase pertahanan  dari berbagai negara sahabat beserta delegasi Kementerian Pertahanan RI.

Kunjungan ke museum tersebut menjadi agenda penutup setelah para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal dan industri strategis lainnya di Kota Batam.

Selama berada di Museum Batam Raja Ali Haji, para atase pertahanan mendapatkan penjelasan mengenai perjalanan sejarah Kota Batam yang dipandu oleh pegawai Museum Raja Ali Haji, Soechi Lestari dan Irene Joane Gabriella.

Bengkong Swadebi dan 167 Titik Jadi Perhatian Penanganan Banjir, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret

Materi yang disampaikan meliputi sejarah Batam sejak masa Kesultanan Riau-Lingga hingga transformasinya menjadi kawasan industri, perdagangan, dan investasi bertaraf internasional.

Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan serta mengamati berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan sejarah dan budaya Batam.

Untuk memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap, para tamu juga disuguhkan penampilan musik Melayu dari Band Malaykustik yang menambah suasana hangat dan berkesan selama kunjungan berlangsung.

Sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, Kepala Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, menyerahkan cinderamata kepada Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Infanteri Troy Hutagalung sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan tersebut.

Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Infanteri Troy Hutagalung, mengatakan bahwa Defence Attaché Tour merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkenalkan kemajuan industri pertahanan Indonesia kepada negara-negara sahabat.

“Program ini merupakan agenda rutin Kementerian Pertahanan RI. Kami mengundang para atase pertahanan untuk melihat secara langsung perkembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Troy.

BPJS Kesehatan Gandeng PT Sumitomo Wiring System, 50 Warga Dibantu Iuran JKN

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik kunjungan para atase pertahanan ke Museum Batam Raja Ali Haji.

Menurutnya, selain memperkenalkan kemajuan industri dan investasi, Batam juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang penting untuk diketahui oleh masyarakat internasional.

“Kami mengapresiasi Kementerian Pertahanan RI yang telah memasukkan Museum Batam Raja Ali Haji dalam rangkaian Defence Attaché Tour 2026. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan sejarah, budaya Melayu, serta perjalanan pembangunan Kota Batam kepada para perwakilan negara sahabat. Kami berharap para peserta dapat membawa cerita positif tentang Batam dan menjadi bagian dari promosi pariwisata serta budaya Batam di tingkat internasional,” ujar Ardiwinata.

Sementara itu, Kepala Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, mengaku senang atas kepercayaan yang diberikan sehingga museum menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi dalam agenda internasional tersebut.

“Kami sangat senang menerima kunjungan para atase pertahanan. Semoga melalui kunjungan ini, informasi mengenai sejarah Kota Batam dapat semakin dikenal oleh masyarakat internasional,” katanya.

Jalan Gajah Mada Batam Kembali Bergerak, BP Batam Pantau 50 Titik dan Siapkan Penguatan Struktur

Defence Attaché Tour (DAT) 2026 berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan diikuti oleh perwakilan dari sejumlah negara, antara lain Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, Tiongkok, Yordania, Australia, dan Maroko.

Melalui kunjungan ini, Batam tidak hanya diperkenalkan sebagai pusat industri strategis nasional, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki warisan sejarah dan budaya Melayu yang kaya. (emr)

Redaksi

Recent Posts

Bengkong Swadebi dan 167 Titik Jadi Perhatian Penanganan Banjir, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret

AriraNews.com, Batam - Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah…

7 jam ago

DBH Natuna Dipangkas 50 Persen, Daerah Alami Tekanan Fiskal dan Gandeng OJK Jaga Ekonomi

Natuna, Ariranews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menghadapi tekanan fiskal setelah Dana Bagi Hasil (DBH) yang…

9 jam ago

BPJS Kesehatan Gandeng PT Sumitomo Wiring System, 50 Warga Dibantu Iuran JKN

Batam, Ariranews.com – BPJS Kesehatan Cabang Batam menggandeng PT Sumitomo Wiring System untuk memperluas perlindungan…

9 jam ago

Jalan Gajah Mada Batam Kembali Bergerak, BP Batam Pantau 50 Titik dan Siapkan Penguatan Struktur

Batam, AriraNews.com – Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, kembali mengalami perubahan…

9 jam ago

Ditkrimsus Polda Kepri Sita Tiga Mesin Pesawat Senilai Rp 30 Miliar, Diduga Akan Diecer Jadi Suku Cadang

AriraNews.com, BATAM – Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyita tiga unit mesin turbo pesawat yang diduga…

13 jam ago

Pemko Batam Perkuat Perlindungan Sosial, Setahun Jumlah Warga Miskin di Batam Berkurang 10 Ribu Jiwa

AriraNews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat penanganan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemberdayaan…

13 jam ago